Cerita Motivasi Dari Tikus (Fikirkanlah sekali lagi)

Posted by Heka Ardian Tuesday, October 15, 2013 0 comments

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.

"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak

"Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!"

Ia mendatangi ayam dan berteriak
"Ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata
"Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata
"Aku turut bersimpati.. . tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
"Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata
"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban.

Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, namun sang istri sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, sang istri sudah diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi yang tak turun-turun juga. Atas saran kerabatnya, ia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya.

Semakin hari bukannya semakin sembuh, justru semakin tinggi demam isterinya. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.

Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.


Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika Anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan Anda mengira itu bukan urusan Anda, maka pikirkanlah sekali lagi.

Hari jadiku yang pertama sekaligus hari terakhirku bersamanya

Posted by Heka Ardian 0 comments
     Pagi ini aku kira adalah hari yang sangat menyenangkan. Tapi keyakinan ku berubah saat dia menghubungiku. Hari ini adalah hari jadiku dengannya yang ke satu tahun. Awalnya aku ingin memberikan kejutan untuknya dengan menyiapkan makan malam yang romantis di sebuah restoran. Aku benar-benar sudah mempersiapkan dinner ku dengannya dari jauh-jauh hari. Tiap pulang sekolah, aku mencari-cari tempat makan malam yang cocok untukku dengannya. Akhirnya temanku merekomendasikan sebuah tempat yang menurutku benar-benar romantis.


    Dan hari ini lah waktunya. Akan tetapi semuanya berantakan. Hari ini menjadi hari yang sangat menyebalkan untukku. Aku benar-benar benci hari ini. Aku berharap ini mimpi dan tidak benar-benar terjadi. Sungguh, aku tidak mau kejadian ini terjadi hari ini ! ini seperti mimpi buruk di siang bolong. Entah apa yang ada difikiranku saat dia mengatakan itu padaku. Marah, kesal, sedih, semua jadi satu. Rasanya kemarahanku dan kekesalanku sudah mencapai titik puncak. Semua yang awalnya baik-baik saja, kini menjadi hacur berantakan. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi padaku ??? aku benar-benar mencintai dan menyayanginya. Tapi mengapa dia memutuskan hubungan ini di saat hari jadi kita yang   pertama ? kemarin aku dengan dia baik-baik saja. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar hebat.          

      Baru saja kemarin dia mengatakan kalau dia sangat menyangiku. Tetapi apa yang dia ungkapkan kemarin seperti tak ada artinya. Aku benar-benar tidak terima dia memutuskan hubungan ini tanpa alasan yang jelas. Hari ini aku mengajaknya untuk membicarakan hal ini di taman dekat kampus ku. Dia pun tak menolaknya. Hari ini sepertinya tak ada gairah untukku pergi keluar rumah. Tetapi demi mendapatkan alasan yang tepat mengenai keputusannya, akhirnya aku segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Dengan pakaian yang asal kuambil dari lemari, rambut yang ku sisir asal, dan wajah yang tak ber make up sama sekali. Sangat-sangat tak ada gairah untuk berpenampilan rapih seperti biasa. Sampai-sampai aku pun tak sadar kalau sepatu yang aku kenakan berbeda model dan warna. Ketika aku keluar dari kamar, semua orang yang berada diruang tengah pun memperhatikanku yang berbeda dari sebelumnya. Sampai-sampai adikku yang masih berumur 5thn mengatakan kalau aku mirip badut yang berada di film kartun kesukaannya.


       Aku pun tak menanggapi apa yang mereka katakan tentangku hari ini. Mamahku pun menghampiriku dan mengatakan “kamu lagi sakit Mey?”. Dalam hati aku menjawab “iya sakit hati, karna di putusin orang yang aku sayang”. Melihatku hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaannya, mamahku pun menarik tanganku dan menyuruhku duduk di sofa.


 Papahku yang hari ini libur bekerja, berniat untuk mengantarku pergi kekampus. Melihat kondisi ku yang tak seperti biasanya, mamah dan papahku khawatir jika membiarkanku pergi kekampus sendirian. Papahku bertanya “kamu kenapa sih Mey ? sakit ? kalau sakit mending ga usah ke kampus”. Dengan lesunya, aku menjawab “Gak kok Pah. Mey gak apa-apa”.


         Mamahku beranjak dari sofa dan masuk kedalam kamarku. Keluar dari kamar, ternyata mamahku membawa kaca mata dan sisir. Mungkin karna rambutku yang sangat berantakan hingga akhirnya mamahku merapihkan rambutku layaknya seperti anak SD yang hendak berangkat sekolah. Ada sedikit perasaan malu pada diriku sendiri dan adikku. Karena sudah sebesar ini aku tidak bisa merawat diri hanya karna diputusin oleh pacarku. Akupun mengambil sisir itu dan merapihkan rambutku sendiri. Karena saking tidak fokusnya, aku sampai lupa membawa kaca mataku.

    Kaca mata adalah barang mutlak yang harus aku bawa. Karena tanpa kaca mata aku tidak bisa beraktifitas dengan baik. Aku langsung memeluk mamahku yang sangat perhatian pada ku. Setelah semuanya rapih, aku langsung berpamitan untuk pergi ke kampus. Aku pergi ke kampus menggunakan sepeda motor kesayanganku yang di berikan Oma saat ulang tahunku yang ke 17.


        Beberapa saat kemudian, aku sampai di kampus. Tanpa berlama-lama aku langsung pergi ke taman untuk menemui Boy. Ya, Boy lah nama orang yang aku sayangi. Dia yang sudah menemani hari-hariku selama 1 tahun ini. Tetapi dia juga yang membuat hariku saat ini menjadi hancur berantakan. Dari sudut kanan taman, aku sudah melihat Boy dari kejauhan. Aku tidak tau, apa aku sanggup untuk berbicara pada seseorang yang akan berhenti menyayangiku. Aku berharap ini mimpi. Langkah demi langkah aku berjalan menghampiri Boy. Dan akhirnya, Boy melihatku yang saat itu langsung duduk disampingnya. Aku tak berani menatapnya. Pandanganku hanya lurus kedepan. Aku sadar saat ini Boy sedang menatapku. Tetapi sedikitpun aku tak berani menoleh kearahnya.


        Waktu sudah berjalan 15 menit. Dan selama 15 menit tak ada pembicaraan diantara kita. Dengan gugupnya dan dengan perasaan terpaksa, aku pun memulainya “Boy”. Dengan suaranya yang lembut, Boy pun menoleh kearahku dan menjawab “iya”. Tanpa membuang-buang waktu, aku langsung masuk kedalam inti pembicaraan “kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku? Apa alasannya ?”. dengan tenangnya, Boy menjawab

     “sebelumnya aku minta maaf Mey. Aku benar-benar sangat terpaksa melakukan hal ini. Ini bukan kemauanku. Tetapi ini demi kebaikan kita. Kita berbeda kebudayaan Mey. Sejak awal aku bertemu kamu, aku berharap aku tidak akan menyukaimu. Tetapi semuanya berbalik. Aku bukan hanya menyukaimu. Tetapi aku sudah menyayangimu”. Mata ku sudah berkaca-kaca mendengar semua ucapan dari Boy. Aku masih belum menemui jawaban mengapa dia memutuskan hubungan ini setelah setahun pacaran. Aku pun bertanya lagi “jadi apa alasannya?”. Sambil menghela nafas, Boy kembali menjelaskan alasannya dia memutuskan hubungannya denganku “keluargaku belum bisa menerima adat istiadatmu yang merupakan keturunan
Tionghoa.


       Menurut keluarga besarku, hubungan yang didasarkan dari perbedaan kebudayaan, tidak akan berjalan baik. Jadi daripada aku memaksakan ke egoisanku untuk mempertahankan hubungan yang tidak di restui oleh orang tua, lebih baik aku memutuskannya sekarang sebelum semuanya terlambat dan perasaanku berubah menjadi cinta”. Kali ini air mataku sudah benar-benar jatuh membasahi pipiku. Aku tak menyangka kebudayaanlah yang telah menjadi penyebabnya. Aku tak menjawab apapun. Aku masih terdiam dalam perasaanku yang tercampur aduk.


Aku tertunduk sambil menahan air mata ku yang semakin lama semakin deras membasaki pipiku. Tiba-tiba Boy mengangkat wajahku yang sejak tadi tertunduk. Boy menghadapkan wajahku dengannya. Tetapi aku tetap tidak kuasa melihat mata seseorang yang aku sayangi. Boy menghapus air mataku dengan tangannya yang lembut. Tetapi aku menahan tangannya. aku mengatakan padanya


      “jangan, jangan di hapus. Biarkan air mata ini meringankan kesedihanku. Saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa aku lakukan hanya menangis. Kerena dengan inilah bebanku bisa sedikit berkurang. Aku tidak akan memintamu untuk kembali padaku. Karena aku tidak mau, kamu kembali padaku hanya karna kasihan melihatku yang masih sangat menyayangimu. Mungkin aku butuh waktu untuk menyembuhkan lukaku. Tetapi aku yakin, suatu saat aku pasti bisa bangkit dari kesedihan yang aku rasakan saat ini. Aku hanya ingin berterima kasih padamu karena telah menjadi bagian dari hidupku selama setahun ini. Kamu telah menuliskan bait-bait keindahan dalam hatiku. Meski menghapus itu semua tidak semudah menghapus tulisan dalam kertas.


Tetapi aku yakin dengan bersih aku akan menghapus namamu dalam hatiku”. Mendengar semua yang dikatakan oleh Mey, Boy tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Boy hanya memberikan secarik kertas untuk Mey. Mey pun membuka kertas itu. Dan ternyata kertas itu berisi gambar mereka saat mereka bertemu pertama kali ditaman ini. Boy pun mengatakan “kamu ingat ketika pertama kali kita bertemu. Kita bertemu tepat hari ini dan ditempat ini pula.

 Dan sejak kita sedang berkenalan di bangku yang saat ini kita duduki bersama, ada seorang pelukis cilik yang menggambar sketsa wajah kita di depan pohon itu. Tanpa kamu ketahui, aku meminta gambar itu pada pelukis cilik itu. Dia pun memberikannya denga syarat aku memberikan jaket yang aku pakai saat itu.


Dan asal kamu tau, itu adalah jaket kesayanganku. Jaket yang di berikan mendiang nenekku seminggu sebelum dia wafat. Tetapi aku berani memberikannya hanya untuk mendapatkan gambar itu. Dan aku pernah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku akan memberikan gambar itu untukmu pada saat hari jadi kita yang ke 1 tahun. Anggaplah ini kenang-kenangan dariku. Tolong di simpan. Dan aku harap jangan pernah kamu membuangnya”. Mey mengamati setiap coretan pensil yang terlukis dalam sketsa wajahnya dan Boy.


Tetapi seketika, aku mengembalikan gambar itu pada Boy. Boy pun memohon padaku untuk tidak mengembalikannya lagi. Boy berkata “aku tau, kamu pasti saat ini membeci ku karena keputusanku saat ini. Tetapi aku mohon, simpan gambar ini sebagai kenangan-kenangan dariku. Sebenci apapun kamu, aku mohon jangan pernah membuang kertas itu. Jangan pernah merobeknya dan jangan pernah merusaknya”. Aku merasa ucapan Boy saat itu benar-benar sangat tulus. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk menerimanya dan berjanji akan terus menjaga gambar itu. Ketika aku hendak pergi dari taman itu, Boy menarik tanganku dan langsung memelukku.

 Entah apa yang aku rasakan, tak ada lagi rasa benci dalam hatiku saat Boy memelukku dengan eratnya. Aku merasa kalau Boy benar-benar mencintaiku dan tidak mau kehilanganku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda saat Boy memelukku.


        Hatiku berkata ada sesuatu yang sedang ditutupi dari Boy. Entah mengapa, aku begitu yakin. Sesuatu itu yang membuat Boy memutuskan hubungannya denganku. Tetapi ya sudahlah, mungkin aku dengan Boy tidak di takdirkan untuk bersama. Setelah beberapa saat kemudian, Boy melepaskan pelukannya padaku. Dan aku merasakan sesuatu yang ganjil lagi saat dia melepaskan pelukannya. Aku merasakan,kalau ini akan menjadi pelukan yang terakhir.

Ya, ini akan menjadi pelukan yang terakhir. Ya Tuhan, apa yang sedang aku fikirkan. Mungkin ini karena aku terlalu mencintainya sehingga aku memikirkan apa yang tidak harus aku fikirkan. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Saat aku perhatikan wajahnya, Boy sangat berbeda. Dia terlihat pucat. Tetapi aku tidak akan bertanya padanya. Aku pun langsung berpamitan pada Boy karena satu jam lagi kelasku akan dimulai. Boy pun mengatakan sebelum aku pergi “aku pamit”. Dan aku hanya menjawabnya singkat “iya”. Kami berdua pun pulang berbeda arah. Aku pergi memasuki kampus. Dan Boy pergi menuju mobilnya.



       Di dalam mobilnya, ternyata Boy tidak meyetir mobil sendiri seperti biasa. Dia diantar oleh supirnya. Ketika memasuki mobilnya, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan pandangannya seperti kabur. Dia tidak dapat melihat dengan jelas. Supir yang sedang bersamanya pun bingung harus bagaimana. Akhirnya supirnya membawa Boy ke rumahnya. Setelah sampai dirumahnya, supirnya langsung memanggil asisten rumah tangga yang lainnya untuk membantunya memopong Boy masuk kedalam kamarnya. Mamahnya Boy yang saat itu sedang berada diruang tamupun langsung panik melihat kondisi anaknya yang kembali ngedrop. Mamahnya pun menyuruh supirnya untuk membawa masuk Boy kedalam kamarnya. Lalu mamahnya Boy langsung menelepon dokter yang biasa menangani Boy.


Beberapa jam kemudian, dokterpun sampai dirumah Boy. Dokter langsung memeriksa keadaan Boy. Sungguh sangat mengejutkan, Boy yang selama ini mengidap sakit Kanker Otak memasuki stadium akhir. Ini benar-benar sangat cepat dari perkiraan dokter sebelumnya.



      Kondisi fisik Boy yang memang lemah juga sangat mempengaruhi tingkat perkembangan penyakit Boy. Dokter meyarankan agar keluarga membawa Boy ke rumaah sakit. Karena peralatan dirumah sakit jauh lebih lengkap. Tanpa berlama-lama Boy langsung di bawa kerumah sakit menggunakan ambulance. Boy yang juga mempunyai penyakit jantung, saat itu dadanya juga mulai agak sesak. Dan pernafasan Boy di bantu oleh tabung oksigen dan berbagai alat medis yang menempel di dadanya. Namun saat perjalanan menuju rumah sakit, kondisi Boy semakin menurun. Dadanya semakin tak kuat untuk membantunya bernafas. Dia terus-terusan memanggil-manggil nama Mey. Air mata mamahnya Boy tak kuat menahan kesedihannya melihat anaknya yang sedang melawan penyakitnya. Sepanjang perjalanan Boy hanya menyebut nama Mey.


Dokter pun menyarankan untuk membawa Mey kerumah sakit. Siapa tau dengan adanya Mey, kondisi Boy akan kembali membaik. Tetapi mamahnya Boy tidak tau siapa itu Mey. Lalu supir yang tadi menemani Boy, teringat akan sosok gadis yang tadi berbicara pada Boy. Supirnya itu yang juga ikut di dalam ambulance mengatakan pada mamahnya Boy “maaf bu, mungkin yang di maksud tuan Boy itu adalah gadis yang tadi dia temui di taman”. Mamahnya Boy pun menjawab “ya sudah, setelah sampai dirumah sakit, kamu antar saya menemui gadis itu”. Supirpun hanya mengangguk. Tak lama kemudian, mereka pun sampai dirumah sakit. Boy langsung di bawa pihak rumah sakit keruang ICU. Kondisinya sudah benar-benar kritis.


Mamahnya dan supirnya langsung pergi menuju taman yang dimaksud supir. Lalu tak lama kemudian, mereka berdua sampai ditaman itu. Dengn perasaan yang sedang panic, mamahnya Boy sibuk mencari gadis yang dimaksud supirnya nya itu. Lalu mamahnya Boy berkata “mana gadis itu?”. Supirnya pun menjawab “mungkin gadis yang ditemui oleh tuan Boy itu kuliah di kampus itu bu”. Akhirnya mereka berdua pun menunggu Mey di taman itu.


     Hemm, sepertinya dosen tidak dating hari ini. Seharusnya kelas dimulai sejak 15 menit yang lalu. Di dalam kelas, aku terus memikirkan tingkah laku Boy yang berubah drastis. Aku tidak habis fikir, kemarin kita masih bercanda-canda. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar. Bahkan aku rasa, dia kemarin sangat-sangat romantic dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tetapi mengapa hari ini dia memutuskan hubungan tanpa alasan yang masuk akal. Apa yang sebenarnya terjadi? Banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin aku tanyakan padanya.

 Tetapi aku tidak kuasa berlama-lama berhadapan dengannya. Tuhan, aku masih sangat menyayanginya. Dia orang yang selama ini memberikan warna yang indah dalam hidupku. Aku mecintainya dan tak mau kehilangannya. Aku harap ini benar-benar mimpi. Jika ini mimpi, aku ingin cepat-cepat bangun dari mimpi buruk ini. Aku masih teringat sebulan yang lalu saat hari ulang tahunku. Dia menyiapkan kejutan untukku. Dan bagiku itu adalah perayaan ulang tahun yang terindah selama aku hidup.
     

 Ada pesta kembang api, dinner romantis, dan kalung itu. Dan aku masih ingat ketika kita pergi ke sebuah pantai daerah bandung, malam harinya aku dan dia sama-sama berjanji untuk tetap setia, dan menjaga hubungan ini sebaik-baiknya. Dia juga pernah mengatakan untuk saling terbuka satu sama lain. Bila ada masalah harus di bicarakan berdua agar tidak ada kesalahpahaman antara kita. Tetapi apa yang dia ucapkan, dia ingkari sendiri. Tanpa ada pembicaraan apapun, dia langsung memutuskan hubungan ini. Ketika aku sedang memikirikan Boy, tiba-tiba teman kampusku dating dan mengatakan kalau dosen hari ini tidak dating.


Dan tanpa berlama-lama, aku pun langsung keluar kelas dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, terlebih dahulu, aku pergi ke kantin kampus untuk membeli minuman. Tak sengaja aku lihat foto itu ketika aku henak membayar minuman itu. Yaa, foto yang mungkin membuatku tambah sakit hati. Fotoku bersama Boy yang terpampang di dalam dompetku. Entah mengapa kakiku menjadi lemas dan tak kuasa untuk berdiri. Aku pun duduk sebentar di kantin. Aku memperhatikan foto itu dalam-dalam. Aku perhatikan setiap lekuk wajah Boy dalam foto itu. Aku merasa sangat aneh. Aku merasa saat ini Boy sedang memanggil-manggil namaku.


Aku merasa Boy saat ini sedang membutuhkanku. Ah tetapi mana mungkin, baru tadi pagi aku bertemu dengannya. Dia tidak terlihat sedang membutuhkanku. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Sudah sekitar 10 menit aku terduduk di kantin. Aku rasa, aku sudah bisa berdiri dengan kuat. Dan aku keluar dari kantin dan memutuskan untuk pulang kerumah. Ketika aku keluar dari kampus, sepertinya ada seseorang yang memanggil-manggil namaku. Aku berhenti sejenak, dan menoleh kesegala arah untuk melihat panggilan itu.

Dan ternyata benar, ada seorang laki-laki dan perempuan yang memanggilku di taman samping kampus ku. Akupun menghampirinya. Wanita itu bertanya padaku “nama kamu Mey ya?”. Aku heran, mengapa wanita itu kenal dengan ku. Lalu laki-laki yang berada disamping wanita itu mengatakan “nah ini bu yang tadi ngobrol sama Tuan Boy di taman ini. Saya masih ingat dengan wajahnya yang oriental”. Ah laki-laki itu menyebut nama Boy.

 Sebenarnya wanita ini dan laki-laki disebelahnya itu siapa? Mengapa dia mengenal Boy dan aku ?. wanita itu mungkin tau, kalau aku sedang bingung memikirkan mereka yang tiba-tiba saja mengenaliku. Lalu wanita itu menyuruhku duduk dan menjelaskan semuanya “saya ini mamahnya Boy”. Aku pun kaget, ternyata saat ini aku sedang berbicara dengan mamahnya Boy. Ada sedikit perasaan takut dalam dirikiku. Apa dia menemuiku untuk menyuruhku menjauhi Boy karena perbedaan Budaya itu. Lalu aku pun menjawabnya “ada apa ya tante menemui saya?”.
     

Mamahnya Boy pun menjawab dengan mata yang berkaca-kaca “apa kamu pacarnya Boy?”. Aduh aku bingung harus menjawab apa. Sambil menghela nafas, aku berkata yang sebenarnya “saya memang pernah berpacaran dengan Boy. Tetapi tadi pagi tiba-tiba Boy memutuskan hubungan ini”. Hal yang benar-benar tak ku sangka, mamahnya Boy langsung memelukku.

Aku tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi. Aku pun kembali bertanya “sebenarnya ada apa ya tante?”. Mamahnya Boy melepaskan pelukannya padaku dan berkata “kamu harus ikut tante sekarang kerumah sakit”. Apa? Rumah sakit? Siapa yang sakit? Itulah pertanyaan yang ada dalam fikiranku. Ketika aku hendak menjawab, tiba-tiba mamahnya Boy langsung menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam taxi.


Aku hanya bisa terdiam dan sebenarnya banyak pertanyaan yang masih ada dalam otakku. Tetapi aku lebih memilih diam dan tidak bertanya apapun. Aku yakin pasti nanti ada jawabannya. Di dalam taxi, mamahnya Boy terus memegang tanganku dengan erat dengan sesekali dia menghapus air matanya. Tiba-tiba aku langsung berfikir “ada apa dengan Boy? Apa dia yang sakit? Apa kecelakaan? Oh Tuhan semoga ini salah”. Setelah sampai rumah sakit, aku langsung dibawa oleh mamanya Boy ke lantai 4 dan langkah kakinya membawaku kedepan ruang ICU.

Aku pun melihat seseorang yang berada dalam ruang ICU itu lewat jendela kecil yang berada di dekat pintu. Ya Allah, itu Boy. Dia yang ada didalam ruang ICU itu. Kakiku langsung lemas dan tak kuat untuk berdiri. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Sebenarnya apa yang terjadi pada Boy? Mengapa dia terbaring didalam ruang ICU ?. mamahnya Boy pun mengangkatku yang saat itu sedang terduduk lemas di depan pintu ruang ICU.
       

 Perlahan-lahan mamahnya Boy mulai menjelaskannya tentang apa yang sebenarnya terjadi “Mey, selama ini Boy sakit. Dia sakit Kanker Otak sejak 15 Bulan yang lalu (1,5 tahun). Kondisi fisiknya yang lemah membuat kesehatannya semakin menurun. Tetapi sejak setahun belakangan ini, kondisinya mulai membaik. Dan tante yakin ini semua karena kamu. Kamu yang membuat Boy kuat menjalani sakit yang di deritanya. Sejak dia di vonis dokter terkena kanker otak, dia selalu murung dan tidak pernah tersenyum.
       
Tetapi sejak setahun belakangan ini, dia kembali menjadi Boy yang dulu. Boy yang ceria dan penuh semangat. Bahkan dia rutin menjalani kemoterapi yang sebelumnya tidak mau dia jalani. Dan tante juga yakin, kalau dia melakukan hanya untuk kamu. Alasan dia untuk sembuh dan tetap hidup adalah kamu Mey.
     

Maaf kalau baru kali tante mengenal kamu. Karena memang, Boy tidak pernah menceritakan sosok kamu kepada tante”. Ya Allah, kini baru terjawab semua pertanyaan ku. Inilah yang membuat Boy memutuskan hubunganku dengannya. alasan perbedaan kebudayaan dan terganjalnya restu orang tua itu hanyalah kebohongan untuk menutupi alasan yang sebenarnya. Tetapi mengapa dia tidak mau terbuka tentang penyakitnya padaku? Harusnya jika dia menganggapku sebagai pacarnya, dia pasti menceritakannya.
     

 Ketika aku sedang berbicara pada mamahnya Boy, tiba-tiba dokter keluar dari ruang ICU dan menyuruh semua orang terdekat Boy untuk masuk ke dalam ruang ICU. Perasaanku semakin takut. Aku takut kehilangannya. Aku, mamahnya Boy, dan papahnya Boy yang baru saja datangpun langsung masuk kedalam ruang ICU dengan menggunakan baju khusus. Semuanya menangis didalam sana termasuk aku.
     

Dokter mengatakan kalau Boy yang juga mempunyai penyakit jantungpun sudah benar-benar dalam keadaan kritis. Harapannya untuk hidup sangatlah sedikit. Ya Allah tolong lindungi Boy. Berilah keselamatan untuknya. Semakin lama semakin menurun kondisi kesehatan Boy. Dan sampai akhirnya, detak jantung yang terbantu melalui alat medispun terhenti. Boy telah meninggal dunia di hari jadiku dengannya yang pertama.
     
   Aku benar-benar tak menyangka ini juga akan menjadi hari terakhirku bersamanya. Semua orang yang berada diruang ICU ,menangis. Aku benar-benar tak menyangka, pertemuanku tadi pagi dengannya dan pelukannya pagi itu adalah ucapan selamat tinggal untuk selama-lamanya. Dalam hati aku mengatakan sambil meneteskan air mata dan memegang tangan jenazah Boy “Boy, selamanya kamu akan tetap berada di hatiku. Meskipun ragamu kini sudah tiada, tetapi kenanganmu akan selalu abadi dalam hati dan fikiranku. Bagiku, kamu tidak akan pernah pergi. Kamu selalu ada didalam hatiku”.

TAMAT
---------------------------------------------------------------------------------------------------
PROFIL PENULIS
Nama : Risdatul Zulfiah
TTL : Jakarta, 06 Juli 1996
Alamat : Jln Lap. Roos Barat 4, Bukit duri jakarta selatan
http://storyspeaks.blogspot.com/2013/06/cerpen-remaja-hari-jadiku-yang-pertama.html

Novel Unforgiven Hero 1

Posted by Heka Ardian Wednesday, April 10, 2013 1 comments

<< = Sebelumnya

Kelihatannya seseorang berusaha meletakkan pot-pot mungil berisi bunga mawar untuk menutupi pagar jelek yang menyedihkan di depan rumah itu. Ketika Rafael mengucapkan permisi didepan pintu, seorang gadis remaja, mungkin usianya beberapa tahun di bawahnya muncul di ruang tamu dan menatapnya curiga. Gadis itu cantik, itu yang Rafael pikirkan pertama kali melihatnya.

Cantik, dengan tatapan mata yang cerdas, dan meskipun hanya berpakaian sederhana, tetap saja tidak bisa menahan keterpesonaan Rafael. "Siapa?" tanya gadis itu hati-hati. Rafael memasang senyumnya yang paling mempesona, selama ini banyak perempuan yang mengejarnya. Dia tidak pernah meragukan pesonanya. "Saya Rafael Alexander, maaf saya baru bisa kemari. Saya baru pulang dari Singapura setelah menjalani perawatan medis karena luka setelah kecelakaan itu."

Setelah kalimat itu, Rafael bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi. Yang bisa diingatnya adalah jeritan histeris penuh kemarahan sang gadis, tetangga-tetangga yang berdatangan untuk memisahkan mereka karena sang gadis tiba-tiba menyerangnya dengan tamparan bertubi-tubi. Bunga-bunga berserakan dihancurkan, dan ancaman penuh kebencian keluar dari gadis kecil itu.

"Jangan pernah kau menampakkan wajahmu di muka kami!, Kau manusia hina yang bersembunyi di balik kekuasaan ayahmu, manusia pengecut, tidak bertanggung jawab!! Kau pikir nyawa manusia bisa diganti semudah itu dengan uang? Kami memang miskin, tapi kami punya harga diri!! Jadi sebelum kau bisa menunjukkan kalau kau punya harga diri, jangan berani-berani menunjukkan mukamu di depan kami!!!" Hari itu, Rafael diberitahu oleh seorang tetangga, sang ibu yang jatuh sakit karena tak kuat menahan kepedihan, meninggal semalam dalam kondisi sakit parah, menyusul ayahnya.

Hari itu, Rafael menyadari, bahwa perbuatannya telah menghancurkan hidup sebuah keluarga. "Mereka sama sekali tidak mau menerima uang tunjangan dari keluarga ini, itulah yang mengganjal di hati mama." sang mama menatap Rafael sedih. "Gadis itu membenciku Ma, baru kali ini aku menerima tatapan kebencian seperti itu." Rafael masih terpekur shock dengan kejadian yang baru di alaminya. Sang mama hanya menatapnya sedih, "Gadis itu kehilangan ayahnya dengan tragis, dan ibunya pula, apalagi yang bisa dilakukannya selain menumpahkan kebencian kepadamu, penyebab semua ini?" "Dia sebatang kara, dan dia tidak mau menerima bantuan dari kita, lalu Rafael harus berbuat apa,Ma?" Mamanya menatap Rafael dengan kebijaksanaan yang diperolehnya

dari pengalaman hidupnya bertahun-tahun, "Mungkin kau harus memulainya dari dirimu sendiri dulu Rafael..." ***

"Mau sampai kapan kita parkir disini? gadis itu sudah pergi sejak tadi," suara Victoria memecahkan keheningan, hampir membuat Rafael berjingkat karena kaget. "Melamun lagi ya? Akhir-akhir ini kebiasaanmu melamun semakin parah." Rafael menarik napas lalu memundurkan mobilnya keluar dari parkiran, "Thank's sudah menemaniku menunggu dia," Victoria menatap kakaknya seksama, lalu tatapannya berubah penuh sayang. Kejadian kecelakaan itu sudah lama, tetapi kakaknya menanggung beban rasa berdosa itu di pundaknya tanpa henti. Hingga seolah-olah Rafael sudah lupa bagaimana caranya tersenyum. "Aku sayang padamu kak, aku tidak tahan kalo kamu terus-terusan

dalam kondisi seperti ini." Rafael terdiam, tidak menanggapi. "Dia sudah lulus kuliah, nilainya bagus, dia pasti akan diterima di perusahaan yang juga telah susah payah kamu siapkan untuknya." Victoria menatap Rafael penuh arti, lalu mendesah ketika Rafael tidak mengatakan apa-apa, "Bukankah ini waktunya kamu berhenti?" "Berhenti apa?" "Berhenti memikul tanggung jawab ini seolah-olah kamu tidak akan pernah termaafkan.

" Cengkeraman Rafael di roda kemudi semakin erat, "Aku memang tidak akan pernah termaafkan." "Kejadian itu sudah lama berlalu, gadis itu bahkan mungkin sudah kehilangan kesedihannya dan menjalani hidup dengan bahagia...." Rafael mengernyit menggelengkan kepala, membantah apapun yang berusaha diucapkan oleh adiknya. "Tidak. Aku yang merenggut semua kebahagiaannya. Sebelum semua bisa aku kembalikan kepadanya dalam kondisi utuh, aku tidak akan berhenti."

Novel Unforgiven hero

Posted by Heka Ardian 0 comments
Selamat sore menjelang pagi ini sahabat cimotivator, hehe rada ngelantur. Sabahat pecinta novel? atau sahabat senang dengan cerita-cerita tentang kehidupan remaja kisah cinta, hingga  kisah hidup pribadi mereka. Nha, jika pada artikel-artikel sebelumnya saya sempat mempublikasikan beberapa artikel tentang cerita cinta remaja dan kebanyakan beralur sedih pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan post sebuah novel yang berjudul unforgiven hero karya santy agatha yang mana beliau adalah novelis asal bandung jawa barat.

Sesuai novel-novel kebanyakan rata-rata sangat panjang untuk itu saya membaginya dalam beberapa postingan-postingan yang berkelanjutan, nanti akan saya berikan pula tanda halam sebelumnya mana dan halaman berikutnya yang mana.

Saya telah mendapat ijin buat menshare novel tersebut dari staf SANTY AGATHA karena tujuan saya tidak lain hanya sebagai sumber bacaan yang bermanfaat. Sekilas membaca novel ini memang menurut saya patut di baca. Oh iya, ada BB+ nya sedikit jadi di mohon bagi sahabat pembaca yang masih di bawah 17 tahun untuk tidak membaca artikel tersebut. Langsung saja berikut  bab pertamanya.

JUDUL    : UNFORGIVEN HERO
By            : SHANTY AGATHA
Fanpage : https://www.facebook.com/pages/Santhy-Agatha/498868210157756

______________________________________________

BAB 1.


"Kamu sangat menyedihkan", Victoria menoleh ke laki-laki di sebelahnya, yang kebetulan kakaknya. "Bukan urusanmu." Victoria mendengus lalu menyesap minuman kalengnya dan meletakkannya di dasbor mobil. "Sampai kapan kamu mau begini terus? sampai dia menjadi nenek-nenek dan tetap tidak menyadari keberadaanmu?" "Sttt." Rafael bahkan tidak menoleh ke wajah adiknya yang duduk di sebelahnya, tatapannya lurus ke depan, ke pintu keluar sebuah gerbang kampus. Tak lama sosok yang dicarinya itu keluar, dengan senyum manis yang sudah di hapalnya, sedang bercanda bersama teman-temannya. "Dia tersenyum." gumam Rafael lega.

"Tentu saja dia tersenyum, dia berhasil lulus dengan predikat cum laude", tukas Victoria dengan gusar, "Dan itu karena siapa coba?" "Aku tidak mau membahasnya...." "Karena kamu! Semua karena perjuanganmu." Victoria tidak mempedulikan peringatan kakaknya dan terus melanjutkan. "Dan sekarang kamu bahkan tidak bisa memberi selamat kepadanya, malah mengintip dari jauh seperti ini. Benar-benar menyedihkan!" Rafael terus menatap sosok itu sampai menjauh, menghilang di dalam angkutan umum yang dikendarainya. “Dia bahkan masih naik angkutan umum, Aku harus mengusahakan kendaraan untuknya. Supaya dia tidak perlu capek berpanas-panasan naik angkutan umum lagi." Perkataan itu semakin membuat Victoria gusar karena kakaknya itu tidak memperhatikan kata-katanya.

"Kamu menyedihkan, sampai kapan kamu menghukum diri sendiri seperti ini?" Sepi. Tampaknya Rafael mengganggap pertanyaan Victoria itu tidak perlu dijawab. Dua kakak beradik itu terdiam di dalam mobil mewah yang sengaja di parkir agak jauh dari kampus, agar tidak mencolok. Rafael sibuk dengan pikirannya sendiri, pikirannya melayang ke masa sepuluh tahun lalu, saat usianya masih 18 tahun. Kaya, tampan, punya kuasa, dan tidak tahu tentang rasa tanggung jawab........ ***

10 tahun yang lalu,,,,,,,, "Ini mobil hadiah ulang tahunku, baru ada dua di negara ini.“ gumam Rafael bangga pada teman-temannya waktu itu. Semua temannya mengagumi mobil sport warna merah yang diparkir Rafael di lapangan itu. "Gila Raf, mobil ini enak sekali dibawa ngebut!", seru salah satu temannya.

"Tentu saja, namanya juga mobil sport." "C'mon Let's try." seru salah seorang temannya yang lain. Rafael tertawa bangga dengan kesombongan masa mudanya waktu itu. Malam itu mereka mabuk-mabukkan dan berpesta pora. Dan malam itu pula Rafael belajar bahwa kesenangan sesaat kadangkala bisa merenggut nyawa orang yang tidak bersalah. Mobil yang dia kendarai dalam keadaan mabuk, menabrak sebuah taksi yang berjalan pelan di jalur berlawanan. Pengemudi taksi itu, lelaki tua yang tidak tahu apa-apa, tewas seketika. Tentu saja semua permasalahan dapat dibereskan dengan cepat. Ayah Rafael adalah pengusaha yang sangat berpengaruh karena harta dan kekuasaannya yang melimpah. Tidak ada yang mempermasalahkan kenapa Rafael mengendarai

kendaraannya dalam kondisi mabuk berat, uang jaminan sudah disiapkan. Rafael sendiri waktu itu lebih mencemaskan keadaannya daripada memikirkan supir taksi tua yang tewas itu. Toh supir taksi itu lebih beruntung langsung tewas, tidak merasakan sakit seperti dirinya. Limpanya terbentur keras, bengkak, sehingga memerlukan perawatan dan pengobatan khusus, dan rasa sakitnya sungguh tidak terkira. Bahkan Rafael sempat menyalahkan supir taksi yang menurutnya kurang ajar. Kenapa bisa ada di jalan yang berlawanan dengan dirinya sehingga membuatnya tertabrak. Semua permasalahan dibereskan dengan cepat oleh ayahnya. Rafael langsung di kirim ke Singapura untuk menjalani pengobatan. Sampai 6 bulan kemudian setelah kecelakaan itu, dia pulang ke Indonesia. Mamanya, seorang perempuan Spanyol yang sudah tinggal di negara ini sejak menikah dengan Ayah Rafael, mengingatkannya, "Kau tidak pernah ingin tahu tentang mereka?" tanya mamanya waktu itu.

Rafael yang saat itu merasa bosan karena masih harus beristirahat di rumah dan tidak bisa keluar rumah menatap mamanya dengan marah, 'Buat apa ma?, Bukankah papa sudah memberikan tunjangan yang sepadan buat mereka? Mungkin malahan lebih banyak dari yang bisa dihasilkan supir taksi itu ketika dia hidup". Kesombongan membuat suaranya terdengar keras. Sang mama menggelengkan kepalanya," Supir taksi itu memiliki isteri yang berduka dan seorang anak yang masih membutuhkan biaya sekolah. Apakah kamu tidak menyesal atas kehilangan yang dialami anak kecil itu, Rafael?" Rafael merasa terganggu mendengar ucapan mamanya, "Sebenarnya apa yang mama inginkan dari Rafael?" "Mama hanya ingin merasa sedikit lega, mama ingin kamu kesana dan meminta maaf langsung. Bahkan selama ini hanya pegawai papa yang

datang kesana dan mengurus semuanya." Rafael mencibir, "Mereka itu keluarga miskin, kalau Rafael datang kesana dan menunjukkan penyesalan, mungkin mereka akan meminta tambahan tunjangan lagi." "Kalau begitu beri saja. Kau sudah mengambil nyawa seorang ayah Rafael. Berapapun harta yang kau berikan, itu tak akan tergantikan." Dan datanglah Rafael keesokan harinya, dengan diantarkan sopir dalam mobil mewah. Tentu saja tak lupa membawa buket bunga di tangannya. Ternyata mobil tidak bisa masuk ke kompleks itu, Rafael masih harus berjalan melewati gang sempit dan rumah-rumah tak terurus dengan bau yang mengganggu indra penciumannya. Dengan jijik dipandanginya lumpur di sepatu mahalnya, dia akan membuang sepatu ini, putusnya jengkel. Rumah itu sederhana, terletak di ujung gang, tetapi tampak paling bersih di antara semua rumah yang berdesak-desakan di sana.

Kisah Sedih remaja :: Separuh jantungku Untukmu

Posted by Heka Ardian Saturday, April 6, 2013 0 comments
Hari ini adalah hari selasa,tepat dimana hari yang paling kubenci,sebab hari tersebut adalah hari yang selalu dipenuhi dengan berbagai kesialan bagi diriku,terutama disekolah.

Aku memakai motor kesekolah dan setibanya disekolah seperti biasa ku selalu terlambat,ketika itu ku pun berlari menuju kelas yang terletak agak jauh dari tempat parkiran,setibanya dikelas ku diusir keluar oleh guru yang mengajar karena terlambat serta tidak membawa izin masuk dari piket,lalu kupun meminta sebuah lembar kertas yang berisikan tanda tangan serta izin masuk,yaAh,meskipun sudah seperti biasanya hari-hari yang telah ku lalui.

Setelah itu akupun masuk kedalam kelas,dan seperti biasanya juga,semua bangku telah terisi punuh hingga akhirnya ku duduk dimeja yang terletak didepan guru,meskipun ku tak pernah menyukai hal tersebut.

Ketika itu guru sedang menerangkan pelajaran didepan,karena terasa mengantuk sekali ku pun tertidur,tiba-tiba sebuah penghapus papan tulis melayang dan mendarat tepat dikepalaku.
‘’akupun terkejut dan tanpa sadar mengatakan ‘’aduh,,sakit..

Suara yang menggelegar pun terdengar dari depan :eEhh,kamu ,,jika kamu ingin tidur jangan disini,atau kamu keluar saja.

Suara tersebut terdengar dengan diikuti suara tawa dalam jumlah yang banyak yang dapat membunuh jiwa ku.

Kemudian ku hanya dapat menjawab dengan wajah yang lugu :maAf buk,saya takkan mengulanginya lagi.aku pun baru sadar bahwa hari ini adalah hari kesialan ku yang bertubi-tubi.usai pelajran pertama,perutku terasa sangat lapar dan ingin rasanya pergi keluar untuk makan dikantin.

Tapi karena hari ini akupun mengurungkan niatku dan menunggu bel istirahat berbunyi,dilokal ku selalu diam tanpa kata dan memegang sebuah pulpen serta mencatat semua tulisa-tulisan yang ada dipapan tulis.

Selain itu ku hanya ingin diam dan duduk dengan tenang,karena jika ku melakukan aktifitas lain,pasti selalu saja ada kesialan yang menimpa ku,terlebih jika ada teman-teman yang menjahiliku,ku tak bisa apa-apa selain menerimanya,,
‘’alias lemah & payah,alias pecundang,itulah kata hatiku.

Bel istirahat pun berbunyi,ku pun keluar dan pergi memakai motor mencari kantin yang jauh dari sekolah tanpa ada teman disampingku.

Setelah itu kembali kesekolah dan seperti biasa terlambat masuk lagi hingga akhirnya ku harus kedepan meja guru untuk meminta absen kehadiran dengan satu alasan,,
Lalu ku pun duduk kembali kemeja ku mengikuti pelajaran’mencatat’dan sedikit melamun untuk menghilangkan beban fikiran dalam khayalan serta berjuta harapan yang tak pasti.
Setelah semua berlalu bel pulang pun akhirnya berbunyi juga,dalam hatiku berkata :akhirnya hari ini bisa terlewatkan jua.

Hari esok dan seterusnya hanyalah seperti biasanya,hanya saja tidak begitu dipenuhi kesialan lagi,ketika malam ku mulai tidur,ku selalu berkata dalam hati : Ku harap hari esok lebih baik dari pada hari ku yang sebelumnya.

Hari ini adalah hari sabtu,adalah hari yang paling ku sukai,karena terkadang kebaahagiaan menghampiriku,tapi entah apa,rasanya ada yang kurang bagiku,tapi ya sudahlah.Namun,ketika dipelajaran yang ketiga,ku melihat tanggal dan bulan,ternyata ku baru sadar bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-17.
Ku tak berharap apa-apa,selain hanya ingin hari-hari ku dapat ku jalani dengan baik tanpa ada beban yang menghampiri.

Sepulang sekolah terlihat keramaian ditepi jalan,namun ku tak menghiraukannya,bahwa pada saat itu seorang gadis cantik jelita telah tertabrak sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi,Gadis tersebut terlihat amat pucat dengan darah disekujur tubuh serta badan yang kaku dan kejang-kejang.

Terlintas dibenakku ingin menoleh kebelakang,ketika itu ku melihat seorang gadis diantara khalayak ramai yang sedang menangis,ku terus melihatnya dan melihatnya sampai ia pun melihatku,ku pun tersenyum untuknya sambil berkata dalam hati :Jangan menangis lagi,karena ku ingin membantumu!!!

Ku pun terkejut melihat gadis tersebut menghilang dengan tiba-tiba,hingga akhirnya ku terjatuh dari motor serta kepalaku membentur sebuah batu,,,

Dengan tak sadarkan diri,,
Ditempat yang sesunyi ini ,!
Mana ada yang bisa menolongku,ku merasakan ada sesuatu yang mengalir dikepalaku beserta suara rintikan hujanyang deras,.entah itu darah yang mengalir atau hanya air.
Ketika itu ku tak bisa mengingat apapun,.

Pada bulan yang sama,entah itu telah berlalu atau yang akan datang,ku sedang pergi menuju suatu tempat memakai motor dan aku pun melihat seorang gadis yang begitu cantik sedang kesusahan karena kaca matanya terjatuh dan pecah.

Rasanya ku ingin membantunya mengambilkan kaca mata tersebut,lalu ku berhenti dan kemudian mengambilkan kaca matanya serta memberikannya.namun,sayangnya kaca mata tersebut telah rusak tapi ia masih tersenyum kepadaku serta mengucapkan terima kasih.
Ketika itu ku tak tahu apakah ia berkata atau hanya perasaanku saja,!! Bahwa ada yang mengatakan : Ternyata kau sudah menepati janjimu padaku’’ku pastikan hari ini,esok dan seterusnya akan baik untukmu,,!!!

Ia pun mulai pergi meninggalkanku ,lalu ku memanggilnya dan menanyakan namanya serta bertanya bolehkah ku menjadi temannya atau bahkan sahabatnya.

Ia hanya mengatakan satu kata yaitu namanya ; sherly,kemudian ia tersenyum manis kepadaku.Namun sejak saat itu ku tak pernah melihatnya kembali.

Kemudian dibulan yang sama,!!pada hari yang sama jua,dan bertepatan denga tanggal kelahiranku,akhirnya ku melihatnya kembali,entah apa,ku merasakan hal yang kosong namun ku merasa senang telah melihatnya.

Ketika kudekati,ia terlihat sedih dan merenung,serta wajah yang dipenuhi oleh sejuta kebingungan,lalu ku bertanya,ada masalah apa,??mungkin kamu bisa mebaginya denganku,atau mungkin ku bisa membantu’mu.

Kamipun saling berbagi cerita suka ataupun duka yang kami hadapi,tak ada hal yang terahasiakan diantara kami berdua.

Tak terasa haripun mulai senja,namun kami masih saja tetap bercerita,dalam hatiku selalu bertanya kepadanya : tahukah kau bahwa bahwa ceritaku tak kan pernah habis dengan mu,hingga akhirnya ku pun mengakhiri cerita dibawah pohon yang sendu tersebut.
Namun,sebelum ku pergi,ku meminta’nya untuk berjanji,ia pun berkata :janji apa yang kau inginkan dariku,..sambil berkata hanya satu janji saja.

Kemudian ku menjawab : kau harus berjanji bahwa kau takkan pernah meneteskan air mata lagi serta harus memberitahukanku ketika kau akan pergi dari kehidupanku ini.
Ia tak mengatakan apa pun,ia hanya tersenyum kepadaku,tapi ku percaya kepadanya,Kemudian ia menggenggam tangan ku dan mengatakan : Kau harus bersumpah kepadaku,ketika mimpi ini berakhir kau harus melupakanku.

Ku hanya diam dan tak mengerti apa yang ia katakan.lalu ku pulang kerumah,
Saat itu ku merasakan ada hal yang aneh yang membuatku tak menghiraukan hal tersebut,.bahwa disisi lain taman yang tadinya tempat kami berdua bersama,telah berubah menjadi semak belukar yang lebat.

Ku tak pernah tahu apa yang ia fikirkan,Tapi sungguh begitu aneh,karena ia selalu dapat mengetahui apa yang ku inginkan dan ku harapkan.
Setiap hari kami selalu bersama,,!! Disebuah taman yang indah dibawah pohon yang begitu sendu,,

Namun,sejak saat itu jua semua telah berubah,,
Hari-hari ku disekolah menjadi begitu tenang,tak ada kesialan,tak ada teman yang mengganggu,serta tak ada waktu untuk menyesal.

Ku selalu menghitung hari,sejak ku mulai mengenalnya,hngga kini,!! Ku masih tetap bersama dengannya,jika difikir sudah ada 7 bulan 8 hari.

Mungkin saja ku telah menyukainya,tapi ku tak pernah membahas hal itu dengannya,entah itu karena ku takut jatuh cinta kepadanya atau mungkin karena ku takut suatu saat nanti melukai hatinya,.

Suatu sore yang begitu mendung,kami selalu membicarakan hal-hal yang membuat ketertawaan diantara kami berdua,.tapi saat itu ku lihat wajahnya begitu pucat serta bola matanya seakan mulai memutih,.

Lalu ku menanyakannya,namun tetap saja ia menjawab,ku tak apa-apa,mungkin karena terlalu bahagia dengan mu,ketika itu ku hanya tersenyum kepadanya,,.

Hingga suatu malam yang sangat dingin sampai menusuk ke’tulang ,ku melihatnya sendirian dibawah pohon tempat kami bersama,hanya saja tempat tersebut begitu semak belukar dari yang pernah ku datangi sebelumnya,Lalu kumemanggilnya,.(ia tak menjawab) ia hanya menangis sambil menedahkan wajah kepangkuan tagannya,.

Kemudian ku mendekatinya,namun ia katakan : jangan dekati aku serta berkata dengan nada yang rendah  mungkin inilah waktunya kau akan meninggalkan ku dan mugkin inilah saatnya ku menghilang dari kehidupan mu untuk selamanya.

Ku pun mejawab : ku tak kan pernah meniggalkan mu,sampai ku telah tiada lagi disini serta ku pun takkan mengizinkanmu untuk pergi meninggalkan ku.

Karena ku sadar ku telah mencitai mu ,ia pun menjawab : apa itu cinta bagimu,,
Lantas ku jawab : bagiku cinta adalah bisa selalu bersama denganmu tanpa melukai perasaanmu , ia berkata lagi : apa kamu akan tetap mencintai orang yang telah pergi meninggalkanmu.

Ku jawab ‘jika kau pergi meninggalkanku,maka cintaku akan semakin bertambah dalam untukmu,.

Rindu ku akan selalu menanyakan kabarmu tentangku,fikiranku akan selalu menuju kepadamu,.bahkan hatiku, telah ki bagikan separuh untuk hidup mu.

Setelah mendengar perkataanku ia mulai menegakkan kepalanya sambil menatapku dengan tatapan yang menyedihkan,ku terkejut ketika itu ku melihat wajahnya begitu pucat serta dihiasi darah yang mengalir,.tapi tetap ku sanggupkan tersenyum untukya,.
Setelah itu semuanya menghilang dan kelam , ingatanku hilang akan semua yang pernah terjadi, kecuali tentangnya,.

…..,hingga mataku pun terbuka,ku melihat hujan yang jatuh dari langit serta membasahi bola mataku,..

Dan terdengar pula suara mobil ambulan menuju kearah ku,.dan membawaku ke suatu tempat yang dipenuhi keramaian,lalu tiba seorang dokter yang memasuki ruang UGD yang berisikan 2 pasien yang sekarat.

Termasuk diriku,.sedangkan satu pasien lagi membutuhkan donor jantung yang tak mungkin ada,.

Lalu ku mencoba menolehkan kepalaku untuk melihat pasien tersebut,.dan ternyata pasien itu adalah seorang gadis yang ku cintai yang tak mungkin bisa ku miliki untuk saat ini,.
Setelah itu,ku menghembuskan nafas terakhirku dengan setetes air mata yang mengalir,.
Hingga akhirnya dokter tersebut mengangkat jantung ku dan mendonorkannya kepada gadis tersebut.

Seperti apa yang ku inginkan .
Ingatanku kembali pada awal ku melihatnya,..
Dan berkata : Ku Kan Membantumu
________________________
soruce : http://kisahkisah.com/5128/kisah-sedih-seorang-remaja/

Kata-kata indah Untuk wanita

Posted by Heka Ardian Friday, April 5, 2013 0 comments
Seorang wanita pastinya menginginkan keindahan, bukan hanya pakaian ataupun perhiasan namun wanita juga senang dengan kata-kata yang indah. Seperti pada postingan berikut ini yang menuliskan beberapa kata-kata indah untuk seorang wanita.

Langsung saja, simak tulisan berikut ini.

Anda tidak mungkin berhasil menarik perhatian wanita seperti itu dengan menjadi laki-laki yang tidak menjanjikan kehidupan yang baik, yang mapan, dan yang penuh dengan dinamika yang menumbuhkan dan membahagiakan. ( mario teguh )
———————————————————————————————
Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah ( anonim )
———————————————————————————————
Di dalam kehidupan wanita, ada saat di mana dia harus cantik agar dicintai, lalu sampai saat dia harus dicintai agar tetap cantik. ( anonim )
———————————————————————————————
Jangan coba jinakkan wanita dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. ( anomim )
———————————————————————————————-
Anda tidak mungkin berhasil memintanya untuk menerima Anda apa adanya, karena dia berkualitas adanya. Jika Anda mengatakan dia matre, itu karena ketidak-ikhlasan Anda untuk menerima bahwa cinta dan keluarga membutuhkan biaya pemeliharaan dan pertumbuhannya. Jangan menuntut wanita untuk menerima kekurangan Anda yang TIDAK Anda rencanakan untuk diperbaiki. ( mario teguh )
———————————————————————————————-
Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan ( anonim )
———————————————————————————————-
Kasih sayang seorang Ibu adalah bahan bakar yang memampukan Ibu untuk melakukan hal-hal yang mustahil dilakukan. ( anonim )
———————————————————————————————
Wanita yang baik akan menuntut untuk diperhatikan, tapi tidak akan menjadikan dirinya pengemis perhatian ( Mario Teguh)
———————————————————————————————
Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga salat dan puasanya ( anonim )
———————————————————————————————-
Ibarat sebuah permata yang sangat berharga, ditempatkan ditempat yang bagus, yang tak gampang terjamah . itulah wanita dalam Islam
———————————————————————————————-
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yg ia kenakan,susuk yg ia tampilkan atau bgaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimna cinta itu ada
——————————————————————————————–
Hanya  wanita  hebat  yang   bisa menundukan pria hebat.
———————————————————————————————-
Bukan kecantikan yang menarik  pengejaran pria, tetapi  daya tarik  wanita.

Cerita lucu :: Pacar saya keparat

Posted by Heka Ardian Thursday, March 28, 2013 0 comments

Seorang gadis muda yang cantik (Citra) nampak depresi berat ketika berada di ruang tunggu psikolog (Dr. Joko). Ketika giliran dia konsultasi, dia mulai bercerita:

Citra : "Pacar saya memang keparat.... gue benci dia!"
Dr. Joko : "Memangnya apa yang dia lakukan padamu?"
Citra : "dia menggandeng tangan saya."
Dr. Joko : "seperti ini? "
Kemudian Dr. Joko meraih tangan si gadis dan menggandengnya dgn penuh kehangatan.
Citra : "Betul, seperti itu."
Dr. Joko : "Sayang, itu artinya pacarmu perhatian sama kamu."

Citra : "Tetapi dia juga berani peluk-peluk saya!"
Dr. Joko : "Seperti ini?"
Dr. Joko memeluk Citra dari belakang dengan mesra.
Citra : "Betul seperti itu."
Dr. Joko : "Itu tandanya dia sayang sama kamu."

Citra : "Tetapi dia berani cium bibir saya!"
Dr. Joko : "Seperti ini?"
Dr. Joko memberikan ciuman panas kepada Citra.
Citra : "Betul........ tetapi dia tetap saja seorang keparat! seorang bajingan! sebab dia berani meraba-raba dada saya Dok!"
Dr. Joko : "Seperti ini?"
Dr. Joko meraba-raba dada Citra.
Citra : "Benar! Itu bukti dia keparat kan??? Dia juga bahkan berani mengajak saya bercinta tanpa pengaman dan berani "keluar" di dalam saya!"


Dr. Joko : "Begini?"
Dr. "Joko pun mengajak Citra bercinta di ruang prakteknya, dengan penuh nafsu dan gairah dan berulang-ulang, dan seperti gambaran Citra, tanpa pengaman dan "keluar" di dalam."
Citra : "..... benar..... mirip seperti itu..... dia benar-benar bajingan.... keparat sejati...."
Citra pun menangis.....

Dr. Joko : "Sayang.... itu tanda bahwa kamu punya daya tarik sexual yang tinggi, sehingga dia tidak dapat menahan diri untuk mengajakmu bercinta, lihatlah sisi positifnya, dia berarti sangat mencintaimu, sex juga bagian dari cinta."
Citra : "Yang terakhir Dok...., setelah bercinta, pacar saya mengatakan bahwa dia mengidap AIDS"


Dr. Joko : "Apaa?????????? Bajingan!!!! Keparattt!!! Pacarmu benar-benar keparat!!!!!!!!!! Bangs*t!!!!!!! Bangs***tttt!!!!!!!!!!!!!!!"

Recent Coments

Tentang Saya

Nama Saya Heka Ardian, Dari KEDIRI jawa timur yang masih Gaptek. Tujuan membuat blog ini tak lain hanyalah untuk sekedar sharing dan memberikan Informasi yang semoga bisa bermanfaat Bagi pembaca setia Blog Ini. Ingin share atau berbagi cerita kalian? Saya selaku admin sangat senang menerima itu, nama dan identitas sobat akan saya cantumkan di akhir artikel, Mau silaturahmi sama saya? Klik facebook ini. Blog Lain Ophoo