Showing posts with label Cerpen remaja. Show all posts
Showing posts with label Cerpen remaja. Show all posts

Hari jadiku yang pertama sekaligus hari terakhirku bersamanya

Posted by Unknown Tuesday, October 15, 2013 0 comments
     Pagi ini aku kira adalah hari yang sangat menyenangkan. Tapi keyakinan ku berubah saat dia menghubungiku. Hari ini adalah hari jadiku dengannya yang ke satu tahun. Awalnya aku ingin memberikan kejutan untuknya dengan menyiapkan makan malam yang romantis di sebuah restoran. Aku benar-benar sudah mempersiapkan dinner ku dengannya dari jauh-jauh hari. Tiap pulang sekolah, aku mencari-cari tempat makan malam yang cocok untukku dengannya. Akhirnya temanku merekomendasikan sebuah tempat yang menurutku benar-benar romantis.


    Dan hari ini lah waktunya. Akan tetapi semuanya berantakan. Hari ini menjadi hari yang sangat menyebalkan untukku. Aku benar-benar benci hari ini. Aku berharap ini mimpi dan tidak benar-benar terjadi. Sungguh, aku tidak mau kejadian ini terjadi hari ini ! ini seperti mimpi buruk di siang bolong. Entah apa yang ada difikiranku saat dia mengatakan itu padaku. Marah, kesal, sedih, semua jadi satu. Rasanya kemarahanku dan kekesalanku sudah mencapai titik puncak. Semua yang awalnya baik-baik saja, kini menjadi hacur berantakan. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi padaku ??? aku benar-benar mencintai dan menyayanginya. Tapi mengapa dia memutuskan hubungan ini di saat hari jadi kita yang   pertama ? kemarin aku dengan dia baik-baik saja. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar hebat.          

      Baru saja kemarin dia mengatakan kalau dia sangat menyangiku. Tetapi apa yang dia ungkapkan kemarin seperti tak ada artinya. Aku benar-benar tidak terima dia memutuskan hubungan ini tanpa alasan yang jelas. Hari ini aku mengajaknya untuk membicarakan hal ini di taman dekat kampus ku. Dia pun tak menolaknya. Hari ini sepertinya tak ada gairah untukku pergi keluar rumah. Tetapi demi mendapatkan alasan yang tepat mengenai keputusannya, akhirnya aku segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Dengan pakaian yang asal kuambil dari lemari, rambut yang ku sisir asal, dan wajah yang tak ber make up sama sekali. Sangat-sangat tak ada gairah untuk berpenampilan rapih seperti biasa. Sampai-sampai aku pun tak sadar kalau sepatu yang aku kenakan berbeda model dan warna. Ketika aku keluar dari kamar, semua orang yang berada diruang tengah pun memperhatikanku yang berbeda dari sebelumnya. Sampai-sampai adikku yang masih berumur 5thn mengatakan kalau aku mirip badut yang berada di film kartun kesukaannya.


       Aku pun tak menanggapi apa yang mereka katakan tentangku hari ini. Mamahku pun menghampiriku dan mengatakan “kamu lagi sakit Mey?”. Dalam hati aku menjawab “iya sakit hati, karna di putusin orang yang aku sayang”. Melihatku hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaannya, mamahku pun menarik tanganku dan menyuruhku duduk di sofa.


 Papahku yang hari ini libur bekerja, berniat untuk mengantarku pergi kekampus. Melihat kondisi ku yang tak seperti biasanya, mamah dan papahku khawatir jika membiarkanku pergi kekampus sendirian. Papahku bertanya “kamu kenapa sih Mey ? sakit ? kalau sakit mending ga usah ke kampus”. Dengan lesunya, aku menjawab “Gak kok Pah. Mey gak apa-apa”.


         Mamahku beranjak dari sofa dan masuk kedalam kamarku. Keluar dari kamar, ternyata mamahku membawa kaca mata dan sisir. Mungkin karna rambutku yang sangat berantakan hingga akhirnya mamahku merapihkan rambutku layaknya seperti anak SD yang hendak berangkat sekolah. Ada sedikit perasaan malu pada diriku sendiri dan adikku. Karena sudah sebesar ini aku tidak bisa merawat diri hanya karna diputusin oleh pacarku. Akupun mengambil sisir itu dan merapihkan rambutku sendiri. Karena saking tidak fokusnya, aku sampai lupa membawa kaca mataku.

    Kaca mata adalah barang mutlak yang harus aku bawa. Karena tanpa kaca mata aku tidak bisa beraktifitas dengan baik. Aku langsung memeluk mamahku yang sangat perhatian pada ku. Setelah semuanya rapih, aku langsung berpamitan untuk pergi ke kampus. Aku pergi ke kampus menggunakan sepeda motor kesayanganku yang di berikan Oma saat ulang tahunku yang ke 17.


        Beberapa saat kemudian, aku sampai di kampus. Tanpa berlama-lama aku langsung pergi ke taman untuk menemui Boy. Ya, Boy lah nama orang yang aku sayangi. Dia yang sudah menemani hari-hariku selama 1 tahun ini. Tetapi dia juga yang membuat hariku saat ini menjadi hancur berantakan. Dari sudut kanan taman, aku sudah melihat Boy dari kejauhan. Aku tidak tau, apa aku sanggup untuk berbicara pada seseorang yang akan berhenti menyayangiku. Aku berharap ini mimpi. Langkah demi langkah aku berjalan menghampiri Boy. Dan akhirnya, Boy melihatku yang saat itu langsung duduk disampingnya. Aku tak berani menatapnya. Pandanganku hanya lurus kedepan. Aku sadar saat ini Boy sedang menatapku. Tetapi sedikitpun aku tak berani menoleh kearahnya.


        Waktu sudah berjalan 15 menit. Dan selama 15 menit tak ada pembicaraan diantara kita. Dengan gugupnya dan dengan perasaan terpaksa, aku pun memulainya “Boy”. Dengan suaranya yang lembut, Boy pun menoleh kearahku dan menjawab “iya”. Tanpa membuang-buang waktu, aku langsung masuk kedalam inti pembicaraan “kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku? Apa alasannya ?”. dengan tenangnya, Boy menjawab

     “sebelumnya aku minta maaf Mey. Aku benar-benar sangat terpaksa melakukan hal ini. Ini bukan kemauanku. Tetapi ini demi kebaikan kita. Kita berbeda kebudayaan Mey. Sejak awal aku bertemu kamu, aku berharap aku tidak akan menyukaimu. Tetapi semuanya berbalik. Aku bukan hanya menyukaimu. Tetapi aku sudah menyayangimu”. Mata ku sudah berkaca-kaca mendengar semua ucapan dari Boy. Aku masih belum menemui jawaban mengapa dia memutuskan hubungan ini setelah setahun pacaran. Aku pun bertanya lagi “jadi apa alasannya?”. Sambil menghela nafas, Boy kembali menjelaskan alasannya dia memutuskan hubungannya denganku “keluargaku belum bisa menerima adat istiadatmu yang merupakan keturunan
Tionghoa.


       Menurut keluarga besarku, hubungan yang didasarkan dari perbedaan kebudayaan, tidak akan berjalan baik. Jadi daripada aku memaksakan ke egoisanku untuk mempertahankan hubungan yang tidak di restui oleh orang tua, lebih baik aku memutuskannya sekarang sebelum semuanya terlambat dan perasaanku berubah menjadi cinta”. Kali ini air mataku sudah benar-benar jatuh membasahi pipiku. Aku tak menyangka kebudayaanlah yang telah menjadi penyebabnya. Aku tak menjawab apapun. Aku masih terdiam dalam perasaanku yang tercampur aduk.


Aku tertunduk sambil menahan air mata ku yang semakin lama semakin deras membasaki pipiku. Tiba-tiba Boy mengangkat wajahku yang sejak tadi tertunduk. Boy menghadapkan wajahku dengannya. Tetapi aku tetap tidak kuasa melihat mata seseorang yang aku sayangi. Boy menghapus air mataku dengan tangannya yang lembut. Tetapi aku menahan tangannya. aku mengatakan padanya


      “jangan, jangan di hapus. Biarkan air mata ini meringankan kesedihanku. Saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa aku lakukan hanya menangis. Kerena dengan inilah bebanku bisa sedikit berkurang. Aku tidak akan memintamu untuk kembali padaku. Karena aku tidak mau, kamu kembali padaku hanya karna kasihan melihatku yang masih sangat menyayangimu. Mungkin aku butuh waktu untuk menyembuhkan lukaku. Tetapi aku yakin, suatu saat aku pasti bisa bangkit dari kesedihan yang aku rasakan saat ini. Aku hanya ingin berterima kasih padamu karena telah menjadi bagian dari hidupku selama setahun ini. Kamu telah menuliskan bait-bait keindahan dalam hatiku. Meski menghapus itu semua tidak semudah menghapus tulisan dalam kertas.


Tetapi aku yakin dengan bersih aku akan menghapus namamu dalam hatiku”. Mendengar semua yang dikatakan oleh Mey, Boy tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Boy hanya memberikan secarik kertas untuk Mey. Mey pun membuka kertas itu. Dan ternyata kertas itu berisi gambar mereka saat mereka bertemu pertama kali ditaman ini. Boy pun mengatakan “kamu ingat ketika pertama kali kita bertemu. Kita bertemu tepat hari ini dan ditempat ini pula.

 Dan sejak kita sedang berkenalan di bangku yang saat ini kita duduki bersama, ada seorang pelukis cilik yang menggambar sketsa wajah kita di depan pohon itu. Tanpa kamu ketahui, aku meminta gambar itu pada pelukis cilik itu. Dia pun memberikannya denga syarat aku memberikan jaket yang aku pakai saat itu.


Dan asal kamu tau, itu adalah jaket kesayanganku. Jaket yang di berikan mendiang nenekku seminggu sebelum dia wafat. Tetapi aku berani memberikannya hanya untuk mendapatkan gambar itu. Dan aku pernah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku akan memberikan gambar itu untukmu pada saat hari jadi kita yang ke 1 tahun. Anggaplah ini kenang-kenangan dariku. Tolong di simpan. Dan aku harap jangan pernah kamu membuangnya”. Mey mengamati setiap coretan pensil yang terlukis dalam sketsa wajahnya dan Boy.


Tetapi seketika, aku mengembalikan gambar itu pada Boy. Boy pun memohon padaku untuk tidak mengembalikannya lagi. Boy berkata “aku tau, kamu pasti saat ini membeci ku karena keputusanku saat ini. Tetapi aku mohon, simpan gambar ini sebagai kenangan-kenangan dariku. Sebenci apapun kamu, aku mohon jangan pernah membuang kertas itu. Jangan pernah merobeknya dan jangan pernah merusaknya”. Aku merasa ucapan Boy saat itu benar-benar sangat tulus. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk menerimanya dan berjanji akan terus menjaga gambar itu. Ketika aku hendak pergi dari taman itu, Boy menarik tanganku dan langsung memelukku.

 Entah apa yang aku rasakan, tak ada lagi rasa benci dalam hatiku saat Boy memelukku dengan eratnya. Aku merasa kalau Boy benar-benar mencintaiku dan tidak mau kehilanganku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda saat Boy memelukku.


        Hatiku berkata ada sesuatu yang sedang ditutupi dari Boy. Entah mengapa, aku begitu yakin. Sesuatu itu yang membuat Boy memutuskan hubungannya denganku. Tetapi ya sudahlah, mungkin aku dengan Boy tidak di takdirkan untuk bersama. Setelah beberapa saat kemudian, Boy melepaskan pelukannya padaku. Dan aku merasakan sesuatu yang ganjil lagi saat dia melepaskan pelukannya. Aku merasakan,kalau ini akan menjadi pelukan yang terakhir.

Ya, ini akan menjadi pelukan yang terakhir. Ya Tuhan, apa yang sedang aku fikirkan. Mungkin ini karena aku terlalu mencintainya sehingga aku memikirkan apa yang tidak harus aku fikirkan. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Saat aku perhatikan wajahnya, Boy sangat berbeda. Dia terlihat pucat. Tetapi aku tidak akan bertanya padanya. Aku pun langsung berpamitan pada Boy karena satu jam lagi kelasku akan dimulai. Boy pun mengatakan sebelum aku pergi “aku pamit”. Dan aku hanya menjawabnya singkat “iya”. Kami berdua pun pulang berbeda arah. Aku pergi memasuki kampus. Dan Boy pergi menuju mobilnya.



       Di dalam mobilnya, ternyata Boy tidak meyetir mobil sendiri seperti biasa. Dia diantar oleh supirnya. Ketika memasuki mobilnya, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan pandangannya seperti kabur. Dia tidak dapat melihat dengan jelas. Supir yang sedang bersamanya pun bingung harus bagaimana. Akhirnya supirnya membawa Boy ke rumahnya. Setelah sampai dirumahnya, supirnya langsung memanggil asisten rumah tangga yang lainnya untuk membantunya memopong Boy masuk kedalam kamarnya. Mamahnya Boy yang saat itu sedang berada diruang tamupun langsung panik melihat kondisi anaknya yang kembali ngedrop. Mamahnya pun menyuruh supirnya untuk membawa masuk Boy kedalam kamarnya. Lalu mamahnya Boy langsung menelepon dokter yang biasa menangani Boy.


Beberapa jam kemudian, dokterpun sampai dirumah Boy. Dokter langsung memeriksa keadaan Boy. Sungguh sangat mengejutkan, Boy yang selama ini mengidap sakit Kanker Otak memasuki stadium akhir. Ini benar-benar sangat cepat dari perkiraan dokter sebelumnya.



      Kondisi fisik Boy yang memang lemah juga sangat mempengaruhi tingkat perkembangan penyakit Boy. Dokter meyarankan agar keluarga membawa Boy ke rumaah sakit. Karena peralatan dirumah sakit jauh lebih lengkap. Tanpa berlama-lama Boy langsung di bawa kerumah sakit menggunakan ambulance. Boy yang juga mempunyai penyakit jantung, saat itu dadanya juga mulai agak sesak. Dan pernafasan Boy di bantu oleh tabung oksigen dan berbagai alat medis yang menempel di dadanya. Namun saat perjalanan menuju rumah sakit, kondisi Boy semakin menurun. Dadanya semakin tak kuat untuk membantunya bernafas. Dia terus-terusan memanggil-manggil nama Mey. Air mata mamahnya Boy tak kuat menahan kesedihannya melihat anaknya yang sedang melawan penyakitnya. Sepanjang perjalanan Boy hanya menyebut nama Mey.


Dokter pun menyarankan untuk membawa Mey kerumah sakit. Siapa tau dengan adanya Mey, kondisi Boy akan kembali membaik. Tetapi mamahnya Boy tidak tau siapa itu Mey. Lalu supir yang tadi menemani Boy, teringat akan sosok gadis yang tadi berbicara pada Boy. Supirnya itu yang juga ikut di dalam ambulance mengatakan pada mamahnya Boy “maaf bu, mungkin yang di maksud tuan Boy itu adalah gadis yang tadi dia temui di taman”. Mamahnya Boy pun menjawab “ya sudah, setelah sampai dirumah sakit, kamu antar saya menemui gadis itu”. Supirpun hanya mengangguk. Tak lama kemudian, mereka pun sampai dirumah sakit. Boy langsung di bawa pihak rumah sakit keruang ICU. Kondisinya sudah benar-benar kritis.


Mamahnya dan supirnya langsung pergi menuju taman yang dimaksud supir. Lalu tak lama kemudian, mereka berdua sampai ditaman itu. Dengn perasaan yang sedang panic, mamahnya Boy sibuk mencari gadis yang dimaksud supirnya nya itu. Lalu mamahnya Boy berkata “mana gadis itu?”. Supirnya pun menjawab “mungkin gadis yang ditemui oleh tuan Boy itu kuliah di kampus itu bu”. Akhirnya mereka berdua pun menunggu Mey di taman itu.


     Hemm, sepertinya dosen tidak dating hari ini. Seharusnya kelas dimulai sejak 15 menit yang lalu. Di dalam kelas, aku terus memikirkan tingkah laku Boy yang berubah drastis. Aku tidak habis fikir, kemarin kita masih bercanda-canda. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar. Bahkan aku rasa, dia kemarin sangat-sangat romantic dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tetapi mengapa hari ini dia memutuskan hubungan tanpa alasan yang masuk akal. Apa yang sebenarnya terjadi? Banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin aku tanyakan padanya.

 Tetapi aku tidak kuasa berlama-lama berhadapan dengannya. Tuhan, aku masih sangat menyayanginya. Dia orang yang selama ini memberikan warna yang indah dalam hidupku. Aku mecintainya dan tak mau kehilangannya. Aku harap ini benar-benar mimpi. Jika ini mimpi, aku ingin cepat-cepat bangun dari mimpi buruk ini. Aku masih teringat sebulan yang lalu saat hari ulang tahunku. Dia menyiapkan kejutan untukku. Dan bagiku itu adalah perayaan ulang tahun yang terindah selama aku hidup.
     

 Ada pesta kembang api, dinner romantis, dan kalung itu. Dan aku masih ingat ketika kita pergi ke sebuah pantai daerah bandung, malam harinya aku dan dia sama-sama berjanji untuk tetap setia, dan menjaga hubungan ini sebaik-baiknya. Dia juga pernah mengatakan untuk saling terbuka satu sama lain. Bila ada masalah harus di bicarakan berdua agar tidak ada kesalahpahaman antara kita. Tetapi apa yang dia ucapkan, dia ingkari sendiri. Tanpa ada pembicaraan apapun, dia langsung memutuskan hubungan ini. Ketika aku sedang memikirikan Boy, tiba-tiba teman kampusku dating dan mengatakan kalau dosen hari ini tidak dating.


Dan tanpa berlama-lama, aku pun langsung keluar kelas dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, terlebih dahulu, aku pergi ke kantin kampus untuk membeli minuman. Tak sengaja aku lihat foto itu ketika aku henak membayar minuman itu. Yaa, foto yang mungkin membuatku tambah sakit hati. Fotoku bersama Boy yang terpampang di dalam dompetku. Entah mengapa kakiku menjadi lemas dan tak kuasa untuk berdiri. Aku pun duduk sebentar di kantin. Aku memperhatikan foto itu dalam-dalam. Aku perhatikan setiap lekuk wajah Boy dalam foto itu. Aku merasa sangat aneh. Aku merasa saat ini Boy sedang memanggil-manggil namaku.


Aku merasa Boy saat ini sedang membutuhkanku. Ah tetapi mana mungkin, baru tadi pagi aku bertemu dengannya. Dia tidak terlihat sedang membutuhkanku. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Sudah sekitar 10 menit aku terduduk di kantin. Aku rasa, aku sudah bisa berdiri dengan kuat. Dan aku keluar dari kantin dan memutuskan untuk pulang kerumah. Ketika aku keluar dari kampus, sepertinya ada seseorang yang memanggil-manggil namaku. Aku berhenti sejenak, dan menoleh kesegala arah untuk melihat panggilan itu.

Dan ternyata benar, ada seorang laki-laki dan perempuan yang memanggilku di taman samping kampus ku. Akupun menghampirinya. Wanita itu bertanya padaku “nama kamu Mey ya?”. Aku heran, mengapa wanita itu kenal dengan ku. Lalu laki-laki yang berada disamping wanita itu mengatakan “nah ini bu yang tadi ngobrol sama Tuan Boy di taman ini. Saya masih ingat dengan wajahnya yang oriental”. Ah laki-laki itu menyebut nama Boy.

 Sebenarnya wanita ini dan laki-laki disebelahnya itu siapa? Mengapa dia mengenal Boy dan aku ?. wanita itu mungkin tau, kalau aku sedang bingung memikirkan mereka yang tiba-tiba saja mengenaliku. Lalu wanita itu menyuruhku duduk dan menjelaskan semuanya “saya ini mamahnya Boy”. Aku pun kaget, ternyata saat ini aku sedang berbicara dengan mamahnya Boy. Ada sedikit perasaan takut dalam dirikiku. Apa dia menemuiku untuk menyuruhku menjauhi Boy karena perbedaan Budaya itu. Lalu aku pun menjawabnya “ada apa ya tante menemui saya?”.
     

Mamahnya Boy pun menjawab dengan mata yang berkaca-kaca “apa kamu pacarnya Boy?”. Aduh aku bingung harus menjawab apa. Sambil menghela nafas, aku berkata yang sebenarnya “saya memang pernah berpacaran dengan Boy. Tetapi tadi pagi tiba-tiba Boy memutuskan hubungan ini”. Hal yang benar-benar tak ku sangka, mamahnya Boy langsung memelukku.

Aku tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi. Aku pun kembali bertanya “sebenarnya ada apa ya tante?”. Mamahnya Boy melepaskan pelukannya padaku dan berkata “kamu harus ikut tante sekarang kerumah sakit”. Apa? Rumah sakit? Siapa yang sakit? Itulah pertanyaan yang ada dalam fikiranku. Ketika aku hendak menjawab, tiba-tiba mamahnya Boy langsung menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam taxi.


Aku hanya bisa terdiam dan sebenarnya banyak pertanyaan yang masih ada dalam otakku. Tetapi aku lebih memilih diam dan tidak bertanya apapun. Aku yakin pasti nanti ada jawabannya. Di dalam taxi, mamahnya Boy terus memegang tanganku dengan erat dengan sesekali dia menghapus air matanya. Tiba-tiba aku langsung berfikir “ada apa dengan Boy? Apa dia yang sakit? Apa kecelakaan? Oh Tuhan semoga ini salah”. Setelah sampai rumah sakit, aku langsung dibawa oleh mamanya Boy ke lantai 4 dan langkah kakinya membawaku kedepan ruang ICU.

Aku pun melihat seseorang yang berada dalam ruang ICU itu lewat jendela kecil yang berada di dekat pintu. Ya Allah, itu Boy. Dia yang ada didalam ruang ICU itu. Kakiku langsung lemas dan tak kuat untuk berdiri. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Sebenarnya apa yang terjadi pada Boy? Mengapa dia terbaring didalam ruang ICU ?. mamahnya Boy pun mengangkatku yang saat itu sedang terduduk lemas di depan pintu ruang ICU.
       

 Perlahan-lahan mamahnya Boy mulai menjelaskannya tentang apa yang sebenarnya terjadi “Mey, selama ini Boy sakit. Dia sakit Kanker Otak sejak 15 Bulan yang lalu (1,5 tahun). Kondisi fisiknya yang lemah membuat kesehatannya semakin menurun. Tetapi sejak setahun belakangan ini, kondisinya mulai membaik. Dan tante yakin ini semua karena kamu. Kamu yang membuat Boy kuat menjalani sakit yang di deritanya. Sejak dia di vonis dokter terkena kanker otak, dia selalu murung dan tidak pernah tersenyum.
       
Tetapi sejak setahun belakangan ini, dia kembali menjadi Boy yang dulu. Boy yang ceria dan penuh semangat. Bahkan dia rutin menjalani kemoterapi yang sebelumnya tidak mau dia jalani. Dan tante juga yakin, kalau dia melakukan hanya untuk kamu. Alasan dia untuk sembuh dan tetap hidup adalah kamu Mey.
     

Maaf kalau baru kali tante mengenal kamu. Karena memang, Boy tidak pernah menceritakan sosok kamu kepada tante”. Ya Allah, kini baru terjawab semua pertanyaan ku. Inilah yang membuat Boy memutuskan hubunganku dengannya. alasan perbedaan kebudayaan dan terganjalnya restu orang tua itu hanyalah kebohongan untuk menutupi alasan yang sebenarnya. Tetapi mengapa dia tidak mau terbuka tentang penyakitnya padaku? Harusnya jika dia menganggapku sebagai pacarnya, dia pasti menceritakannya.
     

 Ketika aku sedang berbicara pada mamahnya Boy, tiba-tiba dokter keluar dari ruang ICU dan menyuruh semua orang terdekat Boy untuk masuk ke dalam ruang ICU. Perasaanku semakin takut. Aku takut kehilangannya. Aku, mamahnya Boy, dan papahnya Boy yang baru saja datangpun langsung masuk kedalam ruang ICU dengan menggunakan baju khusus. Semuanya menangis didalam sana termasuk aku.
     

Dokter mengatakan kalau Boy yang juga mempunyai penyakit jantungpun sudah benar-benar dalam keadaan kritis. Harapannya untuk hidup sangatlah sedikit. Ya Allah tolong lindungi Boy. Berilah keselamatan untuknya. Semakin lama semakin menurun kondisi kesehatan Boy. Dan sampai akhirnya, detak jantung yang terbantu melalui alat medispun terhenti. Boy telah meninggal dunia di hari jadiku dengannya yang pertama.
     
   Aku benar-benar tak menyangka ini juga akan menjadi hari terakhirku bersamanya. Semua orang yang berada diruang ICU ,menangis. Aku benar-benar tak menyangka, pertemuanku tadi pagi dengannya dan pelukannya pagi itu adalah ucapan selamat tinggal untuk selama-lamanya. Dalam hati aku mengatakan sambil meneteskan air mata dan memegang tangan jenazah Boy “Boy, selamanya kamu akan tetap berada di hatiku. Meskipun ragamu kini sudah tiada, tetapi kenanganmu akan selalu abadi dalam hati dan fikiranku. Bagiku, kamu tidak akan pernah pergi. Kamu selalu ada didalam hatiku”.

TAMAT
---------------------------------------------------------------------------------------------------
PROFIL PENULIS
Nama : Risdatul Zulfiah
TTL : Jakarta, 06 Juli 1996
Alamat : Jln Lap. Roos Barat 4, Bukit duri jakarta selatan
http://storyspeaks.blogspot.com/2013/06/cerpen-remaja-hari-jadiku-yang-pertama.html

Kisah Sedih remaja :: Separuh jantungku Untukmu

Posted by Unknown Saturday, April 6, 2013 0 comments
Hari ini adalah hari selasa,tepat dimana hari yang paling kubenci,sebab hari tersebut adalah hari yang selalu dipenuhi dengan berbagai kesialan bagi diriku,terutama disekolah.

Aku memakai motor kesekolah dan setibanya disekolah seperti biasa ku selalu terlambat,ketika itu ku pun berlari menuju kelas yang terletak agak jauh dari tempat parkiran,setibanya dikelas ku diusir keluar oleh guru yang mengajar karena terlambat serta tidak membawa izin masuk dari piket,lalu kupun meminta sebuah lembar kertas yang berisikan tanda tangan serta izin masuk,yaAh,meskipun sudah seperti biasanya hari-hari yang telah ku lalui.

Setelah itu akupun masuk kedalam kelas,dan seperti biasanya juga,semua bangku telah terisi punuh hingga akhirnya ku duduk dimeja yang terletak didepan guru,meskipun ku tak pernah menyukai hal tersebut.

Ketika itu guru sedang menerangkan pelajaran didepan,karena terasa mengantuk sekali ku pun tertidur,tiba-tiba sebuah penghapus papan tulis melayang dan mendarat tepat dikepalaku.
‘’akupun terkejut dan tanpa sadar mengatakan ‘’aduh,,sakit..

Suara yang menggelegar pun terdengar dari depan :eEhh,kamu ,,jika kamu ingin tidur jangan disini,atau kamu keluar saja.

Suara tersebut terdengar dengan diikuti suara tawa dalam jumlah yang banyak yang dapat membunuh jiwa ku.

Kemudian ku hanya dapat menjawab dengan wajah yang lugu :maAf buk,saya takkan mengulanginya lagi.aku pun baru sadar bahwa hari ini adalah hari kesialan ku yang bertubi-tubi.usai pelajran pertama,perutku terasa sangat lapar dan ingin rasanya pergi keluar untuk makan dikantin.

Tapi karena hari ini akupun mengurungkan niatku dan menunggu bel istirahat berbunyi,dilokal ku selalu diam tanpa kata dan memegang sebuah pulpen serta mencatat semua tulisa-tulisan yang ada dipapan tulis.

Selain itu ku hanya ingin diam dan duduk dengan tenang,karena jika ku melakukan aktifitas lain,pasti selalu saja ada kesialan yang menimpa ku,terlebih jika ada teman-teman yang menjahiliku,ku tak bisa apa-apa selain menerimanya,,
‘’alias lemah & payah,alias pecundang,itulah kata hatiku.

Bel istirahat pun berbunyi,ku pun keluar dan pergi memakai motor mencari kantin yang jauh dari sekolah tanpa ada teman disampingku.

Setelah itu kembali kesekolah dan seperti biasa terlambat masuk lagi hingga akhirnya ku harus kedepan meja guru untuk meminta absen kehadiran dengan satu alasan,,
Lalu ku pun duduk kembali kemeja ku mengikuti pelajaran’mencatat’dan sedikit melamun untuk menghilangkan beban fikiran dalam khayalan serta berjuta harapan yang tak pasti.
Setelah semua berlalu bel pulang pun akhirnya berbunyi juga,dalam hatiku berkata :akhirnya hari ini bisa terlewatkan jua.

Hari esok dan seterusnya hanyalah seperti biasanya,hanya saja tidak begitu dipenuhi kesialan lagi,ketika malam ku mulai tidur,ku selalu berkata dalam hati : Ku harap hari esok lebih baik dari pada hari ku yang sebelumnya.

Hari ini adalah hari sabtu,adalah hari yang paling ku sukai,karena terkadang kebaahagiaan menghampiriku,tapi entah apa,rasanya ada yang kurang bagiku,tapi ya sudahlah.Namun,ketika dipelajaran yang ketiga,ku melihat tanggal dan bulan,ternyata ku baru sadar bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-17.
Ku tak berharap apa-apa,selain hanya ingin hari-hari ku dapat ku jalani dengan baik tanpa ada beban yang menghampiri.

Sepulang sekolah terlihat keramaian ditepi jalan,namun ku tak menghiraukannya,bahwa pada saat itu seorang gadis cantik jelita telah tertabrak sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi,Gadis tersebut terlihat amat pucat dengan darah disekujur tubuh serta badan yang kaku dan kejang-kejang.

Terlintas dibenakku ingin menoleh kebelakang,ketika itu ku melihat seorang gadis diantara khalayak ramai yang sedang menangis,ku terus melihatnya dan melihatnya sampai ia pun melihatku,ku pun tersenyum untuknya sambil berkata dalam hati :Jangan menangis lagi,karena ku ingin membantumu!!!

Ku pun terkejut melihat gadis tersebut menghilang dengan tiba-tiba,hingga akhirnya ku terjatuh dari motor serta kepalaku membentur sebuah batu,,,

Dengan tak sadarkan diri,,
Ditempat yang sesunyi ini ,!
Mana ada yang bisa menolongku,ku merasakan ada sesuatu yang mengalir dikepalaku beserta suara rintikan hujanyang deras,.entah itu darah yang mengalir atau hanya air.
Ketika itu ku tak bisa mengingat apapun,.

Pada bulan yang sama,entah itu telah berlalu atau yang akan datang,ku sedang pergi menuju suatu tempat memakai motor dan aku pun melihat seorang gadis yang begitu cantik sedang kesusahan karena kaca matanya terjatuh dan pecah.

Rasanya ku ingin membantunya mengambilkan kaca mata tersebut,lalu ku berhenti dan kemudian mengambilkan kaca matanya serta memberikannya.namun,sayangnya kaca mata tersebut telah rusak tapi ia masih tersenyum kepadaku serta mengucapkan terima kasih.
Ketika itu ku tak tahu apakah ia berkata atau hanya perasaanku saja,!! Bahwa ada yang mengatakan : Ternyata kau sudah menepati janjimu padaku’’ku pastikan hari ini,esok dan seterusnya akan baik untukmu,,!!!

Ia pun mulai pergi meninggalkanku ,lalu ku memanggilnya dan menanyakan namanya serta bertanya bolehkah ku menjadi temannya atau bahkan sahabatnya.

Ia hanya mengatakan satu kata yaitu namanya ; sherly,kemudian ia tersenyum manis kepadaku.Namun sejak saat itu ku tak pernah melihatnya kembali.

Kemudian dibulan yang sama,!!pada hari yang sama jua,dan bertepatan denga tanggal kelahiranku,akhirnya ku melihatnya kembali,entah apa,ku merasakan hal yang kosong namun ku merasa senang telah melihatnya.

Ketika kudekati,ia terlihat sedih dan merenung,serta wajah yang dipenuhi oleh sejuta kebingungan,lalu ku bertanya,ada masalah apa,??mungkin kamu bisa mebaginya denganku,atau mungkin ku bisa membantu’mu.

Kamipun saling berbagi cerita suka ataupun duka yang kami hadapi,tak ada hal yang terahasiakan diantara kami berdua.

Tak terasa haripun mulai senja,namun kami masih saja tetap bercerita,dalam hatiku selalu bertanya kepadanya : tahukah kau bahwa bahwa ceritaku tak kan pernah habis dengan mu,hingga akhirnya ku pun mengakhiri cerita dibawah pohon yang sendu tersebut.
Namun,sebelum ku pergi,ku meminta’nya untuk berjanji,ia pun berkata :janji apa yang kau inginkan dariku,..sambil berkata hanya satu janji saja.

Kemudian ku menjawab : kau harus berjanji bahwa kau takkan pernah meneteskan air mata lagi serta harus memberitahukanku ketika kau akan pergi dari kehidupanku ini.
Ia tak mengatakan apa pun,ia hanya tersenyum kepadaku,tapi ku percaya kepadanya,Kemudian ia menggenggam tangan ku dan mengatakan : Kau harus bersumpah kepadaku,ketika mimpi ini berakhir kau harus melupakanku.

Ku hanya diam dan tak mengerti apa yang ia katakan.lalu ku pulang kerumah,
Saat itu ku merasakan ada hal yang aneh yang membuatku tak menghiraukan hal tersebut,.bahwa disisi lain taman yang tadinya tempat kami berdua bersama,telah berubah menjadi semak belukar yang lebat.

Ku tak pernah tahu apa yang ia fikirkan,Tapi sungguh begitu aneh,karena ia selalu dapat mengetahui apa yang ku inginkan dan ku harapkan.
Setiap hari kami selalu bersama,,!! Disebuah taman yang indah dibawah pohon yang begitu sendu,,

Namun,sejak saat itu jua semua telah berubah,,
Hari-hari ku disekolah menjadi begitu tenang,tak ada kesialan,tak ada teman yang mengganggu,serta tak ada waktu untuk menyesal.

Ku selalu menghitung hari,sejak ku mulai mengenalnya,hngga kini,!! Ku masih tetap bersama dengannya,jika difikir sudah ada 7 bulan 8 hari.

Mungkin saja ku telah menyukainya,tapi ku tak pernah membahas hal itu dengannya,entah itu karena ku takut jatuh cinta kepadanya atau mungkin karena ku takut suatu saat nanti melukai hatinya,.

Suatu sore yang begitu mendung,kami selalu membicarakan hal-hal yang membuat ketertawaan diantara kami berdua,.tapi saat itu ku lihat wajahnya begitu pucat serta bola matanya seakan mulai memutih,.

Lalu ku menanyakannya,namun tetap saja ia menjawab,ku tak apa-apa,mungkin karena terlalu bahagia dengan mu,ketika itu ku hanya tersenyum kepadanya,,.

Hingga suatu malam yang sangat dingin sampai menusuk ke’tulang ,ku melihatnya sendirian dibawah pohon tempat kami bersama,hanya saja tempat tersebut begitu semak belukar dari yang pernah ku datangi sebelumnya,Lalu kumemanggilnya,.(ia tak menjawab) ia hanya menangis sambil menedahkan wajah kepangkuan tagannya,.

Kemudian ku mendekatinya,namun ia katakan : jangan dekati aku serta berkata dengan nada yang rendah  mungkin inilah waktunya kau akan meninggalkan ku dan mugkin inilah saatnya ku menghilang dari kehidupan mu untuk selamanya.

Ku pun mejawab : ku tak kan pernah meniggalkan mu,sampai ku telah tiada lagi disini serta ku pun takkan mengizinkanmu untuk pergi meninggalkan ku.

Karena ku sadar ku telah mencitai mu ,ia pun menjawab : apa itu cinta bagimu,,
Lantas ku jawab : bagiku cinta adalah bisa selalu bersama denganmu tanpa melukai perasaanmu , ia berkata lagi : apa kamu akan tetap mencintai orang yang telah pergi meninggalkanmu.

Ku jawab ‘jika kau pergi meninggalkanku,maka cintaku akan semakin bertambah dalam untukmu,.

Rindu ku akan selalu menanyakan kabarmu tentangku,fikiranku akan selalu menuju kepadamu,.bahkan hatiku, telah ki bagikan separuh untuk hidup mu.

Setelah mendengar perkataanku ia mulai menegakkan kepalanya sambil menatapku dengan tatapan yang menyedihkan,ku terkejut ketika itu ku melihat wajahnya begitu pucat serta dihiasi darah yang mengalir,.tapi tetap ku sanggupkan tersenyum untukya,.
Setelah itu semuanya menghilang dan kelam , ingatanku hilang akan semua yang pernah terjadi, kecuali tentangnya,.

…..,hingga mataku pun terbuka,ku melihat hujan yang jatuh dari langit serta membasahi bola mataku,..

Dan terdengar pula suara mobil ambulan menuju kearah ku,.dan membawaku ke suatu tempat yang dipenuhi keramaian,lalu tiba seorang dokter yang memasuki ruang UGD yang berisikan 2 pasien yang sekarat.

Termasuk diriku,.sedangkan satu pasien lagi membutuhkan donor jantung yang tak mungkin ada,.

Lalu ku mencoba menolehkan kepalaku untuk melihat pasien tersebut,.dan ternyata pasien itu adalah seorang gadis yang ku cintai yang tak mungkin bisa ku miliki untuk saat ini,.
Setelah itu,ku menghembuskan nafas terakhirku dengan setetes air mata yang mengalir,.
Hingga akhirnya dokter tersebut mengangkat jantung ku dan mendonorkannya kepada gadis tersebut.

Seperti apa yang ku inginkan .
Ingatanku kembali pada awal ku melihatnya,..
Dan berkata : Ku Kan Membantumu
________________________
soruce : http://kisahkisah.com/5128/kisah-sedih-seorang-remaja/

Cerpen :: Accilong dan Sepeda Ontel

Posted by Unknown Monday, March 18, 2013 0 comments

Tiba saatnya menyusuri jalan setapak ini, jalan setapak yang selalu menjadi incaran penikmat sepeda, suasana yang dingin diantara rimbun pohon cemara makin memukau suasana kawasan rawan kijang ini. Dan kini, aku bersama sepeda ontel peninggalan alm. kakekku,..

Hmmm… tumben jalanan pagi ini lengang, sunyi bin sepi… namun tak menyurutkan semangat bersepeda riaku yang sudah menjadi hobby, perlahan namun pasti masih saja betis ini asyik berputar diatas goesan yang sudah usang,

"coba disebelahku ada dia yang menemani," bathin ini mencuri mimpi,
"tapi apa ia dia mau dan mampu mengiringi aku dan sepeda ontelku??? racun… kenapa aku meracuni otakku tentang hasrat untuk bersamanya??? hmmm… acci acciiii… andai saja kamu bisa turun dari Mercy dan teriaki aku, lalu mengemis agar kuboncengi dengan sepeda ontel ini… dung dung… makin dung dung isi kepalaku…"

Sebentar lagi mentari pagi mulai beranjak pergi, tak terasa lamunanku diatas sepeda berlangsung hampir 2jm… waktu rehat tak juga kumanfaatkan, malah asyik mencuri-curi khayal tentang sebuah wajah indah pembuat gundah… lagi2 kusebut namanya… "acci acciiiiii… tak maukah kau lirik aku sebentar saja??? beuh… kapan yah aku berani menarikmu kedalam hatiku???"

Botol minum ini sudah kosong, dan perutpun mulai demon meminta haq’a… sabar yaa… kita cari restorant penjual nasi uduk yuuukkk… siapa tahu penjualnya mirip sama dia, hhe… #ngarep.

lama2 semuanya tentang dia, ada apa denganku??? sudah ah waktunya isi perut, dengan semangat 45 kugoes sepeda ontel demi menemukan obat lapar, Allhamdulillah… setelah 10mnt ternyata ada juga restaurant yg berukuran -/+ 3 x 4m, heheee… ” Nasi uduk ga pake sambel ya buuu… ” pintaku kepada ibu tua yang nyaris seumuran dengan ibuku… ” ia nak tunggu yaa… ” jawabnya ramah… tak lama nasi uduk dan segelas teh manies hangat meronakan perutku,..

rehat sejenak, berharap lelah ini berkurang, bersender pada bangku dipan dengan kaki selonjoran, tak sadar tertidur dalam buaian angin yang semilir… Subhanallah… indahnya…

” Bang.. Bang Aul bangunnn… ” suara lembut dan ringan terdengar, perlahan kubuka mataku… Ops… lidahku kelu, mataku terbelalak tak percaya, jantung berdegup penuh irama… tiba2 terasa disekelilingku penuh alunan lagu padang pasir yang mendayu dayu sendu,.. ” Acciiii… ??? ” aku menyebut namanya.. ” iyaa.. bang Aul abis sepeda’an yah??? sampe ketiduran gini??? ” lagi2 suara itu membuyarkan kantuk yang tadi menyerang… ” Eh.. Iyaaa,.. kok ada disini..??? ” jawabku tergagap namun berusaha menetralkan kondisi, harus terlihat seperti lelaki sejati, gak boleh grogi.. bisikku dalam hati…
” tadi abiz lari pagi juga, trus laper makan disini deh.. ” jawabnya ringan dan mempesona… deg deg deg deg… ” mau gak yah, kalo kuajak dia pulang naek ontel??? ” bisik hatiku… Hmmm… ” sama siapa ci..??? ” tanyaku, ” sama sopir bang, tuh.. lg makan nasi uduk dimobil.. ” jawabnya sambil menunjuk mobilnya yang diparkir dibawah pohon mangga… ” Ouwh… ” hanya itu jawabku…

Hampir 17mnt, aku berbincang-bincang dengan wanita pujaan, keinginan mengajaknya pulang dengan Ontel semakin menggila, kapan lagi.KOM itu yang ada diotakku.. hmmm… ayoooo… bilaaaangggg… terjadi perang bathin direlung yang terdalam,tapi kalo liat mercy terus ke sepeda ontel… uuuuuuurrrrrggghhhh… langsung deh.. berasa ada dimall lantai atas nyungsep kelantai dasar… gubraaaaaaakkkkk… T-T

akhirnya pasrah jadi pilihan, dan diam menjadikan Aul seorang pria idaman, heheuu… ya sudahlah… kali ini biar kupendam dalam hati saja, jika Tuhan menghendaki aku bersamanya.. Insya Allah x3 Insya Allah you’ll find your way (Maher zain)… heheuuu… )

Berat rasanya untuk say good bye sama mahluk tuhan dihadapanku ini, hmmm… tapi daripada makin ga bisa konsentrasi lebih baik cepet2 angkat kaki, apalagi c mercy makin bikin keki,.. ” Ciii… pamit duluan yaa.. ” akhirnya ucapanku keluar juga,.. ” kemana Bang, cepet amat.. ??? ” tanya’a.. ” udah mo siang neh.. ada urusan juga.. ” sahutku asal,.. “Hmmm… naek Ontel bang???” kembali bertanya, dan jujur bikin kesel,.. ” Iyaaa.. gtu deh.. Ontel kesayangan.. ” kataku, sambil mengusap2 jok Ontel penuh kasih sayang… ” Acci boleh nebeng gak bang??? ” tiba2 permintaannya sulit kujawab… ” Hahhhhhhhhh??? ” konyol memang aku malah menganga dan terpaku, sulit percaya yang kudengar indera pendegarku, jangan2 cuma khayal… ” Bang Auuuullll… boleh gaaakkk??? ” acci kembali bicara dan ini bukan khayal, spontan kuanggukkan kepala… ” tentu saja boleh… yuuukkkk… ” sahutku sumingrah, Gustiiiiii… nikmat-Mu kali ini sungguh indah… Maher Zain, thx 4 spirit,.. wewwwww… kacau balau isi hati dan kepala,.. ini bukan mimpi maaaannnn… Accilong&Sepeda Ontelku… ha’haaaa… indahnyaaaa… senyum2 stadium akhir… ^_____^

Kali ini tak ada alasan aku tak memuja tuan putri yang asyik kuboncengi, sifatnya ramah dan menyenangkan, baik hati juga tidak sombong, rela tinggalin mercy demi dibonceng Ontel ajaib in, judulnya makin cinta deh kalo gini,.. hmmm… dalam perjalanan Acci bercerita kanan kiri, tak sungkan ketika pegal dia minta berhenti, waaahhhh.. andai saja hati sudah terpatri, dengan senang hati kupijit kedua kaki Acci, tapi sebagai lelaki sejati cukup mengikuti yang diingini tuan putri,.. ” Oia, kok tiba2 mo naek Ontel Ci..??? ” tanyaku disela obrolan sepanjang jalan,.. ” Sebenernya kalo mobil lagi nggak ngadat acci mendingan naek mobil bang… ” kata2nya polos tanpa beban, jujur aku terperangah.. ” Maksud’a??? ” , ” mang’a Acci td lom bilang yah???, Mobil itu keabisan bensin.. untung ketemu bang Aul, jadi cuma telat2 dikit deh sampe rumah… ” lagi2 jawabnya polos, " nanti Acci turun disimpang tiga z ya Bang… ” lagi2 permintaan acci berikutnya,.. tak ada jawaban kali ini ada yang gemuruh dihati makin keruh,..

ternyata oh ternyata… ” Disini z Bang.. ” tiba2 Acci kembali bicara sedikit berteriak,.. ” Oh iyaa… terus dari sini mo naek apa?? ” tanyaku mengusir gundah… ” Tuh udah dijemput.. ” tangannya menunjuk mobil mercy yang parkir dipinggir jalan, kulihat seorang pemuda tampan keluar dengan elegan.. O’oowww… itukan Pa’ Ridwan bos ditempatku mencari sesuap nasi… ^$&)&%###!!_)()>??????????_____==&^%#@

=================================================================
source :: http://forum.republika.co.id/showthread.php?99116-CERPEN-Accilong-dan-Sepeda-Ontel

Kisah Dongeng Ketauladanan seorang istri

Posted by Unknown Monday, January 14, 2013 1 comments
Pernah dengar dongeng Klasik Korea – Yun Ok , kisah tentang wanita bijak , isteri yang feminin dan lembut ?

Ceritanya menarik dan mungkin bisa jadi sari tauladan bagi wanita, isteri dan ibu.
Nanti kita cari benang merahnya , setelah membaca dongeng dibawah ini :

Diceritakan ,Yun Ok ini seorang isteri yang sedang kebingungan ,karena kelakuan suaminya. Dia kemudian meminta nasihat ke seorang yang pintar dan bijak.

“ Saya datang mohon pertolongan , wahai orang pintar dan bijak , ingin meminta nasihatmu yang … “, diapun berceritera bahwa dia amat mencintai suaminya , seorang perwira militer kerajaan.
Selama tiga tahun sang suami pergi ke medan perang , dan sekembali dari tugasnya , perangainya amat berubah , ia menjadi kasar , pemarah , juga kepada dirinya.
Ia juga tidak mau bekerja, sawah ladangnya dibiarkan terbengkalai , sehingga keluarganya terlantar.
Mungkin orang bijak itu bisa memberikan sesuatu ( jampi-jampi ), agar si suami itu bisa kembali seperti sediakala dan berbuat baik mencintai isteri dan keluarganya lagi.
Orang pintar itu menjawab : “ Cabutlah sehelai kumis harimau yang masih hidup , agar saya bisa membuatkan reramuan yang kau minta “.


Yun Ok bingung sekali , mencabut kumis harimau hidup , bagaimana bisa ? , tetapi ia amat mencintai sang suami , apa akal ?.

Demikianlah , dia –pun mendatangi kesebuah perbukitan di gunung, tempat harimau itu hidup bersarang.
Ketika dilihatnya macan itu sedang berbaring didepan gua, diapun memanggil harimau itu dengan lembut sambil menyodorkan sebungkah daging , tetapi macan itu tidak mau bergerak dari tempatnya.

Setiap malam dia datang ketempat harimau itu dan melakukan hal yang sama , tetapi macan itu diam seperti biasa, hanya setiap kali dia datang , dia maju selangkah dari semula , sehingga dia makin dekat dengan harimau itu.
Walau macan itu tidak mendatangi Yun Ok , tetapi lama-kelamaan, dia sudah terbiasa dengan kedatangan wanita itu.

Sehingga suatu saat Yun Ok sudah amat dekat dengan harimau itu dan terlihat harimau itupun bangkit dan mendekati dia , saling mendekat , berhadapan , mereka bertatapan , … dibawah cahaya bulan temaram . ( maklum ini dongeng ,… harus lebay )

Besoknya kejadian itu berulang dan si harimau mau menerima uluran daging dari tangan Yun Ok , diapun sempat mengelus si harimau yang diam saja tidak terganggu.
Ketika mereka sudah akrab,suatu hari Yun Ok berkata pada harimau itu , bahwa ia ingin minta/mencabut kumis harimau itu.

Diceriterakan kumis harimau itu didapat dan sang harimaupun tidak marah.

Yun Ok pun cepat-cepat menyerahkan kumis harimau itu pada Orang pintar dan bijak, setelah diterima kumis itu dibuangnya diperapian.

Yun Ok heran dan tidak mengerti , tetapi orang pintar itu mengatakan : “ Apakah suamimi lebih ganas dari harimau ? , apabila kamu sudah bisa melunakkan hati macan yang ganas itu dengan kelembutan dan kesabaranmu , … berbuatlah serupa pada suamimu, diapun akan menuruti setiap permintaanmu “ , Yun Ok baru sadar dan mengerti makna semua permintaan orang pintar dan bijak itu.

Ceritanya sudah tamat sampai disini ,tetapi saya ingin mencari benang merah dari cerita ini secara utuh.

Biasanya wanita identik dengan sesuatu yang lembut , indah dan sabar.

Lembut bukan berarti loyo atau pasrah, Sebab kelembutan itu merupakan perpaduan antara beberapa sifat yang baik , yaitu pengertian , murah hati , simpati, empati , suka memaafkan, kesabaran , kasih sayang dan tahan terpaan gelombang kehidupan , tahan godaan dan masih banyak yang lain.

Kadang juga dikaitkan dengan kecantikan, tetapi dalam artian kecantikan sejati :beauty is the mark GOD set on virtue , bahwa kecantikan terletak pada keluhuran budi/kebajikan seseorang yang diberikan oleh Tuhan YME.

Sehingga semua membentuk hati dan jiwa wanita.

Sepertinya sifat2 itu amat “ keibuan”, sehingga oleh pengarangnya, diharapkan seorang wanita, seorang isteri mempunyai sifat luhur layak bagai sifat seorang ibu.

Benarkah harus seperti itu ? , kalau dipikir kelanjutannya – ini pikiran saya sendiri – laki-laki itu tetap ingin diperlakukan seperti “ anak “ oleh isterinya –kah ?
Mereka tetap ingin dianggap seperti bocah manja , seperti kisah dongeng “ Peter Pan “ , yang tidak pernah mau menjadi dewasa. ?
Apakah memang seperti itu ya ?

Caprib ( Catatan Pribadi ) :
Seorang Ibu bukanlah orang untuk tempat bersandar , tetapi seorang Ibu adalah orang yang menyebakan bersandar tidak lagi diperlukan.
( Dorothy Comfield Fisher )
==============================================================
source : http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2012/12/15/dongeng-klasik-korea-yun-ok-kelembutan-hati-wanita-516216.html

Sahabatku Jadi cintaku

Posted by Unknown Saturday, December 22, 2012 0 comments


Angin sore menerpa wajahku yang sedang asyik-asyiknya melamunkan hal yang ga tau kenapa bisa aku lamunin. Hal ini tuh udah bikin aku galau belakangan ini. Ya, apa lagi kalau bukan jatuh cinta. Jatuh cinta udah ngebuat aku kaya orang bego.

Tiap kali aku makan, wajah dia tuh selalu muncul, ngebayang-bayangin tiap langkah aku ke sekolah, dia tuh bagaikan bintang untukku, slalu nemenin tokoh 'aku' dalam mimpi aku. Sebenernya sih dia tuh temen chattingan facebook aku, dia tuh slalu ada kalau aku lagi sedih, ada masalah, juga kalau aku seneng, dia slalu ada buat jadi tempat berbagi kesenangan.

"Braakkkk!" suara itu kedengaran amat menyeramkan, dan setelah kusadari, ternyata aku terjatuh dari ayunan yang sedang kunaiki. Ya ampun, aku ngelamunin dia lagi... Apa yang terjadi sama aku? Masa aku baru aja ngelakuin hal bego kaya gitu? Hal yang mungkin ngebuat orang lain ngakak di atas penderitaanku.

"Awww.... Sakit banget kaki aku..." sebenarnya aku tau di taman ini ga ada orang lain selain aku, tapi kok aku ngerasa ada suara ketawa yang kejam? Hiiyyy, jangan-jangan.......

"Huaaaa", aku berteriak kencang saking kagetnya. Baru kali ini aku denger suara hantu, ternyata suaranya tuh kaya manusia banget yah.

"Ya ampunnn, ini Kayla? Ahaha, aku ngga nyangka banget bisa ketemu kamu di sini, Kay", kata suara itu. Haaaaa..... Salah apa aku bisa ketemu hantu di sore hari yang indah ini, ternyata hantu itu serba tau yaaa, masa dia juga tau nama aku, terus ya iya dia seneng bisa ketemu manusia bernama Kayla ini di taman terus nakut-nakutin dia, sementara aku...?

'Tuhan tolongin aku Tuhan, bawa aku ke tempat yang aman, ke atas pohon boleh deh, asal aku ga usah ngeliat ni hantu gitu, ngga usah tatap muka sama diaaa.... Aku takut hantu....', doaku dalam hati. Tapi kayanya itu cuma jadi mimpi soalnya aku masih di bawah pohon, di deket ayunan kuning ini.... Suara langkah kaki itu semakin deket lagi...

"aaaaaaa, jangan bunuh aku, mas hantu, aku masih belom punya pacar, masih banyak dosa sama mama sama papa... Pleaseee dong mas hantu, biarin aku hiduppp", teriakku sejadi-jadinya.  "Hahahahaha Kaylaa-Kaylaa... Kamu tuh yaa ngga di dunia asli, ngga di chat, sama aja: PENAKUT! Hahaha, ini aku, Mike..." kata suara itu... 'Mike siapa' kataku dalam hati.... 'Mike??? Hah, cowo itu? yang sedari tadi aku pikirin? Cowo yang ngebuat aku jatuh memalukan dari ayunan? hahaha, ngga mungkin ah', kataku sembari membalikkan tubuhku ke arah suara itu berasal. Hwaaa, wajah itu membuat hatiku bergetar hebat.

Ternyata itu beneran Mike ya Tuhan!  Seketika lidahku tak bisa berkata-kata, 'kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku', gitu kalo kata sm*sh! aduh apa apan aku ini, di saat seperti ini aku masih bisa mikirin boyband asal Bandung favoritku itu... kembali lagi dong ke dunia nyata. "Hah, kamu beneran Mike?" kataku, memandang wajah dia yang berdiri di sebelahku sambil mengulurkan tangan, membantuku berdiri.

"Ya iyalah emang kamu mikir aku ini hantu yang tau nama kamu? Hahaha", kata Mike seolah dapat membaca pikiranku. "Hehehe, ya kirain sih", kataku, menyambut uluan tangannya.  Baru kali ini aku melihat wajah aslinya, ternyata lebih cakep dari fotonya, ngebuat hati aku cenat cenut.

Kami mengobrol banyak di taman sambil menikmati matahari yang dengan malu-malu ke tempat asalnya. Senja itu, aku benar-benar ngerasain apa yang namanya indahnya jatuh cinta. Setelah mengobrol begitu lamanya, kami berpamitan, oiyah sekarang aku tau, dia pindah ke blok sebelah rumah aku. Aku jadi tetanggaan sama dia, senangnya :D. Kami lalu pergi ke rumah Mike untuk Mike kenalkan sama keluarganya yang sering dia ceritakan di chat ym ke aku.  

Mike pindah dari Jakarta ke Bandung, katanya sih papanya tugas kerja di Bandung. Dia tinggal sama keluarganya, yang barusan dia kenalin ke aku, Oom Anwar, Tante Rosa, dan adik perempuannya yang cantik, Mary. Mike sekolah di sekolah yang beda sama aku. Hari-hari berikutnya kujalani dengan senyuman yang menghiasi wajaku, menganggap bahwa semua hal buruk di dunia ini takkan berarti apa-apa bagiku, asal aku bisa liat wajah dia, wajah Mike setiap hari...

Sekarang Mike sudah menjadi sahabatku yang selalu ada di sampingku tiap aku ada masalah, dia selalu ngehibur aku.Semuanya jadi indah, sampai pada suatu hari, dia cerita ke aku tentang seorang cewe yang udah ngebuat hati aku sedih. Mike suka sama cewe itu, dan akhirnya setelah 3 bulan PDKT atau pendekatan, mereka jadian.

Aku ngga kuat kalo harus terus begini, aku harus ngomong sama Mike tentang perasaanku sebenarnya, sebelum aku dibuat gila sama perasaan cinta sama sahabat sendiri. Bahkan, sebelum kami sahabatan, cuma sebagai temen di dunia lain selain dunia nyata, yaitu dunia maya, yang ga pernah tatap muka sebelumnya, aku udah suka sama dia... Ya, kalo perasaan ini terus-menerus dipupuk kaya gini, apalagi dengan sikap baik bangetnya itu, sikap perhatian itu, aku ngga mungkin ngga cinta sama dia... Rasa cinta ini terus menerus tumbuh, semakin besar dan semakin besar. Kalau aku ngga ngomong, bukannya aku seneng, tapi malah tersiksa sama perasaan ini.  Sampai pada suatu sore yang cerah, saat kami sedang ngobrol di taman kompleks sambil menatap awan yang terus menerus bergerak, aku menceritakan semua tentang isi hatiku, apa yang aku rasakan sama dia, dari kapan perasaan itu muncul, dan berbagai macam kalimat lain yang gatau kenapa langsung meluncur dari lidahku. Aku juga heran kenapa dia ngga kaget sama apa yang aku katakan.

Dia tetap tersenyum manis sambil mendengarkan aku bicara tentang perasaan terlarang ini. Setelah selesai semua beban di hatiku ini. "Mike, kok kamu malah senyum-senyum sih? Emang sih ceritaku tuh novel banget, tapi harus kamu tau, ini tuh kejadian sebenernya!", kataku.

"Ngga kok, Kay, aku seneng kamu mau jujur sama aku, aku seneng kamu mau jadi the one yang mau tulus cinta sama aku... Ehm, sebenernya aku malu banget ngomong ini sebenernya. Aku juga suka sama kamu, Kay. Dari kita ketemu di chat ym, aku juga udah suka sama kamu, aku berusaha supaya jadi yang terbaik buat kamu. Tapi aku udah putus harapan, soalnya kamu tuh ngga ngasih respon ke aku", jelas Mike.
"Hah? Kalau kamu juga suka sama aku, kenapa kamu jadian sama Lila? Kenapa kamu malah ngebuat hati aku tambah sakit, Mike setelah aku tau kejadian yang sebenarnya."  
"Sebenernya, Lila yang aku ceritain ke kamu itu, dia adik aku, aku cuma mau tau, apa kamu cemburu sama Lila atau ngga. Ternyata kamu cemburu yah, hehehe", canda Mike, tapi aku kira ini janggal dan ngga lucu! "Mike, bukannya adik kamu namanya Mary? Kok kamu ganti jadi Lila sih?", tanyaku penasaran.
"Yah, namanya kan Delila Mary Wijaya, nama belakangnya sama kaya aku: Michael Stefan Wijaya. Hehehe, maaf banget kalau aku udah bohongin kamu, Kayla." 
Mike membuat aku yang tadinya kesal bercampur senang merasa sedikit tenang.
"Jadi?" kata Mike. "Jadi, apa aku boleh jadi cowo yang bisa ngelindungin kamu, Kay?", sederhana, tapi udah buat aku melambung tinggi, bagai terbang di atas awan. 
"Aku mau, Mike jadi cewe yang bisa ngertiin kamu", jawabku sambil tersenyum. Kami baru saja jadian dan aku sangat senang akan hal itu. Menikmati senja di dekat ayunan tempatku pertama bertemu dengan Mike, dengan suasana yang sama: langit senja berwarna merah keunguan membuat hatiku tentram. Ternyata, sahabat juga bisa jadi cinta.

==============================================================
http://www.lokerseni.web.id/2011/11/cerpen-remaja-aku-cinta-sahabatku.html
==============================================================

Kumpulan Cerpen Remaja Part 1

Posted by Unknown 0 comments
Cinta Tak hanya Suka Saja


Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Sherly.

Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Andre berkata kepada Sherly:
“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre:
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis seorang diri.

Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly.

Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly.

Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua Sherly.

Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre:
”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre.

Andre membaca surat itu.
“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Sungguh sangat mengharukan. Sebuah Cerita Sedih yang amat sangat menyentuh hati. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dibalik Kisah Cinta Andre dan Sherly tersebut, yang merupakan Cerita Cinta Anak Remaja yang Sangat menyedihkan dan mengharukan.

Dari Cerita sedih dan mengharukan yang dikisahkan oleh Andre dan Sherly, dapat di ambil kesimpulan bahwa “Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita”.

Cerita Cinta Sedih part 2

Posted by Unknown Wednesday, December 12, 2012 3 comments

Hari-hari membosankanpun telah terlewati . Tinggal aku menunggu hasil penerimaan mahasiswa.  Sambil menunggu, aku berlibur di rumah sendirian karena ayah, ibu ,dan kakak pulang ke jakarta. Otomatis aku sendirian di bandung, Tidak ada pembantu adapun supir yang juga ikut ke jakarta.
Hari Ini Senin, dan aku harus mengecek status ku di kampus tujuanku. Karna kumalas pergi sendirian aku mengajak  Ghina untuk menemaniku dan kebetulan juga dia satu tujuan denganku. Akupun BBM Ghina.
“Ghin, jemput gue dong. Gue Mau Ke kampus”. Pesanku singkat.
“Yaaah Ra, gue nggak boleh bawa mobil, lu aja yang jemput gw”. Jawabnya membalikan perintahku.
“Ah dasar, niat gue nyusahin lu malah gw yang susah!!!!” . Balasku
Akupun mengeluarkan mobil dari garasi keluar rumah dan mengunci pintu pagar. Meluncurlah mobilku kerumah Ghina. Sesampai disana aku tak berani tuk membunyikan bel aku hanya BBM Ghina agar dia segera turun, Semua itu karna ayahnya yang killer.
“Ghin, Turun Dong. Gue dah nyampe didepan rumah loe”. Pintaku.
“Kenapa Ga masuk aja?? Gw lagi siap-siap!!!”. Kata Ghina
“Nggak Ah. Ntar hawanya panas. Ada bokap loe kan???. Udah Cepetan Turun!!!”. Kataku
“Kenapa musti buru-buru sih???. Emangnya si Kunyuk kemana??”. Dia malah memprotes.
“Si Angga masih tidur !!!. Udah Turun aja loe!!”. Kututup Percakapan kami Di BBM.
Tak lama ghina pun keluar rumah menghapiriku. Lalu Ia Bertanya
“Haraaaaaa...., Udah lama nunggu???” dia mulai bercanda
“Berisik Loe, Udah kita cabut” Balasku kecut.
“Yeeeeh, Dia Marah. Hahahha.....”. Katanya
Sesampai di kampus aku menuju pusat infomasi
Hara Maudina, Itulah namaku. Nama itu terpampang di daftar mahasiswa baru. Begitupun Ghina. Akupun pulang dengan ceria. Tak sabar aku memberitakan ini pada orangtuaku. Karna mereka sangat mendukungku untuk masuk perguruan tinggi ini.

Beberapa minggu kemudian akupun masuk kampus dan menjalani ospek yang diselengarakan senior. Sama seperti saat smp ketika memasuki sma dulu, aku dipaksa memakai aksesoris aneh yang tentunya membuatku Mati Kutu. Tak terasa Ospek pun berjalan lancar walaupun dihiasi beberapa insiden. Contohnya Aku Pingsan waktu di suruh bersihin halaman sekolah. Untungnya ada yang nolongin dan nganter aku pulang. Kejadiannya dimulai dari sini....
“Kalian tuh harusnyanurut apa kata senior!!!!, Kalu disuruh nyapu, ya nyapu!!!!!.” Kata Seorang Senior dengan ganasnya. Tapi Setelah itu
Gubrakkk. Tiba tiba keadaan hening ketika Aku jatuh pingsan dihadapannya. Mereka semua panik dan membawaku ke unit kesehatan. Akupun Mulai Siuman dan bertanya..
“Dimana aku???”. Aku Kebingungan Dengan Ghina Di Sebelahku
“Kamu ada di ruang kesehatan!!!”. Kata Senior yang membentakku tadi.
“Ohhh. Jam berapa sekarang”. Aku Bertanya kembali.
“Sekitar Jam Setengah 4 Sore, Kamu mau Pulang???”. Dia menawarkanku untuk diantar pulang. Akupun hanya mengangguk, dan bertanya kepada ghina.
“Mana Angga, Ghin????”
“Angga masih ada ospek, Tadinya sih dia memang disini!.” Kata Ghina
“Angga itu Pacar kamu ya!!” Kata Sony.
“Iya Kak.” Kataku lemas.
Akupun pulang diantar pulang oleh Sony, aku mengetahui namanya dari name tag yang terpasang di jas almamaternya. Akupun sampe di rumah dengan keadaan masih lemas dan keluargaku masih berada di jakarta. Aku mengajaknya masuk.
“Makasih yaa kak, Inilah rumahku. Ayo masuk.” Tawarku.
“Ya makasih, Ini Kunci mobilnya.” Dia menyerahkan kunci mobilku
“Udah Simpen aja Ntar kakak pulang pake apa???. Paling besok aku ambil!!”. Kataku Menolaknya mengembalikan kunci mobilku.
“Ohhh ya udah. Ngomong ngomong kamu sendirian di sini!!!” Tanyanya.
“Iyaa. Keluargaku ada di jakarta kak.” Jawabku.
“Ohhh yaudah kakak pulang dulu yaa. Ntar Besok aku jemput.” Dia Pun berpamitan
“Ya. Hati hati ya kak” 
Tak lama Kemudia Terdengar mobil angga dan suara derit ban. Kiitttt...... Begitu Kencangnya bunyi itu.
“Hara Kamu ngga apa apakan???” Katanya sambil panik.
“Ngga, Aku cuman butuh istirahat aja kok!!”.
“Sukurlah. Kamu Dianter Senior ya. Tadi ghina Ngasih tau aku.”
“Yaaa. Ayo masuk. Diem aja diluar, dingin tau!!!” kataku Protes
“Iyeee. Gue Juga Tau”. Dia balik Protes.
“Mau Nginep di Sini???, Klo Mau Pake kamar kakak Gue Aja”. Tawarku, Memang Dia Sering menginap di Rumahku dan tidur di sofa. Walau begitu kami tak pernah macam macam lho...
“Iya Udah Deh. Disini Sepi ga ada Yang Jagain kamu”. Dia pun mengiyakan saja.
Pagi Ini aku diantar angga dan BBM Sony supaya Tidak Usah menjemputku. Aku satu jurusan dengan Angga. Angga mungkin cowok paling perfect dimataku, Aku tak pernah merasa sedih di sisinya. Aku selalu di sayangnya, aku pikir dialah cowok paling romantis bagiku. Contohnya hari ini, bahkan akupun tak tahu hari ini aku ulang tahun tapi angga selalu ingat. Disiapkannya kejutan untukku, Diapun bekerjasama Dengan Ghina. Kata ghina Aku harus ke cafe tempat biasa nongkrong sore ini.
“Ra, loe bisa dateng ke kafe ga sore ini??? Ada yang mau Gue kasih tau”. Kata ghina
“Bisa, Emang Ada Apa Ghin???”. Jawabku
“Udah Loe datang aja, ini penting”. Katanya Lagi
“Iyee, Ntar gue kesana”. Jawabku
Akupun Bersiap-siap untuk pergi ke kafe. Aku keluarkan mobilku dari garasi dan menuju kesana. Tak lupa aku kenakan gaun sesuai apa yang diperintah ghina. Okelah aku nurut kali ini. Akupun sampai di tujuan.
“Ada apa sih?? Kayaknya penting banget. Mana gue disuruh pake gaun segala lagi??”
“Udah loe tunggu aja”. Katanya membalas pertanyaanku
“Iyaaa. Tapi Ada apa. Katanya ada yang mau di kasih tau”. Tanyaku Ngotot.
Tiba-tiba Angga datang. Dan
“Kejutaaaaaan”. Kata angga, Ghina dan teman teman lainnya.
“Anggaaa. Ada Apa ini???”
“Hari ini kamu ulang taun. Happi Birthday ya Hara!!!”
“Ohhhh Iya Aku hampir Lupa. Makasih ya sayang....”. Kataku Sambil menitikkan airmata karna haru.
“Sama2 sayang. Aku masih punya kejutan untuk kamu”
“Apaa?”
“Nih”. Katanya sambil membuka tirai yang isinya semua orang satu kampus. Mereka semua Baris teratur yang membentuk tulisan I love U. Dari Lantai 2 aku melihatnya dengan jelas.
“anggaaaa.....”
“Ya. Ada apa??”
“Kamu ngasih tau semua orang kecuali aku!!!” Kataku pura pura marah.
“Loh kok malah marah. Kan Kejutan, kalo kamu tau bukan kejutan namanya”. Kata Angga membalas santai.
“Ihhh, kok malah santai sih. Kenapa sih dia sesabar ini??” Aku Bertanya Dalam hati. Karna dia tak pernah marah walau aku sudah membuatnya bete abis, Dia Ngga Pernah marah!!.
“Iya Sih. Aa...” Kataku menjawabnya tapi tiba tiba aku menjerit karna dia langsung menggendongku kemobilnya.
**
“Kita mau kemana??” Tanyaku.
“Udah Ikut aja. Ghina Juga tau kok, nih pake ini dulu”katanya sambil menyerahkan kain penutup mata.
Akupun memakainya dan tak lama kamipun sampai.Ternyata aku dibawa ketempat yang aku paling suka yaitu di atap gedung tinggi pada malam hari dan disana ada meja yang terdapat lilin diatasnya. Kembali aku terharu dan meneteskan air mata. Dan anggapun bertanya
“Loh kok malah nangis” Angga bertanya kebingungan
“........mmmhh.....” Aku hanya mengelengkan kepala takbisa berkata kata
“Ada apa. Kamu takut ketinggian?? Atau kamu nggak suka??” Dia semakin kebingungan.
“so sweet banget!!!” akhirnya aku bisa berkata.
“Ohhh. Tapi kamu keliatan sedih. Apa kamu mau pulang??” kata angga
“Yaudah kita pulang yuk” katanya lagi.

Aku yang takbisa berkata kata pun nurut saja. Kami pun turun. Sesampainya di lantai bawah, keadaannya gelap. Akupun memeluknya, tapi tiba tiba dari kegelapan muncul cahaya lampu berwarna yang bertuliskan “I Love U”. Ternyata ghina, dan lainnya sudah merencanakan semua ini secara matang yang tentunya atas kemauan angga.

Sudah cukup aku merasakan semua ini, tapi masih saja perasaan itu menganjal di benakku. Malah persaan ini seakan menjadi jadi saat ini. Aku pun makin tak tenang.

Angga pun mengajakku pulang. Sedangkan mobilku ghina yang bawa. Kamipun pulang membelah pekatnya malam. Tapi ....

Bukkkk
Mobil kami terguling guling sampai ringsek tak karuan. Aku Masih sadar dalam keadaan mobil terbalik. Akupun berusaha keluar mobil dibantu supir truk yang menabrak kami secara kencang itu, Setelah itu aku membantu angga keluar. Tapi Angga tak sadarkan diri, aku menelpon ambulance. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Sampai diruang UGD angga masih tertolong. Di Bilang Padaku
“Hara sayang, jangan nangis dong. Kan Aku Masih selamat” Katanya membujukku untuk tidak menangis
“Tapi aku khawatir sama kamu......” Kataku. Mungkin ini perasaan ku itu selama ini, Angga Akan mendapat musibah.
Tapi Semua Itu Belum berakhir. Dua minggu kemudian angga pun pergi meninggalkan ku. Aku Yang Berniat membesuk dia, malah Aku menerima kejadian yang tak di inginkan ini. Dia meninggal, Aku Hanya menangis Sekencang kencangnya. Sebelum di pergi, dia bilang padaku.
“Hara, Kamu Pegang ini ya. Aku mau kamu dengar rekaman ini. Aku udah di jemput!!!” Katanya Lemas 
“dijemput??. Sama Siapa??” kataku kebingungan sambil mengambil Memory card yang ada ditangannya. 
“itu ada disana. Aku mau pergi..... Selamat tinggal Hara”. Katanya sambil menunjuk ke Pintu kamar, dan beberapa detik kemudian ia pun pergi, tak bernafas kembali.
Akupun sangat terpukul saat itu. Satu bulan aku bolos kuliah, aku hanya diam dalam kamar. Semua orang sangat prihatin melihatku, Aku nggak Nafsu Makan apalagi ketemu orang. Ghina hanya membujukku dan meminta agar memutar rekaman yang diberi oleh angga. Akhirnya aku mau. Kamipun memutarnya dikamarku. Angga bilang

“Hara, aku tau aku udah ngga lama lagi ada di muka bumi ini. Tapi aku sayang banget sama kamu. Sumpah aku ngga pernah bisa tidur karena kamu, aku hanya memikirkan kamu. Hara, semoga kamu bahagia dengan laki-laki yang kamu sayang. Tapi aku ingin kamu nggak ngelupain aku. Aku merencanakan untuk melamar kamu ketika lulus nanti. Tapi waktu berkata lain. Ternyata aku dijemput lebih awal. Aku Mohon kamu jangan sedih, Jika Kamu Sedih aku pun tak tenang meninggalkanmu!!!. Semoga kamu bahagia di dunia sana. Aku tidak bisa apa-apa. Aku akan senang bila melihat kau bahagia!!!. Aku Tau Mungkin kamu lagi menangis di bawah sana, tapi please janganlah menangis terus menerus, itu membuatku tak tenang!!!. Mungkin aku akan senang jika kammu bersama sony. Aku merasakan sonylah yang pantas menjadi penggantiku. Tapi bagaimanapun kau adalah hal yang terindah yang pernah ku miliki. Hara, I Love You!!!” Angga merekam kata-katanya.

Aku hanya bisa bersedih, ditinggal orang tersayang itu ternyata berat!!!. Ternyata Benar Perasaanku Selama Ini aku akan kehilangan angga untuk selamanya!!!. Mungking dulu aku merasa aku cewe paling beruntung, Memang. Tapi Sekarang Aku merasa menjadi cewe paling bersedih di dunia ini. Ditinggal Orang Paling romantis yang pernah aku kenal. Tapi Aku harus mulai hidup baru bersama orang lain. Dan pasti aku tak akan pernah melupakannya. Angga aku sayang Sama Kamu!!!
TAMAT

==============================================================
http://www.anekaremaja.com/2012/05/cerpen-cerita-cinta-mengahrukan-pahit.html
==============================================================

Recent Coments

Tentang Saya

Nama Saya Heka Ardian, Dari KEDIRI jawa timur yang masih Gaptek. Tujuan membuat blog ini tak lain hanyalah untuk sekedar sharing dan memberikan Informasi yang semoga bisa bermanfaat Bagi pembaca setia Blog Ini. Ingin share atau berbagi cerita kalian? Saya selaku admin sangat senang menerima itu, nama dan identitas sobat akan saya cantumkan di akhir artikel, Mau silaturahmi sama saya? Klik facebook ini. Blog Lain Ophoo