Showing posts with label cerita cinta remaja. Show all posts
Showing posts with label cerita cinta remaja. Show all posts

Hari jadiku yang pertama sekaligus hari terakhirku bersamanya

Posted by Unknown Tuesday, October 15, 2013 0 comments
     Pagi ini aku kira adalah hari yang sangat menyenangkan. Tapi keyakinan ku berubah saat dia menghubungiku. Hari ini adalah hari jadiku dengannya yang ke satu tahun. Awalnya aku ingin memberikan kejutan untuknya dengan menyiapkan makan malam yang romantis di sebuah restoran. Aku benar-benar sudah mempersiapkan dinner ku dengannya dari jauh-jauh hari. Tiap pulang sekolah, aku mencari-cari tempat makan malam yang cocok untukku dengannya. Akhirnya temanku merekomendasikan sebuah tempat yang menurutku benar-benar romantis.


    Dan hari ini lah waktunya. Akan tetapi semuanya berantakan. Hari ini menjadi hari yang sangat menyebalkan untukku. Aku benar-benar benci hari ini. Aku berharap ini mimpi dan tidak benar-benar terjadi. Sungguh, aku tidak mau kejadian ini terjadi hari ini ! ini seperti mimpi buruk di siang bolong. Entah apa yang ada difikiranku saat dia mengatakan itu padaku. Marah, kesal, sedih, semua jadi satu. Rasanya kemarahanku dan kekesalanku sudah mencapai titik puncak. Semua yang awalnya baik-baik saja, kini menjadi hacur berantakan. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi padaku ??? aku benar-benar mencintai dan menyayanginya. Tapi mengapa dia memutuskan hubungan ini di saat hari jadi kita yang   pertama ? kemarin aku dengan dia baik-baik saja. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar hebat.          

      Baru saja kemarin dia mengatakan kalau dia sangat menyangiku. Tetapi apa yang dia ungkapkan kemarin seperti tak ada artinya. Aku benar-benar tidak terima dia memutuskan hubungan ini tanpa alasan yang jelas. Hari ini aku mengajaknya untuk membicarakan hal ini di taman dekat kampus ku. Dia pun tak menolaknya. Hari ini sepertinya tak ada gairah untukku pergi keluar rumah. Tetapi demi mendapatkan alasan yang tepat mengenai keputusannya, akhirnya aku segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Dengan pakaian yang asal kuambil dari lemari, rambut yang ku sisir asal, dan wajah yang tak ber make up sama sekali. Sangat-sangat tak ada gairah untuk berpenampilan rapih seperti biasa. Sampai-sampai aku pun tak sadar kalau sepatu yang aku kenakan berbeda model dan warna. Ketika aku keluar dari kamar, semua orang yang berada diruang tengah pun memperhatikanku yang berbeda dari sebelumnya. Sampai-sampai adikku yang masih berumur 5thn mengatakan kalau aku mirip badut yang berada di film kartun kesukaannya.


       Aku pun tak menanggapi apa yang mereka katakan tentangku hari ini. Mamahku pun menghampiriku dan mengatakan “kamu lagi sakit Mey?”. Dalam hati aku menjawab “iya sakit hati, karna di putusin orang yang aku sayang”. Melihatku hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaannya, mamahku pun menarik tanganku dan menyuruhku duduk di sofa.


 Papahku yang hari ini libur bekerja, berniat untuk mengantarku pergi kekampus. Melihat kondisi ku yang tak seperti biasanya, mamah dan papahku khawatir jika membiarkanku pergi kekampus sendirian. Papahku bertanya “kamu kenapa sih Mey ? sakit ? kalau sakit mending ga usah ke kampus”. Dengan lesunya, aku menjawab “Gak kok Pah. Mey gak apa-apa”.


         Mamahku beranjak dari sofa dan masuk kedalam kamarku. Keluar dari kamar, ternyata mamahku membawa kaca mata dan sisir. Mungkin karna rambutku yang sangat berantakan hingga akhirnya mamahku merapihkan rambutku layaknya seperti anak SD yang hendak berangkat sekolah. Ada sedikit perasaan malu pada diriku sendiri dan adikku. Karena sudah sebesar ini aku tidak bisa merawat diri hanya karna diputusin oleh pacarku. Akupun mengambil sisir itu dan merapihkan rambutku sendiri. Karena saking tidak fokusnya, aku sampai lupa membawa kaca mataku.

    Kaca mata adalah barang mutlak yang harus aku bawa. Karena tanpa kaca mata aku tidak bisa beraktifitas dengan baik. Aku langsung memeluk mamahku yang sangat perhatian pada ku. Setelah semuanya rapih, aku langsung berpamitan untuk pergi ke kampus. Aku pergi ke kampus menggunakan sepeda motor kesayanganku yang di berikan Oma saat ulang tahunku yang ke 17.


        Beberapa saat kemudian, aku sampai di kampus. Tanpa berlama-lama aku langsung pergi ke taman untuk menemui Boy. Ya, Boy lah nama orang yang aku sayangi. Dia yang sudah menemani hari-hariku selama 1 tahun ini. Tetapi dia juga yang membuat hariku saat ini menjadi hancur berantakan. Dari sudut kanan taman, aku sudah melihat Boy dari kejauhan. Aku tidak tau, apa aku sanggup untuk berbicara pada seseorang yang akan berhenti menyayangiku. Aku berharap ini mimpi. Langkah demi langkah aku berjalan menghampiri Boy. Dan akhirnya, Boy melihatku yang saat itu langsung duduk disampingnya. Aku tak berani menatapnya. Pandanganku hanya lurus kedepan. Aku sadar saat ini Boy sedang menatapku. Tetapi sedikitpun aku tak berani menoleh kearahnya.


        Waktu sudah berjalan 15 menit. Dan selama 15 menit tak ada pembicaraan diantara kita. Dengan gugupnya dan dengan perasaan terpaksa, aku pun memulainya “Boy”. Dengan suaranya yang lembut, Boy pun menoleh kearahku dan menjawab “iya”. Tanpa membuang-buang waktu, aku langsung masuk kedalam inti pembicaraan “kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku? Apa alasannya ?”. dengan tenangnya, Boy menjawab

     “sebelumnya aku minta maaf Mey. Aku benar-benar sangat terpaksa melakukan hal ini. Ini bukan kemauanku. Tetapi ini demi kebaikan kita. Kita berbeda kebudayaan Mey. Sejak awal aku bertemu kamu, aku berharap aku tidak akan menyukaimu. Tetapi semuanya berbalik. Aku bukan hanya menyukaimu. Tetapi aku sudah menyayangimu”. Mata ku sudah berkaca-kaca mendengar semua ucapan dari Boy. Aku masih belum menemui jawaban mengapa dia memutuskan hubungan ini setelah setahun pacaran. Aku pun bertanya lagi “jadi apa alasannya?”. Sambil menghela nafas, Boy kembali menjelaskan alasannya dia memutuskan hubungannya denganku “keluargaku belum bisa menerima adat istiadatmu yang merupakan keturunan
Tionghoa.


       Menurut keluarga besarku, hubungan yang didasarkan dari perbedaan kebudayaan, tidak akan berjalan baik. Jadi daripada aku memaksakan ke egoisanku untuk mempertahankan hubungan yang tidak di restui oleh orang tua, lebih baik aku memutuskannya sekarang sebelum semuanya terlambat dan perasaanku berubah menjadi cinta”. Kali ini air mataku sudah benar-benar jatuh membasahi pipiku. Aku tak menyangka kebudayaanlah yang telah menjadi penyebabnya. Aku tak menjawab apapun. Aku masih terdiam dalam perasaanku yang tercampur aduk.


Aku tertunduk sambil menahan air mata ku yang semakin lama semakin deras membasaki pipiku. Tiba-tiba Boy mengangkat wajahku yang sejak tadi tertunduk. Boy menghadapkan wajahku dengannya. Tetapi aku tetap tidak kuasa melihat mata seseorang yang aku sayangi. Boy menghapus air mataku dengan tangannya yang lembut. Tetapi aku menahan tangannya. aku mengatakan padanya


      “jangan, jangan di hapus. Biarkan air mata ini meringankan kesedihanku. Saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa aku lakukan hanya menangis. Kerena dengan inilah bebanku bisa sedikit berkurang. Aku tidak akan memintamu untuk kembali padaku. Karena aku tidak mau, kamu kembali padaku hanya karna kasihan melihatku yang masih sangat menyayangimu. Mungkin aku butuh waktu untuk menyembuhkan lukaku. Tetapi aku yakin, suatu saat aku pasti bisa bangkit dari kesedihan yang aku rasakan saat ini. Aku hanya ingin berterima kasih padamu karena telah menjadi bagian dari hidupku selama setahun ini. Kamu telah menuliskan bait-bait keindahan dalam hatiku. Meski menghapus itu semua tidak semudah menghapus tulisan dalam kertas.


Tetapi aku yakin dengan bersih aku akan menghapus namamu dalam hatiku”. Mendengar semua yang dikatakan oleh Mey, Boy tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Boy hanya memberikan secarik kertas untuk Mey. Mey pun membuka kertas itu. Dan ternyata kertas itu berisi gambar mereka saat mereka bertemu pertama kali ditaman ini. Boy pun mengatakan “kamu ingat ketika pertama kali kita bertemu. Kita bertemu tepat hari ini dan ditempat ini pula.

 Dan sejak kita sedang berkenalan di bangku yang saat ini kita duduki bersama, ada seorang pelukis cilik yang menggambar sketsa wajah kita di depan pohon itu. Tanpa kamu ketahui, aku meminta gambar itu pada pelukis cilik itu. Dia pun memberikannya denga syarat aku memberikan jaket yang aku pakai saat itu.


Dan asal kamu tau, itu adalah jaket kesayanganku. Jaket yang di berikan mendiang nenekku seminggu sebelum dia wafat. Tetapi aku berani memberikannya hanya untuk mendapatkan gambar itu. Dan aku pernah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku akan memberikan gambar itu untukmu pada saat hari jadi kita yang ke 1 tahun. Anggaplah ini kenang-kenangan dariku. Tolong di simpan. Dan aku harap jangan pernah kamu membuangnya”. Mey mengamati setiap coretan pensil yang terlukis dalam sketsa wajahnya dan Boy.


Tetapi seketika, aku mengembalikan gambar itu pada Boy. Boy pun memohon padaku untuk tidak mengembalikannya lagi. Boy berkata “aku tau, kamu pasti saat ini membeci ku karena keputusanku saat ini. Tetapi aku mohon, simpan gambar ini sebagai kenangan-kenangan dariku. Sebenci apapun kamu, aku mohon jangan pernah membuang kertas itu. Jangan pernah merobeknya dan jangan pernah merusaknya”. Aku merasa ucapan Boy saat itu benar-benar sangat tulus. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk menerimanya dan berjanji akan terus menjaga gambar itu. Ketika aku hendak pergi dari taman itu, Boy menarik tanganku dan langsung memelukku.

 Entah apa yang aku rasakan, tak ada lagi rasa benci dalam hatiku saat Boy memelukku dengan eratnya. Aku merasa kalau Boy benar-benar mencintaiku dan tidak mau kehilanganku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda saat Boy memelukku.


        Hatiku berkata ada sesuatu yang sedang ditutupi dari Boy. Entah mengapa, aku begitu yakin. Sesuatu itu yang membuat Boy memutuskan hubungannya denganku. Tetapi ya sudahlah, mungkin aku dengan Boy tidak di takdirkan untuk bersama. Setelah beberapa saat kemudian, Boy melepaskan pelukannya padaku. Dan aku merasakan sesuatu yang ganjil lagi saat dia melepaskan pelukannya. Aku merasakan,kalau ini akan menjadi pelukan yang terakhir.

Ya, ini akan menjadi pelukan yang terakhir. Ya Tuhan, apa yang sedang aku fikirkan. Mungkin ini karena aku terlalu mencintainya sehingga aku memikirkan apa yang tidak harus aku fikirkan. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Saat aku perhatikan wajahnya, Boy sangat berbeda. Dia terlihat pucat. Tetapi aku tidak akan bertanya padanya. Aku pun langsung berpamitan pada Boy karena satu jam lagi kelasku akan dimulai. Boy pun mengatakan sebelum aku pergi “aku pamit”. Dan aku hanya menjawabnya singkat “iya”. Kami berdua pun pulang berbeda arah. Aku pergi memasuki kampus. Dan Boy pergi menuju mobilnya.



       Di dalam mobilnya, ternyata Boy tidak meyetir mobil sendiri seperti biasa. Dia diantar oleh supirnya. Ketika memasuki mobilnya, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan pandangannya seperti kabur. Dia tidak dapat melihat dengan jelas. Supir yang sedang bersamanya pun bingung harus bagaimana. Akhirnya supirnya membawa Boy ke rumahnya. Setelah sampai dirumahnya, supirnya langsung memanggil asisten rumah tangga yang lainnya untuk membantunya memopong Boy masuk kedalam kamarnya. Mamahnya Boy yang saat itu sedang berada diruang tamupun langsung panik melihat kondisi anaknya yang kembali ngedrop. Mamahnya pun menyuruh supirnya untuk membawa masuk Boy kedalam kamarnya. Lalu mamahnya Boy langsung menelepon dokter yang biasa menangani Boy.


Beberapa jam kemudian, dokterpun sampai dirumah Boy. Dokter langsung memeriksa keadaan Boy. Sungguh sangat mengejutkan, Boy yang selama ini mengidap sakit Kanker Otak memasuki stadium akhir. Ini benar-benar sangat cepat dari perkiraan dokter sebelumnya.



      Kondisi fisik Boy yang memang lemah juga sangat mempengaruhi tingkat perkembangan penyakit Boy. Dokter meyarankan agar keluarga membawa Boy ke rumaah sakit. Karena peralatan dirumah sakit jauh lebih lengkap. Tanpa berlama-lama Boy langsung di bawa kerumah sakit menggunakan ambulance. Boy yang juga mempunyai penyakit jantung, saat itu dadanya juga mulai agak sesak. Dan pernafasan Boy di bantu oleh tabung oksigen dan berbagai alat medis yang menempel di dadanya. Namun saat perjalanan menuju rumah sakit, kondisi Boy semakin menurun. Dadanya semakin tak kuat untuk membantunya bernafas. Dia terus-terusan memanggil-manggil nama Mey. Air mata mamahnya Boy tak kuat menahan kesedihannya melihat anaknya yang sedang melawan penyakitnya. Sepanjang perjalanan Boy hanya menyebut nama Mey.


Dokter pun menyarankan untuk membawa Mey kerumah sakit. Siapa tau dengan adanya Mey, kondisi Boy akan kembali membaik. Tetapi mamahnya Boy tidak tau siapa itu Mey. Lalu supir yang tadi menemani Boy, teringat akan sosok gadis yang tadi berbicara pada Boy. Supirnya itu yang juga ikut di dalam ambulance mengatakan pada mamahnya Boy “maaf bu, mungkin yang di maksud tuan Boy itu adalah gadis yang tadi dia temui di taman”. Mamahnya Boy pun menjawab “ya sudah, setelah sampai dirumah sakit, kamu antar saya menemui gadis itu”. Supirpun hanya mengangguk. Tak lama kemudian, mereka pun sampai dirumah sakit. Boy langsung di bawa pihak rumah sakit keruang ICU. Kondisinya sudah benar-benar kritis.


Mamahnya dan supirnya langsung pergi menuju taman yang dimaksud supir. Lalu tak lama kemudian, mereka berdua sampai ditaman itu. Dengn perasaan yang sedang panic, mamahnya Boy sibuk mencari gadis yang dimaksud supirnya nya itu. Lalu mamahnya Boy berkata “mana gadis itu?”. Supirnya pun menjawab “mungkin gadis yang ditemui oleh tuan Boy itu kuliah di kampus itu bu”. Akhirnya mereka berdua pun menunggu Mey di taman itu.


     Hemm, sepertinya dosen tidak dating hari ini. Seharusnya kelas dimulai sejak 15 menit yang lalu. Di dalam kelas, aku terus memikirkan tingkah laku Boy yang berubah drastis. Aku tidak habis fikir, kemarin kita masih bercanda-canda. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar. Bahkan aku rasa, dia kemarin sangat-sangat romantic dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tetapi mengapa hari ini dia memutuskan hubungan tanpa alasan yang masuk akal. Apa yang sebenarnya terjadi? Banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin aku tanyakan padanya.

 Tetapi aku tidak kuasa berlama-lama berhadapan dengannya. Tuhan, aku masih sangat menyayanginya. Dia orang yang selama ini memberikan warna yang indah dalam hidupku. Aku mecintainya dan tak mau kehilangannya. Aku harap ini benar-benar mimpi. Jika ini mimpi, aku ingin cepat-cepat bangun dari mimpi buruk ini. Aku masih teringat sebulan yang lalu saat hari ulang tahunku. Dia menyiapkan kejutan untukku. Dan bagiku itu adalah perayaan ulang tahun yang terindah selama aku hidup.
     

 Ada pesta kembang api, dinner romantis, dan kalung itu. Dan aku masih ingat ketika kita pergi ke sebuah pantai daerah bandung, malam harinya aku dan dia sama-sama berjanji untuk tetap setia, dan menjaga hubungan ini sebaik-baiknya. Dia juga pernah mengatakan untuk saling terbuka satu sama lain. Bila ada masalah harus di bicarakan berdua agar tidak ada kesalahpahaman antara kita. Tetapi apa yang dia ucapkan, dia ingkari sendiri. Tanpa ada pembicaraan apapun, dia langsung memutuskan hubungan ini. Ketika aku sedang memikirikan Boy, tiba-tiba teman kampusku dating dan mengatakan kalau dosen hari ini tidak dating.


Dan tanpa berlama-lama, aku pun langsung keluar kelas dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, terlebih dahulu, aku pergi ke kantin kampus untuk membeli minuman. Tak sengaja aku lihat foto itu ketika aku henak membayar minuman itu. Yaa, foto yang mungkin membuatku tambah sakit hati. Fotoku bersama Boy yang terpampang di dalam dompetku. Entah mengapa kakiku menjadi lemas dan tak kuasa untuk berdiri. Aku pun duduk sebentar di kantin. Aku memperhatikan foto itu dalam-dalam. Aku perhatikan setiap lekuk wajah Boy dalam foto itu. Aku merasa sangat aneh. Aku merasa saat ini Boy sedang memanggil-manggil namaku.


Aku merasa Boy saat ini sedang membutuhkanku. Ah tetapi mana mungkin, baru tadi pagi aku bertemu dengannya. Dia tidak terlihat sedang membutuhkanku. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Sudah sekitar 10 menit aku terduduk di kantin. Aku rasa, aku sudah bisa berdiri dengan kuat. Dan aku keluar dari kantin dan memutuskan untuk pulang kerumah. Ketika aku keluar dari kampus, sepertinya ada seseorang yang memanggil-manggil namaku. Aku berhenti sejenak, dan menoleh kesegala arah untuk melihat panggilan itu.

Dan ternyata benar, ada seorang laki-laki dan perempuan yang memanggilku di taman samping kampus ku. Akupun menghampirinya. Wanita itu bertanya padaku “nama kamu Mey ya?”. Aku heran, mengapa wanita itu kenal dengan ku. Lalu laki-laki yang berada disamping wanita itu mengatakan “nah ini bu yang tadi ngobrol sama Tuan Boy di taman ini. Saya masih ingat dengan wajahnya yang oriental”. Ah laki-laki itu menyebut nama Boy.

 Sebenarnya wanita ini dan laki-laki disebelahnya itu siapa? Mengapa dia mengenal Boy dan aku ?. wanita itu mungkin tau, kalau aku sedang bingung memikirkan mereka yang tiba-tiba saja mengenaliku. Lalu wanita itu menyuruhku duduk dan menjelaskan semuanya “saya ini mamahnya Boy”. Aku pun kaget, ternyata saat ini aku sedang berbicara dengan mamahnya Boy. Ada sedikit perasaan takut dalam dirikiku. Apa dia menemuiku untuk menyuruhku menjauhi Boy karena perbedaan Budaya itu. Lalu aku pun menjawabnya “ada apa ya tante menemui saya?”.
     

Mamahnya Boy pun menjawab dengan mata yang berkaca-kaca “apa kamu pacarnya Boy?”. Aduh aku bingung harus menjawab apa. Sambil menghela nafas, aku berkata yang sebenarnya “saya memang pernah berpacaran dengan Boy. Tetapi tadi pagi tiba-tiba Boy memutuskan hubungan ini”. Hal yang benar-benar tak ku sangka, mamahnya Boy langsung memelukku.

Aku tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi. Aku pun kembali bertanya “sebenarnya ada apa ya tante?”. Mamahnya Boy melepaskan pelukannya padaku dan berkata “kamu harus ikut tante sekarang kerumah sakit”. Apa? Rumah sakit? Siapa yang sakit? Itulah pertanyaan yang ada dalam fikiranku. Ketika aku hendak menjawab, tiba-tiba mamahnya Boy langsung menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam taxi.


Aku hanya bisa terdiam dan sebenarnya banyak pertanyaan yang masih ada dalam otakku. Tetapi aku lebih memilih diam dan tidak bertanya apapun. Aku yakin pasti nanti ada jawabannya. Di dalam taxi, mamahnya Boy terus memegang tanganku dengan erat dengan sesekali dia menghapus air matanya. Tiba-tiba aku langsung berfikir “ada apa dengan Boy? Apa dia yang sakit? Apa kecelakaan? Oh Tuhan semoga ini salah”. Setelah sampai rumah sakit, aku langsung dibawa oleh mamanya Boy ke lantai 4 dan langkah kakinya membawaku kedepan ruang ICU.

Aku pun melihat seseorang yang berada dalam ruang ICU itu lewat jendela kecil yang berada di dekat pintu. Ya Allah, itu Boy. Dia yang ada didalam ruang ICU itu. Kakiku langsung lemas dan tak kuat untuk berdiri. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Sebenarnya apa yang terjadi pada Boy? Mengapa dia terbaring didalam ruang ICU ?. mamahnya Boy pun mengangkatku yang saat itu sedang terduduk lemas di depan pintu ruang ICU.
       

 Perlahan-lahan mamahnya Boy mulai menjelaskannya tentang apa yang sebenarnya terjadi “Mey, selama ini Boy sakit. Dia sakit Kanker Otak sejak 15 Bulan yang lalu (1,5 tahun). Kondisi fisiknya yang lemah membuat kesehatannya semakin menurun. Tetapi sejak setahun belakangan ini, kondisinya mulai membaik. Dan tante yakin ini semua karena kamu. Kamu yang membuat Boy kuat menjalani sakit yang di deritanya. Sejak dia di vonis dokter terkena kanker otak, dia selalu murung dan tidak pernah tersenyum.
       
Tetapi sejak setahun belakangan ini, dia kembali menjadi Boy yang dulu. Boy yang ceria dan penuh semangat. Bahkan dia rutin menjalani kemoterapi yang sebelumnya tidak mau dia jalani. Dan tante juga yakin, kalau dia melakukan hanya untuk kamu. Alasan dia untuk sembuh dan tetap hidup adalah kamu Mey.
     

Maaf kalau baru kali tante mengenal kamu. Karena memang, Boy tidak pernah menceritakan sosok kamu kepada tante”. Ya Allah, kini baru terjawab semua pertanyaan ku. Inilah yang membuat Boy memutuskan hubunganku dengannya. alasan perbedaan kebudayaan dan terganjalnya restu orang tua itu hanyalah kebohongan untuk menutupi alasan yang sebenarnya. Tetapi mengapa dia tidak mau terbuka tentang penyakitnya padaku? Harusnya jika dia menganggapku sebagai pacarnya, dia pasti menceritakannya.
     

 Ketika aku sedang berbicara pada mamahnya Boy, tiba-tiba dokter keluar dari ruang ICU dan menyuruh semua orang terdekat Boy untuk masuk ke dalam ruang ICU. Perasaanku semakin takut. Aku takut kehilangannya. Aku, mamahnya Boy, dan papahnya Boy yang baru saja datangpun langsung masuk kedalam ruang ICU dengan menggunakan baju khusus. Semuanya menangis didalam sana termasuk aku.
     

Dokter mengatakan kalau Boy yang juga mempunyai penyakit jantungpun sudah benar-benar dalam keadaan kritis. Harapannya untuk hidup sangatlah sedikit. Ya Allah tolong lindungi Boy. Berilah keselamatan untuknya. Semakin lama semakin menurun kondisi kesehatan Boy. Dan sampai akhirnya, detak jantung yang terbantu melalui alat medispun terhenti. Boy telah meninggal dunia di hari jadiku dengannya yang pertama.
     
   Aku benar-benar tak menyangka ini juga akan menjadi hari terakhirku bersamanya. Semua orang yang berada diruang ICU ,menangis. Aku benar-benar tak menyangka, pertemuanku tadi pagi dengannya dan pelukannya pagi itu adalah ucapan selamat tinggal untuk selama-lamanya. Dalam hati aku mengatakan sambil meneteskan air mata dan memegang tangan jenazah Boy “Boy, selamanya kamu akan tetap berada di hatiku. Meskipun ragamu kini sudah tiada, tetapi kenanganmu akan selalu abadi dalam hati dan fikiranku. Bagiku, kamu tidak akan pernah pergi. Kamu selalu ada didalam hatiku”.

TAMAT
---------------------------------------------------------------------------------------------------
PROFIL PENULIS
Nama : Risdatul Zulfiah
TTL : Jakarta, 06 Juli 1996
Alamat : Jln Lap. Roos Barat 4, Bukit duri jakarta selatan
http://storyspeaks.blogspot.com/2013/06/cerpen-remaja-hari-jadiku-yang-pertama.html

Kisah Sedih remaja :: Separuh jantungku Untukmu

Posted by Unknown Saturday, April 6, 2013 0 comments
Hari ini adalah hari selasa,tepat dimana hari yang paling kubenci,sebab hari tersebut adalah hari yang selalu dipenuhi dengan berbagai kesialan bagi diriku,terutama disekolah.

Aku memakai motor kesekolah dan setibanya disekolah seperti biasa ku selalu terlambat,ketika itu ku pun berlari menuju kelas yang terletak agak jauh dari tempat parkiran,setibanya dikelas ku diusir keluar oleh guru yang mengajar karena terlambat serta tidak membawa izin masuk dari piket,lalu kupun meminta sebuah lembar kertas yang berisikan tanda tangan serta izin masuk,yaAh,meskipun sudah seperti biasanya hari-hari yang telah ku lalui.

Setelah itu akupun masuk kedalam kelas,dan seperti biasanya juga,semua bangku telah terisi punuh hingga akhirnya ku duduk dimeja yang terletak didepan guru,meskipun ku tak pernah menyukai hal tersebut.

Ketika itu guru sedang menerangkan pelajaran didepan,karena terasa mengantuk sekali ku pun tertidur,tiba-tiba sebuah penghapus papan tulis melayang dan mendarat tepat dikepalaku.
‘’akupun terkejut dan tanpa sadar mengatakan ‘’aduh,,sakit..

Suara yang menggelegar pun terdengar dari depan :eEhh,kamu ,,jika kamu ingin tidur jangan disini,atau kamu keluar saja.

Suara tersebut terdengar dengan diikuti suara tawa dalam jumlah yang banyak yang dapat membunuh jiwa ku.

Kemudian ku hanya dapat menjawab dengan wajah yang lugu :maAf buk,saya takkan mengulanginya lagi.aku pun baru sadar bahwa hari ini adalah hari kesialan ku yang bertubi-tubi.usai pelajran pertama,perutku terasa sangat lapar dan ingin rasanya pergi keluar untuk makan dikantin.

Tapi karena hari ini akupun mengurungkan niatku dan menunggu bel istirahat berbunyi,dilokal ku selalu diam tanpa kata dan memegang sebuah pulpen serta mencatat semua tulisa-tulisan yang ada dipapan tulis.

Selain itu ku hanya ingin diam dan duduk dengan tenang,karena jika ku melakukan aktifitas lain,pasti selalu saja ada kesialan yang menimpa ku,terlebih jika ada teman-teman yang menjahiliku,ku tak bisa apa-apa selain menerimanya,,
‘’alias lemah & payah,alias pecundang,itulah kata hatiku.

Bel istirahat pun berbunyi,ku pun keluar dan pergi memakai motor mencari kantin yang jauh dari sekolah tanpa ada teman disampingku.

Setelah itu kembali kesekolah dan seperti biasa terlambat masuk lagi hingga akhirnya ku harus kedepan meja guru untuk meminta absen kehadiran dengan satu alasan,,
Lalu ku pun duduk kembali kemeja ku mengikuti pelajaran’mencatat’dan sedikit melamun untuk menghilangkan beban fikiran dalam khayalan serta berjuta harapan yang tak pasti.
Setelah semua berlalu bel pulang pun akhirnya berbunyi juga,dalam hatiku berkata :akhirnya hari ini bisa terlewatkan jua.

Hari esok dan seterusnya hanyalah seperti biasanya,hanya saja tidak begitu dipenuhi kesialan lagi,ketika malam ku mulai tidur,ku selalu berkata dalam hati : Ku harap hari esok lebih baik dari pada hari ku yang sebelumnya.

Hari ini adalah hari sabtu,adalah hari yang paling ku sukai,karena terkadang kebaahagiaan menghampiriku,tapi entah apa,rasanya ada yang kurang bagiku,tapi ya sudahlah.Namun,ketika dipelajaran yang ketiga,ku melihat tanggal dan bulan,ternyata ku baru sadar bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-17.
Ku tak berharap apa-apa,selain hanya ingin hari-hari ku dapat ku jalani dengan baik tanpa ada beban yang menghampiri.

Sepulang sekolah terlihat keramaian ditepi jalan,namun ku tak menghiraukannya,bahwa pada saat itu seorang gadis cantik jelita telah tertabrak sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi,Gadis tersebut terlihat amat pucat dengan darah disekujur tubuh serta badan yang kaku dan kejang-kejang.

Terlintas dibenakku ingin menoleh kebelakang,ketika itu ku melihat seorang gadis diantara khalayak ramai yang sedang menangis,ku terus melihatnya dan melihatnya sampai ia pun melihatku,ku pun tersenyum untuknya sambil berkata dalam hati :Jangan menangis lagi,karena ku ingin membantumu!!!

Ku pun terkejut melihat gadis tersebut menghilang dengan tiba-tiba,hingga akhirnya ku terjatuh dari motor serta kepalaku membentur sebuah batu,,,

Dengan tak sadarkan diri,,
Ditempat yang sesunyi ini ,!
Mana ada yang bisa menolongku,ku merasakan ada sesuatu yang mengalir dikepalaku beserta suara rintikan hujanyang deras,.entah itu darah yang mengalir atau hanya air.
Ketika itu ku tak bisa mengingat apapun,.

Pada bulan yang sama,entah itu telah berlalu atau yang akan datang,ku sedang pergi menuju suatu tempat memakai motor dan aku pun melihat seorang gadis yang begitu cantik sedang kesusahan karena kaca matanya terjatuh dan pecah.

Rasanya ku ingin membantunya mengambilkan kaca mata tersebut,lalu ku berhenti dan kemudian mengambilkan kaca matanya serta memberikannya.namun,sayangnya kaca mata tersebut telah rusak tapi ia masih tersenyum kepadaku serta mengucapkan terima kasih.
Ketika itu ku tak tahu apakah ia berkata atau hanya perasaanku saja,!! Bahwa ada yang mengatakan : Ternyata kau sudah menepati janjimu padaku’’ku pastikan hari ini,esok dan seterusnya akan baik untukmu,,!!!

Ia pun mulai pergi meninggalkanku ,lalu ku memanggilnya dan menanyakan namanya serta bertanya bolehkah ku menjadi temannya atau bahkan sahabatnya.

Ia hanya mengatakan satu kata yaitu namanya ; sherly,kemudian ia tersenyum manis kepadaku.Namun sejak saat itu ku tak pernah melihatnya kembali.

Kemudian dibulan yang sama,!!pada hari yang sama jua,dan bertepatan denga tanggal kelahiranku,akhirnya ku melihatnya kembali,entah apa,ku merasakan hal yang kosong namun ku merasa senang telah melihatnya.

Ketika kudekati,ia terlihat sedih dan merenung,serta wajah yang dipenuhi oleh sejuta kebingungan,lalu ku bertanya,ada masalah apa,??mungkin kamu bisa mebaginya denganku,atau mungkin ku bisa membantu’mu.

Kamipun saling berbagi cerita suka ataupun duka yang kami hadapi,tak ada hal yang terahasiakan diantara kami berdua.

Tak terasa haripun mulai senja,namun kami masih saja tetap bercerita,dalam hatiku selalu bertanya kepadanya : tahukah kau bahwa bahwa ceritaku tak kan pernah habis dengan mu,hingga akhirnya ku pun mengakhiri cerita dibawah pohon yang sendu tersebut.
Namun,sebelum ku pergi,ku meminta’nya untuk berjanji,ia pun berkata :janji apa yang kau inginkan dariku,..sambil berkata hanya satu janji saja.

Kemudian ku menjawab : kau harus berjanji bahwa kau takkan pernah meneteskan air mata lagi serta harus memberitahukanku ketika kau akan pergi dari kehidupanku ini.
Ia tak mengatakan apa pun,ia hanya tersenyum kepadaku,tapi ku percaya kepadanya,Kemudian ia menggenggam tangan ku dan mengatakan : Kau harus bersumpah kepadaku,ketika mimpi ini berakhir kau harus melupakanku.

Ku hanya diam dan tak mengerti apa yang ia katakan.lalu ku pulang kerumah,
Saat itu ku merasakan ada hal yang aneh yang membuatku tak menghiraukan hal tersebut,.bahwa disisi lain taman yang tadinya tempat kami berdua bersama,telah berubah menjadi semak belukar yang lebat.

Ku tak pernah tahu apa yang ia fikirkan,Tapi sungguh begitu aneh,karena ia selalu dapat mengetahui apa yang ku inginkan dan ku harapkan.
Setiap hari kami selalu bersama,,!! Disebuah taman yang indah dibawah pohon yang begitu sendu,,

Namun,sejak saat itu jua semua telah berubah,,
Hari-hari ku disekolah menjadi begitu tenang,tak ada kesialan,tak ada teman yang mengganggu,serta tak ada waktu untuk menyesal.

Ku selalu menghitung hari,sejak ku mulai mengenalnya,hngga kini,!! Ku masih tetap bersama dengannya,jika difikir sudah ada 7 bulan 8 hari.

Mungkin saja ku telah menyukainya,tapi ku tak pernah membahas hal itu dengannya,entah itu karena ku takut jatuh cinta kepadanya atau mungkin karena ku takut suatu saat nanti melukai hatinya,.

Suatu sore yang begitu mendung,kami selalu membicarakan hal-hal yang membuat ketertawaan diantara kami berdua,.tapi saat itu ku lihat wajahnya begitu pucat serta bola matanya seakan mulai memutih,.

Lalu ku menanyakannya,namun tetap saja ia menjawab,ku tak apa-apa,mungkin karena terlalu bahagia dengan mu,ketika itu ku hanya tersenyum kepadanya,,.

Hingga suatu malam yang sangat dingin sampai menusuk ke’tulang ,ku melihatnya sendirian dibawah pohon tempat kami bersama,hanya saja tempat tersebut begitu semak belukar dari yang pernah ku datangi sebelumnya,Lalu kumemanggilnya,.(ia tak menjawab) ia hanya menangis sambil menedahkan wajah kepangkuan tagannya,.

Kemudian ku mendekatinya,namun ia katakan : jangan dekati aku serta berkata dengan nada yang rendah  mungkin inilah waktunya kau akan meninggalkan ku dan mugkin inilah saatnya ku menghilang dari kehidupan mu untuk selamanya.

Ku pun mejawab : ku tak kan pernah meniggalkan mu,sampai ku telah tiada lagi disini serta ku pun takkan mengizinkanmu untuk pergi meninggalkan ku.

Karena ku sadar ku telah mencitai mu ,ia pun menjawab : apa itu cinta bagimu,,
Lantas ku jawab : bagiku cinta adalah bisa selalu bersama denganmu tanpa melukai perasaanmu , ia berkata lagi : apa kamu akan tetap mencintai orang yang telah pergi meninggalkanmu.

Ku jawab ‘jika kau pergi meninggalkanku,maka cintaku akan semakin bertambah dalam untukmu,.

Rindu ku akan selalu menanyakan kabarmu tentangku,fikiranku akan selalu menuju kepadamu,.bahkan hatiku, telah ki bagikan separuh untuk hidup mu.

Setelah mendengar perkataanku ia mulai menegakkan kepalanya sambil menatapku dengan tatapan yang menyedihkan,ku terkejut ketika itu ku melihat wajahnya begitu pucat serta dihiasi darah yang mengalir,.tapi tetap ku sanggupkan tersenyum untukya,.
Setelah itu semuanya menghilang dan kelam , ingatanku hilang akan semua yang pernah terjadi, kecuali tentangnya,.

…..,hingga mataku pun terbuka,ku melihat hujan yang jatuh dari langit serta membasahi bola mataku,..

Dan terdengar pula suara mobil ambulan menuju kearah ku,.dan membawaku ke suatu tempat yang dipenuhi keramaian,lalu tiba seorang dokter yang memasuki ruang UGD yang berisikan 2 pasien yang sekarat.

Termasuk diriku,.sedangkan satu pasien lagi membutuhkan donor jantung yang tak mungkin ada,.

Lalu ku mencoba menolehkan kepalaku untuk melihat pasien tersebut,.dan ternyata pasien itu adalah seorang gadis yang ku cintai yang tak mungkin bisa ku miliki untuk saat ini,.
Setelah itu,ku menghembuskan nafas terakhirku dengan setetes air mata yang mengalir,.
Hingga akhirnya dokter tersebut mengangkat jantung ku dan mendonorkannya kepada gadis tersebut.

Seperti apa yang ku inginkan .
Ingatanku kembali pada awal ku melihatnya,..
Dan berkata : Ku Kan Membantumu
________________________
soruce : http://kisahkisah.com/5128/kisah-sedih-seorang-remaja/

Cerita Cinta Remaja Sedih part 3

Posted by Unknown Saturday, December 15, 2012 0 comments

Cerita Cinta remaja Sedih

Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Sherly.

Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Andre berkata kepada Sherly:
“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre:
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis seorang diri.

Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly.

Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly.

Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua Sherly.
Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre:
”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre.
Andre membaca surat itu.
“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu.

Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Sungguh sangat mengharukan. Sebuah Cerita Sedih yang amat sangat menyentuh hati. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dibalik Kisah Cinta Andre dan Sherly tersebut, yang merupakan Cerita Cinta Anak Remaja yang Sangat menyedihkan dan mengharukan.

Dari Cerita sedih dan mengharukan yang dikisahkan oleh Andre dan Sherly, dapat di ambil kesimpulan bahwa “Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita”.

==============================================================
http://goresanhati-ku.blogspot.com/2012/09/kisah-cinta-sepasang-kekasih-serasi.html
==============================================================

Cerita Cinta Sedih part 2

Posted by Unknown Wednesday, December 12, 2012 3 comments

Hari-hari membosankanpun telah terlewati . Tinggal aku menunggu hasil penerimaan mahasiswa.  Sambil menunggu, aku berlibur di rumah sendirian karena ayah, ibu ,dan kakak pulang ke jakarta. Otomatis aku sendirian di bandung, Tidak ada pembantu adapun supir yang juga ikut ke jakarta.
Hari Ini Senin, dan aku harus mengecek status ku di kampus tujuanku. Karna kumalas pergi sendirian aku mengajak  Ghina untuk menemaniku dan kebetulan juga dia satu tujuan denganku. Akupun BBM Ghina.
“Ghin, jemput gue dong. Gue Mau Ke kampus”. Pesanku singkat.
“Yaaah Ra, gue nggak boleh bawa mobil, lu aja yang jemput gw”. Jawabnya membalikan perintahku.
“Ah dasar, niat gue nyusahin lu malah gw yang susah!!!!” . Balasku
Akupun mengeluarkan mobil dari garasi keluar rumah dan mengunci pintu pagar. Meluncurlah mobilku kerumah Ghina. Sesampai disana aku tak berani tuk membunyikan bel aku hanya BBM Ghina agar dia segera turun, Semua itu karna ayahnya yang killer.
“Ghin, Turun Dong. Gue dah nyampe didepan rumah loe”. Pintaku.
“Kenapa Ga masuk aja?? Gw lagi siap-siap!!!”. Kata Ghina
“Nggak Ah. Ntar hawanya panas. Ada bokap loe kan???. Udah Cepetan Turun!!!”. Kataku
“Kenapa musti buru-buru sih???. Emangnya si Kunyuk kemana??”. Dia malah memprotes.
“Si Angga masih tidur !!!. Udah Turun aja loe!!”. Kututup Percakapan kami Di BBM.
Tak lama ghina pun keluar rumah menghapiriku. Lalu Ia Bertanya
“Haraaaaaa...., Udah lama nunggu???” dia mulai bercanda
“Berisik Loe, Udah kita cabut” Balasku kecut.
“Yeeeeh, Dia Marah. Hahahha.....”. Katanya
Sesampai di kampus aku menuju pusat infomasi
Hara Maudina, Itulah namaku. Nama itu terpampang di daftar mahasiswa baru. Begitupun Ghina. Akupun pulang dengan ceria. Tak sabar aku memberitakan ini pada orangtuaku. Karna mereka sangat mendukungku untuk masuk perguruan tinggi ini.

Beberapa minggu kemudian akupun masuk kampus dan menjalani ospek yang diselengarakan senior. Sama seperti saat smp ketika memasuki sma dulu, aku dipaksa memakai aksesoris aneh yang tentunya membuatku Mati Kutu. Tak terasa Ospek pun berjalan lancar walaupun dihiasi beberapa insiden. Contohnya Aku Pingsan waktu di suruh bersihin halaman sekolah. Untungnya ada yang nolongin dan nganter aku pulang. Kejadiannya dimulai dari sini....
“Kalian tuh harusnyanurut apa kata senior!!!!, Kalu disuruh nyapu, ya nyapu!!!!!.” Kata Seorang Senior dengan ganasnya. Tapi Setelah itu
Gubrakkk. Tiba tiba keadaan hening ketika Aku jatuh pingsan dihadapannya. Mereka semua panik dan membawaku ke unit kesehatan. Akupun Mulai Siuman dan bertanya..
“Dimana aku???”. Aku Kebingungan Dengan Ghina Di Sebelahku
“Kamu ada di ruang kesehatan!!!”. Kata Senior yang membentakku tadi.
“Ohhh. Jam berapa sekarang”. Aku Bertanya kembali.
“Sekitar Jam Setengah 4 Sore, Kamu mau Pulang???”. Dia menawarkanku untuk diantar pulang. Akupun hanya mengangguk, dan bertanya kepada ghina.
“Mana Angga, Ghin????”
“Angga masih ada ospek, Tadinya sih dia memang disini!.” Kata Ghina
“Angga itu Pacar kamu ya!!” Kata Sony.
“Iya Kak.” Kataku lemas.
Akupun pulang diantar pulang oleh Sony, aku mengetahui namanya dari name tag yang terpasang di jas almamaternya. Akupun sampe di rumah dengan keadaan masih lemas dan keluargaku masih berada di jakarta. Aku mengajaknya masuk.
“Makasih yaa kak, Inilah rumahku. Ayo masuk.” Tawarku.
“Ya makasih, Ini Kunci mobilnya.” Dia menyerahkan kunci mobilku
“Udah Simpen aja Ntar kakak pulang pake apa???. Paling besok aku ambil!!”. Kataku Menolaknya mengembalikan kunci mobilku.
“Ohhh ya udah. Ngomong ngomong kamu sendirian di sini!!!” Tanyanya.
“Iyaa. Keluargaku ada di jakarta kak.” Jawabku.
“Ohhh yaudah kakak pulang dulu yaa. Ntar Besok aku jemput.” Dia Pun berpamitan
“Ya. Hati hati ya kak” 
Tak lama Kemudia Terdengar mobil angga dan suara derit ban. Kiitttt...... Begitu Kencangnya bunyi itu.
“Hara Kamu ngga apa apakan???” Katanya sambil panik.
“Ngga, Aku cuman butuh istirahat aja kok!!”.
“Sukurlah. Kamu Dianter Senior ya. Tadi ghina Ngasih tau aku.”
“Yaaa. Ayo masuk. Diem aja diluar, dingin tau!!!” kataku Protes
“Iyeee. Gue Juga Tau”. Dia balik Protes.
“Mau Nginep di Sini???, Klo Mau Pake kamar kakak Gue Aja”. Tawarku, Memang Dia Sering menginap di Rumahku dan tidur di sofa. Walau begitu kami tak pernah macam macam lho...
“Iya Udah Deh. Disini Sepi ga ada Yang Jagain kamu”. Dia pun mengiyakan saja.
Pagi Ini aku diantar angga dan BBM Sony supaya Tidak Usah menjemputku. Aku satu jurusan dengan Angga. Angga mungkin cowok paling perfect dimataku, Aku tak pernah merasa sedih di sisinya. Aku selalu di sayangnya, aku pikir dialah cowok paling romantis bagiku. Contohnya hari ini, bahkan akupun tak tahu hari ini aku ulang tahun tapi angga selalu ingat. Disiapkannya kejutan untukku, Diapun bekerjasama Dengan Ghina. Kata ghina Aku harus ke cafe tempat biasa nongkrong sore ini.
“Ra, loe bisa dateng ke kafe ga sore ini??? Ada yang mau Gue kasih tau”. Kata ghina
“Bisa, Emang Ada Apa Ghin???”. Jawabku
“Udah Loe datang aja, ini penting”. Katanya Lagi
“Iyee, Ntar gue kesana”. Jawabku
Akupun Bersiap-siap untuk pergi ke kafe. Aku keluarkan mobilku dari garasi dan menuju kesana. Tak lupa aku kenakan gaun sesuai apa yang diperintah ghina. Okelah aku nurut kali ini. Akupun sampai di tujuan.
“Ada apa sih?? Kayaknya penting banget. Mana gue disuruh pake gaun segala lagi??”
“Udah loe tunggu aja”. Katanya membalas pertanyaanku
“Iyaaa. Tapi Ada apa. Katanya ada yang mau di kasih tau”. Tanyaku Ngotot.
Tiba-tiba Angga datang. Dan
“Kejutaaaaaan”. Kata angga, Ghina dan teman teman lainnya.
“Anggaaa. Ada Apa ini???”
“Hari ini kamu ulang taun. Happi Birthday ya Hara!!!”
“Ohhhh Iya Aku hampir Lupa. Makasih ya sayang....”. Kataku Sambil menitikkan airmata karna haru.
“Sama2 sayang. Aku masih punya kejutan untuk kamu”
“Apaa?”
“Nih”. Katanya sambil membuka tirai yang isinya semua orang satu kampus. Mereka semua Baris teratur yang membentuk tulisan I love U. Dari Lantai 2 aku melihatnya dengan jelas.
“anggaaaa.....”
“Ya. Ada apa??”
“Kamu ngasih tau semua orang kecuali aku!!!” Kataku pura pura marah.
“Loh kok malah marah. Kan Kejutan, kalo kamu tau bukan kejutan namanya”. Kata Angga membalas santai.
“Ihhh, kok malah santai sih. Kenapa sih dia sesabar ini??” Aku Bertanya Dalam hati. Karna dia tak pernah marah walau aku sudah membuatnya bete abis, Dia Ngga Pernah marah!!.
“Iya Sih. Aa...” Kataku menjawabnya tapi tiba tiba aku menjerit karna dia langsung menggendongku kemobilnya.
**
“Kita mau kemana??” Tanyaku.
“Udah Ikut aja. Ghina Juga tau kok, nih pake ini dulu”katanya sambil menyerahkan kain penutup mata.
Akupun memakainya dan tak lama kamipun sampai.Ternyata aku dibawa ketempat yang aku paling suka yaitu di atap gedung tinggi pada malam hari dan disana ada meja yang terdapat lilin diatasnya. Kembali aku terharu dan meneteskan air mata. Dan anggapun bertanya
“Loh kok malah nangis” Angga bertanya kebingungan
“........mmmhh.....” Aku hanya mengelengkan kepala takbisa berkata kata
“Ada apa. Kamu takut ketinggian?? Atau kamu nggak suka??” Dia semakin kebingungan.
“so sweet banget!!!” akhirnya aku bisa berkata.
“Ohhh. Tapi kamu keliatan sedih. Apa kamu mau pulang??” kata angga
“Yaudah kita pulang yuk” katanya lagi.

Aku yang takbisa berkata kata pun nurut saja. Kami pun turun. Sesampainya di lantai bawah, keadaannya gelap. Akupun memeluknya, tapi tiba tiba dari kegelapan muncul cahaya lampu berwarna yang bertuliskan “I Love U”. Ternyata ghina, dan lainnya sudah merencanakan semua ini secara matang yang tentunya atas kemauan angga.

Sudah cukup aku merasakan semua ini, tapi masih saja perasaan itu menganjal di benakku. Malah persaan ini seakan menjadi jadi saat ini. Aku pun makin tak tenang.

Angga pun mengajakku pulang. Sedangkan mobilku ghina yang bawa. Kamipun pulang membelah pekatnya malam. Tapi ....

Bukkkk
Mobil kami terguling guling sampai ringsek tak karuan. Aku Masih sadar dalam keadaan mobil terbalik. Akupun berusaha keluar mobil dibantu supir truk yang menabrak kami secara kencang itu, Setelah itu aku membantu angga keluar. Tapi Angga tak sadarkan diri, aku menelpon ambulance. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Sampai diruang UGD angga masih tertolong. Di Bilang Padaku
“Hara sayang, jangan nangis dong. Kan Aku Masih selamat” Katanya membujukku untuk tidak menangis
“Tapi aku khawatir sama kamu......” Kataku. Mungkin ini perasaan ku itu selama ini, Angga Akan mendapat musibah.
Tapi Semua Itu Belum berakhir. Dua minggu kemudian angga pun pergi meninggalkan ku. Aku Yang Berniat membesuk dia, malah Aku menerima kejadian yang tak di inginkan ini. Dia meninggal, Aku Hanya menangis Sekencang kencangnya. Sebelum di pergi, dia bilang padaku.
“Hara, Kamu Pegang ini ya. Aku mau kamu dengar rekaman ini. Aku udah di jemput!!!” Katanya Lemas 
“dijemput??. Sama Siapa??” kataku kebingungan sambil mengambil Memory card yang ada ditangannya. 
“itu ada disana. Aku mau pergi..... Selamat tinggal Hara”. Katanya sambil menunjuk ke Pintu kamar, dan beberapa detik kemudian ia pun pergi, tak bernafas kembali.
Akupun sangat terpukul saat itu. Satu bulan aku bolos kuliah, aku hanya diam dalam kamar. Semua orang sangat prihatin melihatku, Aku nggak Nafsu Makan apalagi ketemu orang. Ghina hanya membujukku dan meminta agar memutar rekaman yang diberi oleh angga. Akhirnya aku mau. Kamipun memutarnya dikamarku. Angga bilang

“Hara, aku tau aku udah ngga lama lagi ada di muka bumi ini. Tapi aku sayang banget sama kamu. Sumpah aku ngga pernah bisa tidur karena kamu, aku hanya memikirkan kamu. Hara, semoga kamu bahagia dengan laki-laki yang kamu sayang. Tapi aku ingin kamu nggak ngelupain aku. Aku merencanakan untuk melamar kamu ketika lulus nanti. Tapi waktu berkata lain. Ternyata aku dijemput lebih awal. Aku Mohon kamu jangan sedih, Jika Kamu Sedih aku pun tak tenang meninggalkanmu!!!. Semoga kamu bahagia di dunia sana. Aku tidak bisa apa-apa. Aku akan senang bila melihat kau bahagia!!!. Aku Tau Mungkin kamu lagi menangis di bawah sana, tapi please janganlah menangis terus menerus, itu membuatku tak tenang!!!. Mungkin aku akan senang jika kammu bersama sony. Aku merasakan sonylah yang pantas menjadi penggantiku. Tapi bagaimanapun kau adalah hal yang terindah yang pernah ku miliki. Hara, I Love You!!!” Angga merekam kata-katanya.

Aku hanya bisa bersedih, ditinggal orang tersayang itu ternyata berat!!!. Ternyata Benar Perasaanku Selama Ini aku akan kehilangan angga untuk selamanya!!!. Mungking dulu aku merasa aku cewe paling beruntung, Memang. Tapi Sekarang Aku merasa menjadi cewe paling bersedih di dunia ini. Ditinggal Orang Paling romantis yang pernah aku kenal. Tapi Aku harus mulai hidup baru bersama orang lain. Dan pasti aku tak akan pernah melupakannya. Angga aku sayang Sama Kamu!!!
TAMAT

==============================================================
http://www.anekaremaja.com/2012/05/cerpen-cerita-cinta-mengahrukan-pahit.html
==============================================================

Kata-kata indah Bulan Ramadhan

Posted by Unknown Wednesday, July 18, 2012 0 comments
Kata-kata Indah Bulan Ramadhan
Cimotivator.blogspot.com_kata-kata indah bulan ramadhan versi ke dua yang sebelumnya saya juga sudah memposting tentang kata-kata indah bulan ramadhan.

Kata-kata indah bulan ramadhan ini bisa kita ucapkan untuk seseorang yang spesial di hati masing-masing, bisa melalui sms atapun di post wall fb pasangan masing-masing.

Selamat membaca kata-kata indah bulan ramadhan, semoga bisa menginspirasi.

Sungguh indah sinar rembulan
Memancar lurus di kejauhan
PadaMu Tuhan kami mohonkan ampunan
Beri kami kesempatan menyambut Ramadan

Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu.
Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.
Terutama aku yang sering ngerepotin kamu.
Met puasa dan Maafkan Lahir Batin.

Saat ramadhan menjemput
Ganti DISCOTIK dengan MASJID
INEX dengan KURMA
DJ dengan IMAM
SEXY DANCER dengan SAJADAH
ALKOHOL dengan SIRUP
SEKS dengan TADARUS
MAKSIAT dengan ISTIGHFAR
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh ALLAH SWT. AMIN ya Robbal Alamin….

Ijinkan saya bersajak
Untuk LISAN yang tak terJAGA
Untuk JANJI yang terABAIKAN
Untuk HATI yang berPRASANGKA
Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN
Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI
Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN
Semoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA

Dalam hitungan jam kan kita jelang Ramadhan nan suci,
kami pintakan maaf setulus hati akan khilaf yang selama ini terjadi
Taqobalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan saya.
Bagi yang melaksanakannya, saya ucapkan selamat menjalani ibadah Puasa Ramadhan.
Semoga amal ibadah kita semua diterima ALLAH SWT.

Adzan-adzan lari berseruan dari langit-langit rumah Tuhan
Tuntun jari-jari dosaku ke arah-Mu
Kutundukkan congkak kepalaku
Tak layak ku disisi-Mu
Gelimang noda dan dosa balut tubuhku dari semua rasa yang telah mati

Marhaban Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan 1431 H. Gema Ramadhan telah membahana, tanda kebesaran nyata Sang Khaliq dan patut mendapat bakti. Mari refleksikan diri dgn beribadah penuh iman, taqwa dan ikhlas. Atas segala khilaf dan alpa, mohon dibuka pintu maaf, agar khusyu’ dan tawadlu’ dlm mengharap RidhoNYA. Amin. MARHABAN YA RAMADHAN.

Tak ada kata seindah zikir
Tak ada bulan seindah Ramadhan
Ijinkan kedua tangan bersimpuh maaf untuk lisan yg tak terjaga
janji yg terabaikan, hati yang slalu berprasangka & sikap yang pernah menyakitkan.
Maaf lahir batin. Slamat menunaikan ibadah puasa

Dalam kesakitan teruji kesabaran
Dalam perjuangan teruji keikhlasan
Dalam ukhuwah teruji ketulusan
Dalam tawakkal teruji keyakinan
Hidup ini amat indah jika Allah menjadi tujuan
Selamat menunaikan ibadah Ramadhan

HARAPAN
Ketika semua gelap
segala upaya telah dilakukan
otak lelah diperas habis-habisan
kerja keras hingga kaki terasa menjadi tangan
dan tangan terasa menjadi kaki
Tapi hasil tak kunjung bersemi,
secercah harap tak juga mengunjungi,
semua terasa sia-sia,
dan kehancuran terasa di depan mata.
Disitulah iman kita dicoba,
tidak akan berputus asa
atas rahmat yang Allah yang Mahakuasa
kecuali orang-orang yang imannya sirna.
Teguh berharap rahmat Allah yang esa
bagi orang yang imannya tertancap kuat di dada

seti2k tinta jadi noda,
seti2k salah jadi dosa
bulan penuh berkah segera tiba
mari tekun ibadah di bulan puasa
marhaban ya ramadan,sambutlah dengan senyuman

Marhaban yaa Ramadhan,
pucuk selasih bertunas menjulang,
dahannya patah tolong betulkan,
puasa Ramadhan kembali menjelang,
salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Selamat Menunaikan Ibadah puasa

Seiring terbenam mentari di akhir Sya’ban
tibalah kini bulan Ramadhan
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan
tuk memohonkan maaf dari kekhilafan
Marhaban yaa Ramadhan

mari kta STAR hidup bru , SETTING niat, UP GRADE iman,BROWSING ilmu
SEARCING wawasan,DOWNLOAD pahala,APLOUD kebaikan,DELETE dosa
kumpulkn dalm BERANDA hati,simpan dlam PROFIL diri,jadikan STATUS abadi, ADD persaudaraan,tuk login masuk FACEBOOK… eh,,, masuk surga..selamat idul fitri 1431 H,,,
minal aidin wal faizin
mohon maaf lahir dan bathin..

Kalau hidup tanpa tujuan,
Kalau nafsu jadi pedoman,
Umur habis dalam pencarian,
Kebahagiaan menjauh dari pandangan.
Puasa saatnya benahi tujuan,
Untuk mengabdi pada Tuhan,
Agar diri diliputi kebahagiaan,
Hidup bermakna bagi sesama ciptaan

HiduP BagaiKan Roda Pedati
Kadang di aTas KaDang puLa di BaWah
Tak sLamanya HidUp iTu iNdah
seiriNg BerjaLannya haRi, buLan baHkan taHun
Tak terAsa Begitu BanyaK kesaLahan yang Kita Perbuat
Baik di SengAja Ataw pUn Yang Tak di seNgaja
MarHaban teLah tiba saaTnya kita MenSucikan diri
BukaLah pintu MaApH yang seBesar-besarnya
mEt Puasa Yah!!!!!!!

Jika cinta mu seindah bulan, Jangan biarkan dia tertutup awan, Jangan biarkan dia mendung, Jka cinta mu sejernih zam2, Maka hiasilah dengan iman, Bersihkan hati, sucikan diri, “ SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA”

Jauh di mata dekat di hati,
Jatuh cinta jangan dihindari.
Entah bulan biasa maupun bulan suci,
Jangan lakukan tindak korupsi.

Tips Nyenengin Hatinya Cewek

Posted by Unknown Monday, June 25, 2012 0 comments
Tips Nyenengin Hatinya Cewek

tips nyenegin hatinya cewek
cimotivator.blogspot.com_Ini tips buat sobat-sobat yang pengen nyenengin cewe, ga susah n ga berat, yang pasti just simple ajah, coba baca sekiranya.
Nyenengin hati cewek itu gampang-gampang susah. Kadang kita udah nyeberangin dua lautan dan mendaki dua gunung tapi tetep aja senyum nggak pernah muncul diwajahnya. Sebaliknya,
hal-hal kecil yang kita anggap remeh dan nggak penting ternyata berkesan banget di hatinya.

1. Ngasih hadiah dadakan
Ada orang bilang, a key to a woman s heart is unexpected gift in unexpected time. Nah, kalo dipikir bener juga sih. Soalnya sebuah kejutan apa lagi disaat yang nggak diduga, pasti akan terus diinget sampai kapanpun. Misalnya, pas lho lagi jalan ke Bali dan nemu jepit rambut bagus. lho ahirnya memutuskan untuk memberi kejutan buat gebetan lho dengan membeli jepit rambut itu. Eh, pas ngasih, kebetulan jepit rambut dia baru ilang dua hari yang lalu. Klop, kan?
Nggak usah yang mahal-mahal toh. Barang kecil kayak jepit rambut pun tiba-tiba jadi hal yang paling berharga di matanya. Nggak mungkin kan dia pengen nonton DVD, trus lo beliin DVD player?

2. Ada di sampingnya di saat-saat genting
Yang ini sebenenernya contohnya banyak. Dari berinisiatif nganterin dia les pas sopirnya sakit, bantuin nyariin dompetnya yang hilang, sampai bantuin dia ngeganti ban pas ban mobilnya kempes di jalan. Kalo lho ada disaat-saat kayak gini, minimal lho akan dianggap the sweet boy (bukan muka lho yang manis ya!). Setelah itu dijamin, jalan untuk nembak terbuka lebar.

3. Make a good joke
Cewek seneng cowok kocak ketimbang yang serius. Itu fakta! Siapa sih yang betah sama orang yang kaku? Lagian pacaran atau ngegebet is supposed to be
fun. Dan satu hal yang bisa melicinkan jalan adalah dengan lawakan atau jokes.
Just remember: jangan garing! Dan tau tempat! Setelah dia ketawa, selamat bro! Lho udah dianggap sebagai orang yang fun to be with.

4. Dicemburuin
Kedengerannya emang aneh. Tapi, cewek itu banyak juga yang pengen di kasih komen kayak, Kamu kok sering banget sih jalan sama cowok itu. Kan aku jealous lho! atau Siapa sih cowok itu, kok baru denger namanya. Mukanya kayak gimana? . Walaupun sebenernya lho nggak ngerasain api cemburu itu (gila! mikirin juga nggak kali!) Tapi bolehlah dicoba sedikit-dikit. Triknya gampang kok. Jangan dengan nada keras (gaya sok imut gitu deh!), dan jangan terlalu sering. Nanti malah kabur lagi ceweknya.

5. Jadi decision maker yang baik buat dirinya
Intinya sih siap kalo dimintain pendapat. Yah, taulah cewek kalo udah kebingungan, bawaannya kan nanya terus. Kadang pertanyaan-pertanyaan itu sengaja ditanya ke cowok karena dia yakin temen ceweknya pasti ngasih jawaban standar. Dari pertanyaan kayak bagusan mana sih bajunya, yang biru atau hijau? Sampe kayak menurut lho, aku lebih baik kos atau nggak ya kalo kuliah nanti? Nah, sebagai cowok yang merhatiin dia, lho udah musti siap dengan jawaban mantep. Tentunya pake alasan yang oke dong. Dengan begitu, lho akan dipandang sebagai cowok tempat bertanya . Kalo saran lho terbukti bener. Bro, nggak akan habis terima kasihnya untuk lho.

6. Telpon or SMS di jam tidur atau pagi hari
Standar sih. Nggak usah dengan kata-kata rayuan pulau kelapa kok. Kata-kata kayak wake up sleepy heads! aja udah bisa bikin dia senyum kok. Minimal dia tau, kalo dia lagi diperhatiin orang. Triknya: pilih aja satu waktu. Bisa pas jam tidur atau pas bangunnya. Kalo dua-duanya kesannya kayak satpam ya? dan inget: jangan salah kirim! (gw mau share neh gan.. gw aja sebelum tidur itu selalu telpon / ditelpon cewe gw, sampe ketiduran.

7. Dikasih kepercayaan
Kalo lho lagi pendekatan sama cewek atau udah punya cewek sekali pun. Coba deh yang satu ini. Kasih dia tugas yang ngelibatin kepercayaan. Misalnya, minta dia untuk be a nice girl selama lo pergi. Bisa juga dengan minta tolong sama dia untuk ngerawat gitar kesayangan lho selama lho diluar kota. Inget, cewek itu kadang suka banget kalo dikasih kepercayaan. Karena itu nunjukkin kalo kita pengen banget jadi temen deketnya.

8. Dimanjain
Standar lah. Masak gak bisa sih? Kuncinya sih cuma satu: tau momen yang pas. Perhatiin dengan baik, gesture tubuh seorang cewek. Kalo dia mulai merapat di badan lho, berarti dia pengen dipeluk. Kalo udah mulai lengan baju, berarti dia pengen di gandeng. Kalo udah ngomong dengan gaya anak-anak, berarti tuh cewek pengen dibelai rambutnya. As simple as that! tapi, inilah yang cewe2 pada demen.. hehehe..

9. Bisa langsung akrab dengan keluarga dan sahabatnya
Ini lumayan susah bro. Karena nggak semua orang bisa akrab dengan cepat ke lingkungan baru. Tapi yang penting sih be yourself dan jaga kesopanan. Dan jangan jadi naksir best friend-nya ya. Wah, bisa ngerusak hubungan orang lho! Bisa akrab dengan orang-orang di deketnya itu nunjukkin kalo lho itu supel dan mau menerima lingkungan dia. Kalo lho udah berhasil disini, sebenernya sih langkah lho udah enteng!

10. Diajak ke tempat tongkrongan
Cewek itu seneng kalo lho ngajak dia ke dunia lho. Misalnya, kalo lho suka ngeband, ajak aja dia nongkrong di studio. Atau kalo lho hobi olahraga, bisa juga ngajak dia ngobrol-ngobrol di lapangan bareng geng lho. Asal lho tau ya, cewek itu suka banget dengan lingkungan baru (apalagi dia yang anak rumahan). Bagi dia merupakan suatu kebanggaan ngeliat lho punya komunitas sendiri selain di sekolahan. Dan yang penting, lho mau dia jadi bagian kelompoknya itu.

Cerita cinta remaja : Cinta Itu sabar

Posted by Unknown Friday, June 8, 2012 0 comments
Cerita Cinta remaja : Cinta Itu sabar

Cimotivator.blogspot.com_Danil, Erlangga, Nicki, febri ato siapapun nama mereka, uda di tolak mentah-mentah sama Amara, Amara Cuma bisa nyengir dan ngusir mereka jauh-jauh dari depan mukanya. Tanpa basa-basi lagi Amara langsung bilang “Sorry gue ga suka sama Lo!”

Harta, popularitas atau apapun itu gak lantas buat Amara nerima cowok-cowok kurang kerjaan itu, meskipun Amara jutek dan rada galak tapi cowok-cowok kurang kerjaan itu gak pernah kehabisan ide buat bikin hati Amara kelepek-kelepek.

Hari senin seusai upacara bendera tiba-tiba Amara pingsan. Kontan cowok-cowok kurang kerjaan itu rebutan nolongin Amara. Entah itu beneran nolong atau Cuma sekedar cari perhatian aja, gak ada yang bisa dipercaya. Tapi ada satu cowok yang dengan sigap bawa Amara ke UKS.

“Amara….Lo ga kenapa-napa kan? Lo bikin gue khawatir!” Rintih Nadin, sahabat dekat Amara saat Amara tersadar.

“Huusstt, gue cuma belum sarapan, don’t cry baby!” seru Amara nenangin Nadin yang terisak-isak. “Ngomong-ngomong, siapa yang ngangkut gue ke sini? Jangan bilang salah satu dari cowok-cowok kurang kerjaan itu yang ngangkut gue!”

“Tegar yang gendong Lo kesini. Lo mau dibeliin makan apa? Gue beliin ya?”


“O, Tegar, sampein makasi ya Nad. Ga usah Nad, gue ga mau repotin Lo.”

Sebenernya Amara seneng banget, ternyata yang gendong dia ke UKS Tegar, cowok yang selama ini dia cintai. Tapi kalo inget kenyataannya Tegar pacaran sama Nadin, Amara Cuma bisa nahan perasaan bahagianya itu.

“Amara, Lo ngelamunin apa?” Sahut Nadin membuyarkan lamunan Amara.

“Tegar.” Seru Amara spontan, tanpa sadar Amara udah bikin Nadin kebingungan. “Maksud gue, Tegar hebat bisa ngangkut badan gue yang segini gedenya. Hahaha” Tapi lelucon Amara gak bikin Nadin berhenti membuat Lipatan ombak di keningnya.

“Ra, Lo gak suka sama Tegar kan?” Nadin mulai serius dan membuat Amara salah tingkah.

“Gak mungkin lah gue suka sama Cowok Lo! Ngarang! “ Kilah Amara.

“Lo yakin Ra? Lo sedikit pun gak punya perasaan apa-apa sama Tegar?”

“Come on Nad, gak mungkin gue suka sama cowok Lo! Lo sahabat terbaik gue, ayolah….jangan pernah bikin pertanyaan yang gak masuk akal lagi, ok honey!”

Kejadian di UKS pagi ini bikin Amara shock, apalagi setelah Nadin nanyain perasaan Amara pada Tegar. Amara menyesal udah bohongin Nadin dan perasaannya sendiri. Sepanjang jam sekolah berlangsung Nadin masih menampakan wajah kusutnya. Amara gak bisa berbuat apa-apa selain diam dan berpura-pura gak menyadari keadaan sahabatnya itu. Amara takut jika Nadin menyadari perasaan yang ia punya pada Tegar. Bakal kaya gimana persahabatan mereka kalau Nadin tahu Amara sangat mencintai Tegar.

Seusai sekolah, saat Amara berjalan kaki menuju rumahnya, tiba-tiba Tegar berdiri dan berjalan mengiringi Amara. Aliran darah Amara mengalir begitu deras, begitu juga dengan detak jantungnya, tubuhnya dibanjiri keringat dingin dan terasa begitu tak berdaya.

“Lo masih sakit Ra?” Tegar menempelkan kelima jari tangannya pada kening Amara dan membuat Amara semakin lemah tak berdaya.

“Eng,,, engga, Cuma capek aja kali.”

“Ko bisa sich cewek seangkuh Lo pingsan?”

“Angkuh? Jadi Lo nganggap gue angkuh?”

“Yup! Dengan semua sikap Lo ke cowok-cowok yang udah Lo tolak itu. Menurut gue sich Lo angkuh Ra!”

“Gue gak angkuh! Gue Cuma gak bisa terima mereka! Gue, gue suka…. Sama… seseorang… “ Seru Amara gugup.

“Siapa Ra?” pertanyaan itu membuat Amara tersentak dan berfikir seratus kali lebih cepat untuk mengarang alibi.

“Itu,,, dia,,, Lo gak bakal kenal dia ko!”

“Berarti bukan anak sekolahan kita dong! Tapi gue saranin Lo jangan terlalu jutek sama mereka Ra! Tolak mereka dengan cara baik-baik ok!”

“Yes, ok.”. gumam Amara.

Hari berikutnya di sekolah, Amara berusaha menjalankan saran dari Tegar. Bahkan setiap rayuan dari cowok-cowok kurang kerjaan itu ia ladeni. Mungkin perubahan Amara buat cowok-cowok kurang kerjaan itu suatu hal yang luar biasa. Tapi enggak buat Nadin, Nadin merasa Mual melihat tingkah Amara yang seperti gak ada harga dirinya itu.

“Are you fine Amara?” Seru Nadin sambil membubarkan cowok-cowok kurang kerjaan yang mengelilingi meja tempat ia dan Amara duduk.

“Tentu” Singkat Amara. “Nick nanti sore jadi ya temenin gue ke Toko Buku!” Teriak Amara sambil melambaikan tangan kanannya pada cowok berambut ikal bernama Nicki.

“Helloooo…. Amara Lo serius mau jalan sama Nicki? Ra Lo kesambet setan apa?” Seru Nadin sambil menepuk-nepuk pipi Amara.

“Doi cakep! Tajir! Kurang apa coba?” jelas Amara. “Apalagi Nicki mobilnya keren!” Lanjutnya.

Penjelasan Amara Cuma bikin Nadin tambah mual dan muak pada Amara. Disatu sisi Amara pengen ngilangin kecurigaan Nadin terhadap perasaannya pada Tegar, tapi Amara merasa sangat bersalah udah bohongin Nadin. Amara dan Nadin bersahabat sejak SMP, perbedaan sifat yang mereka miliki bikin mereka saling melengkapi satu sama lain. Amara yang jutek dan galak bisa melindungi Nadin yang manja dan gampang nangis.

Lagi-lagi Tegar udah ada di samping Amara, mereka jalan bersama, karena rumah mereka satu arah.

“Lo kenapa Ra? Tadi Nadin nangis.” Tegar memulai pembicaraan.

“Lo ko jalan kaki terus Gar, kaya hantu lagi tiba-tiba nongol gitu aja!” Seru Amara mengalihkan pembicaraan.

“Lo kenapa udah bikin Nadin nangis?” Kata Tegar lebih galak dan serius.

“Gue gak bikin Nadin nangis ko, emang nangis kenapa?”

“Lo sahabat macam apa sich Ra! Nadin gak suka sama sikap Lo hari ini! Harusnya Lo nyadar Ra!” Jelas Tegar dengan nada tinggi “Lo harusnya bisa jaga perasaan Nadin! Jangan bikin dia nangis!” Sambung Tegar dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Amara menghentikan langkahnya dan menatap mata Tegar dalam-dalam, tanpa sadar butiran air mata udah membajiri pipi Amara. Dalam hati Amara berfikir betapa Tegar mencintai Nadin, sampai Tegar membentak Amara seperti itu, lalu bagaimana dengan rasa cinta yang Amara miliki buat Tegar. Dalam benaknya Amara merasa gak punya kesempatan buat memiliki Tegar, perasaan yang dia miliki buat Tegar gak mungkin terbalas.

“Lo ko nangis Ra?” Tanya Tegar lembut.

“Sumpah. Gue. Benci sama Lo! Gue benci sama Lo! Benciiiii!!!” Amara berlari meninggalkan Tegar dengan hati yang berkeping. Tidak ada gunanya lagi meneruskan perasaan cintanya pada Tegar, karena Amara sadar bahwa Tegar sangat mencintai Nadin, sahabatnya yang manja itu. Bukan hanya itu, Amara sakit hati karena cowok yang sangat ia cintai tega membentaknya.

Pagi-pagi di sekolah, Nadin menghampiri Amara dengan mata yang berkaca-kaca.

“Ra, Lo kenapa? Lo kenapa berubah? Lo kenapa jadi gini Ra?” Seru Nadin pada sahabatnya itu. Tapi Amara sedikitpun gak menghiraukan keberadaan Nadin. “Tegar bilang Lo kemaren nangis? Lo kenapa gak cerita sama gue Ra?” Sambung Nadin.

“Bukan urusan Lo!” Bentak Amara.

“Lo marah sama gue? Gue punya salah apa sama Lo Ra?” Tangis Nadin lebih menjadi. “Cowok yang Lo suka bukan Tegar kan Ra?” Sambung Nadin.

“Heh Nad! Ini bukan urusan Lo! Bilang juga sama cowok Lo, jangan pernah bentak orang lain yang gak tau apa-apa!” Jelas Amara yang langsung menyeret tasnya keluar kelas.

“Amara, gue minta maaf! Maafin Tegar juga!”

“Gue, Benci Lo berdua! Lo, Tegar! Gue benci kalian!” Teriak Amara di ambang pintu kelasnya.

Nadin semakin terpukul dengan ucapan Amara, kata BENCI yang terlontar dari mulut Amara udah tercerna dan mengalir ke seluruh tubuh dan otaknya. Sahabat terdekatnya dengan mudah mengatakan kata Benci padanya, Nadin gak bisa menguasai kesedihan yang ia rasakan, hingga pada akhirnya Nadin pingsan.

Di lain tempat, Amara hanya bisa menangis. Membayangkan betapa Tegar sangat mencintai Nadin, begitu memperhatikan Nadin, sementara sikap Tegar kemarin membuatnya sakit hati. Dilain hati Amara merasa bersalah pada Nadin, ia merasa sangat mementingkan perasaannya sendiri, jika saja Nadin tau dirinya mencintai Tegar, Nadin pasti akan sangat terluka. Amara menimbang-nimbang perasaannya, perasaan sayangnya pada Nadin, perasaan cintanya pada Tegar. Ia mencoba mengontrol emosinya, menata langkah mana yang harus diambilny

Hari berikutnya di sekolah, Tegar mendatangi Amara saat kelas masih sepi. Amara menyadari kedatangan Tegar, tapi pandangan Amara tetap tertuju pada layar ponsel yang ia genggam.

“Kita perlu bicara Ra!” Ungkap Tegar menarik lengan Amara.

“Kemaren gue bikin cewek Lo nangis! Lo kesini mau bentak gue lagi? Hah?”

“Bukan itu masalahnya Ra!” jelas Tegar. Amara Cuma menatap wajah Tegar dengan sinis dan penuh emosi, mungkin buat saat ini Amara melupakan rasa cintanya pada Tegar.

“Gue minta Lo pergi dari hadapan gue! Sekarang!” Bentak Amara.

“Nadin sakit Ra! Lo harus liat dia! Dia butuh Lo!” Seru Tegar meninggalkan kelas Amara.

Nadin sakit, batin Amara terus terusik oleh dua kata itu, Amara merasa bersalah, dia gak pernah bertengkar sehebat ini dengan Nadin, apalagi sampai Nadin jatuh sakit, kali ini Amara sudah keterlaluan. Sepulang sekolah Amara bertekad untuk meminta maaf pada Nadin, sekalian menengok cewek manja yang masih ia anggap sebagai sahabat itu.

Tanpa canggung lagi Amara langsung menaiki anak tangga menuju kamar Nadin, langkah Amara terhenti saat mendengar isak tangis dari dalam kamar Nadin. Samar-samar Amara mendengar percakapan Nadin dengan seseorang di balik pintu kamar Nadin, dan orang itu adalah Tegar.

“Sampai kapanpun, aku bakal selalu sayang sama kamu Nad, aku gak peduli seberapa banyak rintangannya, aku bakal selalu cinta sama kamu.” Seru Tegar.

“Jangan! Aku gak mau nyakitin Amara, aku gak mau persahabatan aku sama Amara berantakan. Aku yakin, kalo Amara suka sama kamu Gar. Kamu bisa cari cewek lain yang lebih baik dari aku.” Jelas Nadin dengan isak tangis yang makin keras.

“Aku bakal nunggu sampe Amara lupain aku dan dia jatuh cinta sama cowok lain. Biar kita bisa bersama lagi Nad.”

“Apa kita bakal kuat? Apa kamu bakal tetap mencintai aku? Kalo Amara gak bisa lupain kamu gimana?”

“Kenapa kamu jadi pesimis Nad! Kita berharap yang terbaik buat kita aja! Ok! Gak ada alasan lain, selamanya aku bakal mencintai kamu Nad!”

Mendengar perbincangan Nadin dan Tegar, Amara mutusin buat pergi dan gak nemuin Nadin. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Amara menangis, betapa Nadin menyayanginya, demi dirinya Nadin lebih rela berpisah dengan Tegar. Amara mencoba mengingat perjalanan hidupnya bersama Nadin, sejak mereka berkenalan, Nadin selalu baik dan mengalah pada Amara, selalu mengalah. Dan untuk kali ini,keputusan Amara udah bulat, jika selama ini Nadin yang selalu mengalah, kenapa Amara gak bisa mengalah untuk sahabatnya itu.

Esok hari di sekolah, Amara udah liat sosok Nadin duduk di kursinya dengan senyuman termanisnya. Amara sangat bahagia melihat sahabatnya udah sembuh, tanpa pikir panjang Amara berlari menghambur kearah Nadin dan memeluknya erat.

“Nad, gue suka sama Tegar. Tapi Lo jangan putus sama Tegar gara-gara gue Nad!”

“Gue udah ambil keputusan Ra! Kita gak mungkin mencintai cowok yang sama!”

“Kenapa Nad! Gue mohon, Lo jangan putus sama Tegar! Gue mau Lo bahagia Nad! Gue gak apa-apa!”

“Lo gak bisa maksa Gue Ra, Gue udah gak punya hubungan apa-apa sama Tegar. Kita coba cari cowok lain, cowok yang berbeda!”

“Maafin gue Nad, Gue egois. Gue akan berusaha buat lupain Tegar, demi Lo!”

Mungkin usaha Amara buat lupain Tegar butuh waktu yang lama. Selama Amara belum bisa lupain Tegar, Nadin dan Tegar gak akan bersatu. Kini Amara terang-terangan nunjukin perasaan sukanya sama Tegar pad Nadin, bahkan Nadin kini lebih sering godain Amara. Mereka masih mencintai cowok yang sama.

“Ra, Tegar liatin Lo tuch!” Goda Nadin

“Doi kan cinta mati sama Lo Nad! Tapi hari ini Doi cakep buanget Nad.”

“Siapa tau sekarang Doi naksir Lo Ra.”

“Ntar Lo sakit hati Nad kalo Gue sama Doi jadian.”

“Gue kan pernah ngerasain jadi pacar Doi Ra.”

“Bukannya kita mesti nyari cowok yang beda Nad. Kenapa merhatiin Doi terus?”

“Haha, kita hunting cowok lain yuck!”

“Ayo…hahaha.”

Mereka tertawa bersama di kantin sekolah, kini Amara, Nadin dan Tegar memendam perasaan mereka sendiri-sendiri. Amara berusaha keras melupakan cintanya pada Tegar, sementara Nadin dan Tegar tetap menjaga hati mereka dan menunggu Amara mencintai cowok lain agar mereka bisa bersama lagi.

By : Efih Sudini Afrilya
facebook : fiehsoed@gmail.com
Thanks….

Source:
http://www.gen22.net/2012/05/cerpen-remaja-cinta-itu-sabar.html

Recent Coments

Tentang Saya

Nama Saya Heka Ardian, Dari KEDIRI jawa timur yang masih Gaptek. Tujuan membuat blog ini tak lain hanyalah untuk sekedar sharing dan memberikan Informasi yang semoga bisa bermanfaat Bagi pembaca setia Blog Ini. Ingin share atau berbagi cerita kalian? Saya selaku admin sangat senang menerima itu, nama dan identitas sobat akan saya cantumkan di akhir artikel, Mau silaturahmi sama saya? Klik facebook ini. Blog Lain Ophoo